genset perkins genset foton genset cummins murah

Jual Sparepart Genset Lovol Murah di Makassar Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Sparepart Genset Lovol Murah di Makassar Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Sparepart Genset Lovol Murah di Makassar

Jual Sparepart Genset Lovol Murah di Makassar

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Sparepart Genset Lovol Murah di Makassar | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Jual Genset Cummins 37 Kva Silent di Tulang Bawang Barat

Jual Genset Cummins 37 Kva Silent di Tulang Bawang Barat Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Jual Genset Cummins 37 Kva Silent di Tulang Bawang Barat

Ketika berbicara tentang investasi yang menguntungkan, para pebisnis sering berasosiasi kepada emas, properti atau usaha. Itu ad

Ketika berbicara tentang investasi yang menguntungkan, para pebisnis sering berasosiasi kepada emas, properti atau usaha. Itu adalah cara “kiri”. Jarang sekali pebisnis berpikir investasi yang prospektif dengan cara “kanan”.

Apa itu investasi cara kanan? Itulah bisnis yang disebutkan di dalam al-Quran atau al-Hadits, yang sangat profitable, dijamin marketable dan  feasible di dunia dan di akhirat. Beberapa contoh investasi cara kanan itu adalah zakat, sedekah, menyembelih hewan qurban, haji dan umrah. Tulisan ini adalah testimoni tentang investasi umrah, yaitu ibadah “haji kecil” ke Baitullah di Makkah al-Mukarramah.

Banyak cerita aneh seputar umrah. Ada yang bilang uangnya sudah diganti sebelum berangkat, atau rezekinya serasa dicurahkan dari langit. Ada juga yang berpendapat bahwa umrah  itu bukan biaya, namun investasi. Dan bukan investasi akhirat saja, namun juga investasi dunia. Pengalaman ketika menunaikan ibadah umrah membuatku mempercayai hal itu.

Aku pegawai BUMN sejak tahun 1993. Alhamdulillah, kami mempunyai usaha sampingan dengan hasil yang lumayan. Tahun 2008 kami punya uang enam puluhan juta rupiah. Ada tiga keinginan untuk menggunakannya.

Yang pertama, merenovasi rumah. Kami punya rumah di Yogyakarta yang terkena gempa tahun 2006. Sudah lebih dari dua tahun kami biarkan karena belum punya dana yang cukup.

Kedua, untuk uang muka membeli mobil baru. Kami sudah beberapa kali mempunyai mobil, namun tidak pernah baru. Selalu second  hand, bahkan third hand, fourth hand atau entah hand ke berapa. Terakhir, tahun 2007, kami menjual mobil  kami, dan berjanji untuk tidak membeli mobil lagi kecuali mobil baru.

Dan yang ketiga, umrah dengan istri. Ketika menunaikan ibadah haji tahun 2007, aku sendirian, karena uangnya hanya cukup untukku. Kalau saja uangku banyak, pasti aku mengajak anak, istri dan keluarga. Aku iri melihat kemesraan suami istri jamaah haji yang bisa berangkat bersama. Aku berdoa di depan ka’bah agar bisa ziarah setiap tahun bersama istri.

Istriku memilih merenovasi rumah atau membeli mobil baru, namun aku memilih umrah. Aku merasa doaku agar bisa ziarah bersama istri sudah diijabahi.  Meskipun istriku ikut bekerja mengelola usaha dan menjadi menteri keuangan dalam kabinet  rumah tangga, namun kepala negara dan kepala pemerintahannya tetap aku. Maka dia makmum saja, dan kami berangkat umrah berdua.

Kami berdoa di depan ka’bah memohon kebaikan di dunia dan di akhirat.  Sungguh, Allah itu al-Ghanidan al-Mughni, Mahakaya dan Maha Mencukupi. Sulit dipercaya. Tidak berapa lama, usai umrah, kami bisa merehab rumah dan membeli mobil baru.

Alhamdulillaah. Ada saja rezeki yang datang, dengan berbagai cara, yang kalau saja kami tidak mengalami sendiri sendiri, mungkin kami juga tidak percaya.

