jual ECM perkins agen ECM perkins distributor ECM perkins toko ECM perkins seting ECM perkins

Jual Sparepart Genset Lovol di Sanggau Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Sparepart Genset Lovol di Sanggau Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Sparepart Genset Lovol di Sanggau

Jual Sparepart Genset Lovol di Sanggau

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Sparepart Genset Lovol di Sanggau | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Jual genset cummins kapasitas 10 kva - 650kva di Bali

Jual genset cummins kapasitas 10 kva - 650kva di Bali Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Jual genset cummins kapasitas 10 kva - 650kva di Bali

    saco-indonesia.com,     cinta yang tulus dalam hatiku     membuang hasrat m

    saco-indonesia.com,

    cinta yang tulus dalam hatiku
    membuang hasrat mimpiku
    tuk bisa menyatakan sayang
    tuk bisa mengungkapkan semua
    pada dirimu

    tak mungkin bagiku tuk memilikimu
    segala rasa yang pasti tak mungkin
    tuk bisa kau terima semua
    tuk bisa kunyatakan rasa
    kucinta kamu

    reff:
    ketika bunga tak bermekar lagi
    dan dunia tak mungkin berputar lagi
    saat cinta tak membakar hati ini
    kau kan tahu betapa aku mencintaimu
    betapa aku menginginkan kamu

    tak mungkin bagiku tuk memilikimu
    segala rasa yang pasti tak mungkin
    tuk bisa kau terima semua
    tuk bisa kunyatakan rasa
    kucinta kamu

    back to reff: [2x]

    betapa aku menginginkan kamu


    Editor : Dian Sukmawati

 

saco-indonesia.com, Akibat dari hujan abu di Yogyakarta sejumlah sarana transportasi darat seperti bus dan taksi tidak dapat ber

saco-indonesia.com, Akibat dari hujan abu di Yogyakarta sejumlah sarana transportasi darat seperti bus dan taksi tidak dapat beroperasi.jalan-jalan Yogya juga terlihat sangat sepi dan tidak ada transportasi umum yang melintas. Seperti Jalan Taman Siswa dan Jalan Malioboro.

Menurut salah satu sopir bus, Suparyo, dia sengaja tidak beroperasi hari ini karena abu begitu tebal dan jarak pandang terganggu. "Kalau narik, nanti bahaya, jalan tidak terlihat, dan juga tidak ada penumpang," ujar Suparyo, Jumat (14/02).

Selain sarana transportasi, warga juga tidak untuk keluar rumah. Bahkan beberapa di antaranya juga menyatakan bolos kerja.

Salah satunya adalah Iqbal, seorang montir di bengkel di Jalan Solo. Ia tidak masuk kerja karena kondisi jalanan banyak tertutup abu.

"Kalau kerja ya apa ada yang servis motor dengan kondisi kayak gini, besok mungkin kalau hujan lebih enak kondisinya pasti baru banyak yang datang servis," ujarnya.

Banyak warga telah memilih berdiam diri di rumah. Agar tidak kena abu, rumah-rumah mereka ditutup rapat.


Editor : Dian Sukmawati

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Joseph Lechleider

Mr. Lechleider helped invent DSL technology, which enabled phone companies to offer high-speed web access over their infrastructure of copper wires.

Artikel lainnya »