jual ECM perkins agen ECM perkins distributor ECM perkins toko ECM perkins seting ECM perkins

Tempat Jual Genset Cummins Murah Indramayu Hubungi AGEN-DISTRIBUTOR -SUPPLIER-HARGA JUAL- JUAL-PROMO GENSET PERKINS DOOSAN,DEUTZ, ISUZU FOTON, LOVOL, CUMMINS CALL: 082113103112, 087875876555 Distributor, jual, agen toko spare part genset perkins, cummins, deutz, doosan, lovol, isuzu foton , AVR sx460 PROMO USD. 9.900 PERKINS 1103A-33G Model silent kap 30 KVA HARGA TERBARU: P : 0821 - 1310 - 3112 (021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Tempat Jual Genset Cummins Murah Indramayu Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Tempat Jual Genset Cummins Murah Indramayu

Tempat Jual Genset Cummins Murah Indramayu

Tag :
Jual Genset Lovol | Tempat Jual Genset Cummins Murah Indramayu | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Jual Sparepart GENSET CUMMIS 1500KVA di Barito Utara

Jual Sparepart GENSET CUMMIS 1500KVA di Barito Utara Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Jual Sparepart GENSET CUMMIS 1500KVA di Barito Utara

Ketika aktivis lingkungan menyerukan 3 R (reuse, reduce, recycle), Rasulullah telah memulainya di abad ke-7. Padahal di era Ras

Ketika aktivis lingkungan menyerukan 3 R (reuse, reduce, recycle), Rasulullah telah memulainya di abad ke-7. Padahal di era Rasulullah SAW kerusakan lingkungan masih minim. Inilah gaya hidup Rasulullah yang ramah lingkungan itu: 1. Menghemat pengunaan air Setiap hari manusia tak bisa jauh dari air. Ironisnya, air adalah zat yang mudah hilang. Terkena kotor dan najis, maka hilanglah fungsi air itu. Maka tanpa perhatian manusia, air akan hilang percuma. Rasulullah SAW mencotohkan bagaimana beliau berhemat menggunakan air, sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Anas, “Sesungguhnya Rasulullah ketika berwudhu dengan 1 mud – kira-kira 1 sepertiga liter hingga 2 liter atau mandi dengan 1 sha’ sampai 5 mud.” (Hadist Bukhari No 201 dan Hadits Muslim No 325). 2. Tidak membuang-buang makanan Makanan dan minum merupakan kebutuhan pokok manusia, sepantasnyalah bila manusia tidak membuang-buang makanan. Sebagaimana yang difirmankan-Nya “… makan dan minumlah, janganlah berlebih-lebihan…” Al-A’raf: 31. Praktiknya, Rasulallah selalu menjaga keseimbangan ruang dalam perut agar terbagi kepada tiga bagian: ruang makanan, udara, dan air. Sebagaimana hadist dari Mikdam bin Ma’dikaribra yang pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Tiada memenuhi anak Adam suatu tempat yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah untuk anak Adam itu beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak ada cara lain, maka sepertiga (dari perutnya) untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minuman dan sepertiganya lagi untuk bernafas” HR. Tirmidzi dan Hakim. 3. Gemar berjalan kaki dibanding naik kendaraan Untuk menempuh jarak yang pendek Rasulullah lebih gemar berjalan kaki ketimbang menggunakan kendaraan. Sebagai contoh Rasulullah mempraktikan berjalan kaki dari rumah menuju masjid, dari masjid ke pasar, serta dari pasar ke rumah-rumah sahabat dan kerabatnya. Dalam kehidupan modern berjalan kaki menghemat biaya, hemat energy, dan tentu saja baik untuk lingkungan dan kesehatan. 4. Memperbaiki barang yang rusak (tidak langsung membuang dan membeli yang baru) Rasulullah adalah seorang yang berhemat. Aisyah menggambarkan beliau suka menambal sandal, menambal baju, bahkan menjahit. Bahkan, bila alas tidurnya rusak, Rasulullah menambalnya. Rasulullah SAW adalah seorang yang tidak boros dan senang berhemat. 5. Memerintahkan menanam pohon Rasulullah SAW bersabda: “Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya.” [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab AL-Muzaro'ah (2320), dan Muslim dalam Kitab Al-Musaqoh (3950)]. Menanam pohon dapat mendatangkan banyak manfaat. Selain buah dan berbagai khasiat dari akar hingga daun, pepohonan terbukti menghasilkan oksigen yang dibutuhkan manusia. 6. Melarang penebangan pohon tanpa manfaat Nabi Muhammad melarang keras menebang pohon yang berada di padang pasir, bahkan mendoakan buruk bagi pelakunya. Sebab pepohonan di tengah padang pasir berguna bagi musafir dan hewan ternak untuk berteduh 7. Melakukan konservasi alam Rasulullah SAW bahkan telah melakukan konservasi alam, sebagai jalan melestarikan alam. Beliau menetapkan hima (kawasan lindung), al-harim (kawasan larangan), Ilya al mawaat (kawasan reboisasi dan perlindungan satwa liar). Sebagai contoh Rasulullah telah menetapkan daerah Naqi’ dan Khalifah Umar bin Khattab menetapkan daerah Saraf serta Rabazah sebagai daerah konservasi. 8. Melarang perburuan satwa liar Satwa liar merupakan elemen penting dalam keberlangsungan ekologi. Punahnya satu spesies akan memberikan dampak negatif pada jejaring makanan di alam. Kepunahan hewan seperti harimau, orangutan, elang, dan kera takakan terjadi bila umat Islam mematuhi larangan dari Rasulullah untuk mengkonsumsinya atau mengambil beberapa bagian tubuhnya untuk diperdagangkan. 9. Melarang melakukan pencemaran lingkungan Dari Muadz RA, Rasulullah bersabda “Takutilah tiga perkara yang menimbulkan laknat, membuang kotoran di tempat datangnya manusia, di tengah jalan, dan di tempat teduh” H.R. Abu Dawud. Rasulullah SAW meminta umat Islam membuang kotoran pada tempatnya, agar tidak mengganggu lingkungan. Editor : Maulana Lee

