Sparpart genset murah genset perkins genset foton genset cummins murah genset lovol 100 kva harga

Jual Sparepart Genset Lovol di Purwokerto Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Sparepart Genset Lovol di Purwokerto Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Sparepart Genset Lovol di Purwokerto

Jual Sparepart Genset Lovol di Purwokerto

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Sparepart Genset Lovol di Purwokerto | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Jual Sparepart Genset Cummins 37 Kva Silent bergaransi dan berkualitas di Dairi

Jual Sparepart Genset Cummins 37 Kva Silent bergaransi dan berkualitas di Dairi Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Jual Sparepart Genset Cummins 37 Kva Silent bergaransi dan berkualitas di Dairi

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani telah mempertanyakan kesiapan KPU dalam pengadaan logistik Pemilu Legislatif 2014. Sebab, masih banyak masalah dalam logistik, seperti kotak suara berbahan kardus yang rawan rusak dan keamanannya.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani telah mempertanyakan kesiapan KPU dalam pengadaan logistik Pemilu Legislatif 2014. Sebab, masih banyak masalah dalam logistik, seperti kotak suara berbahan kardus yang rawan rusak dan keamanannya.

"Permasalahan logistik bukan hanya pada kotak suara saja , tinta sebagai tanda bukti pemilih telah memberikan suaranya juga ternyata mudah luntur. Begitu juga dengan adanya kertas suara yang rusak dan telah dicoblos nama calon tertentu. Kertas suara juga mudah untuk dipalsukan," kata Muzani, Selasa (11/3).

Muzani juga mengatakan logistik pemilu yang bermasalah sangat berpotensi untuk dapat menimbulkan terjadinya kecurangan.

"Kotak suara yang terbuat dari kardus bisa saja dilubangi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu jika kotak suara terjatuh, apakah bisa dijamin bahwa kotak suara tersebut tetap utuh. Kotak suara yang berbahan alumunium saja masih bisa dicurangi apalagi kotak suara yang berbahan kardus," paparnya.

Menurut dia, Pemilu yang dicurangi pada akhirnya akan dapat merugikan bangsa dan negara serta rakyat Indonesia. Masa depan bangsa ini ditentukan oleh penyelenggaraan pemilu yang bersih, jujur, dan adil.

Rakyat tentunya juga akan mempertanyakan legitimasi pemimpin yang terpilih jika pemilu dicurangi. Jangan sampai negara ini makin kacau karena penyelenggaran pemilu yang tidak beres, ujarnya.

Dalam waktu yang sangat singkat menjelang pemilu legislatif, tambah dia, KPU juga harus memperbaiki segala permasalahan mulai dari logistik hingga Data Pemilih Tetap (DPT).

"Kita semua tentu berharap Pemilu 2014 berjalan dengan lancar tanpa ada masalah demi kemenangan seluruh rakyat Indonesia," ucap Muzani.

saco-indonesia.com, Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany akhirnya telah memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korup

saco-indonesia.com, Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany akhirnya telah memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Airin datang seorang diri di Gedung KPK sekitar pukul 10.08 pagi WIB dengan mengenakan kemeja warna putih dengan jilbab bermotif bunga.

Saat tiba, istri dari tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Alat kesehatan (Alkes) di Banten Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan ini, enggan berkomentar ihwal pemeriksaannya sebagai saksi.

"Nanti pulangnya ya," katanya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/2/2014).

Airin sendiri dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus proyek pengadaan Alkes di Banten yang telah menjerat suaminya serta kakak iparnya Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah.


Editor : Dian Sukmawati

As governor, Mr. Walker alienated Republicans and his fellow Democrats, particularly the Democratic powerhouse Richard J. Daley, the mayor of Chicago.

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Artikel lainnya »