Setelah melakukan sosialisasi pemenangan pemilu, Aria Tabing (35), calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), Sumatera Selatan dari PKS, diciduk unit Reskrim Polsek Semendawai Suku III, OKUT.

Saco-Indonesia.com - Setelah melakukan sosialisasi pemenangan pemilu, Aria Tabing (35), calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), Sumatera Selatan dari PKS, diciduk unit Reskrim Polsek Semendawai Suku III, OKUT.

Penangkapan terhadap warga Desa Melua Indah, Kecamatan Cempaka, OKUT itu, bukan disebabkan melakukan pelanggaran pemilu, melainkan tertangkap tangkap membawa senjata api (senpi) jenis FN kaliber 99,9 mm dan kunci T yang disimpan di dalam jok sepeda motornya saat polisi menggelar patroli di kawasan Desa Bungun Jaya, Kecamatan Semendawai Timur, OKUT, Selasa (11/3), sekitar pukul 10 malam.

Saat itu, pelaku beserta dua rekannya baru pulang dari sosialisasi di desa sekitar dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Thunder tanpa nomor polisi. Merasa curiga, petugas langsung mencegat pelaku dan mendapati barang bukti saat diperiksa.

"Pengakuan mereka baru pulang dari sosialisasi ke rumah-rumah warga. Karena pelaku seorang caleg," ungkap Kasat Reskrim OKUT AKP Janton Silaban, Kamis (13/3).

Saat ini, pelaku masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui alasan membawa senpi dan kunci T tersebut. "Kami sudah amankan pelaku untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata dia.

Sementara itu, Ketua DPW PKS Sumatera Selatan Imam Mansyur saat dikonfirmasi enggan berkomentar. "Saya belum menerima laporan itu. Jadi maaf saya saya belum bisa berkomentar," tukasnya.

 

Sumber : Merdeka.com

Editor : Maulana Lee

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Ms. Crough played the youngest daughter on the hit ’70s sitcom starring David Cassidy and Shirley Jones.

Artikel lainnya »