Tahun 2011 kejadian serupa berulang lagi. Kami punya uang seratusan juta rupiah. Ada tiga keinginan untuk membelanjakannya.

Yang pertama, membayar hutang.  Ada usaha trading kami yang macet, sehingga aku harus menyelesaikan tanggung jawab sebesar enam ratusan juta rupiah. Kalau uang itu kami bayarkan, kami jadi tidak punya uang lagi. Dan hutang kami juga masih belum bisa lunas.

Kedua, membangun rumah di Ngawi, Jawa Timur. Sejak tahun 2003, ketika bertugas di Ngawi, kami membuka  usaha. Dua tahun kemudian saya pindah tugas ke Bogor, dan mengontrak rumah di Ngawi agar usaha tetap berlanjut. Dengan berjalannya waktu, kami bisa membeli sebidang tanah di dekat rumah kontrakan, dan membuat gudang sederhana. Istriku ingin punya rumah di Ngawi, karena rumah kami yang di Yogyakarta sudah “hilang” lantaran kalah Pemilukada di kampung halaman kami, Rembang Jawa Tengah, tahun 2010.

Dan, anak-anak kami menyebar di UGM Yogyakarta, IPB Bogor dan Pondok Modern Gontor Putri Ngawi. Membangun rumah untuk usaha, dengan anak tiga, pembantu, karyawan dan ibunda mertua, dengan uang hanya cepek, sungguh hal yang amat tidak sederhana.

Dan, keinginan yang ketiga, umrah lagi. Kami sepakat bulat, memilih opsi ketiga, ziarah ke baitullah. Kami berangkat bersama anak sulung kami.

Sebenarnya kami juga mengajak ibunda, namun beliau tidak bersedia. Salah satunya karena tahu jalan cerita sesungguhnya. Istriku terlalu berterung terang, bahwa karena uang kami tidak cukup untuk melunasi hutang atau membangun rumah, maka sekalian saja kami pakai umrah.

Kami berdoa di depan ka’bah memohon kebaikan di dunia dan di akhirat. Sungguh,  Allah itu al-Ghanidan al-Mughni, Mahakaya dan Maha Mencukupi. Sulit dipercaya. Tidak berapa lama,  usai umrah, kami bisa melunasi hutang dan membangun rumah.

Alhamdulillaah. Ada saja rezeki yang datang, dengan berbagai cara, yang kalau saja kami tidak mengalami sendiri sendiri, mungkin kami juga tidak percaya.

Sejak itu kami kian yakin, umrah itu bukan biaya, namun investasi. Bukan investasi akhirat saja, namun juga investasi dunia. Kalau ada orang yang tidak percaya, itu urusannya. Kami juga tidak pernah memusingkan pendapat orang bahwa daripada uang dipakai umrah berkali-kali, lebih baik disedekahkan kepada fakir miskin. Bisa lebih bermanfaat. Kami hanya berdoa usai Thawaf Wada’, selain mohon agar bisa ziarah tiap tahun  dengan penuh iman dan takwa, kami juga mohon agar jika kami umrah, kami juga bisa mengumrahkan saudara, keluarga atau orang lain.

Dan,  kami juga berdoa agar bisa bersedekah senilai investasi umrah. Sekali lagi investasi umrah, bukan biaya umrah. Dan bukan umrah saja yang merupakan investasi akhirat dan dunia, namun juga zakat, sedekah, qurban, haji, dan lain-lain membelanjakan harta di jalan Allah. Allah itu Mahakaya, Maha Mencukupi, Maha Memberi Rezeki, dan Maha Mengabulkan Doa.

Sumber : www.islamedia.web.id

Baca Artikel Lainnya : JAMAAH UMROH DI TAHUN 2014 MENINGKAT

Semuanya sudah terprogram, rapi, tersusun, terencana tapi unpredictable dan yang pasti Allah mempercayakan prosesi ini pada sosok yang tepat "IZROIL", malaikat yang saklek dengan aturan tanpa kompromi dan tawar menawar.

Semuanya sudah terprogram, rapi, tersusun, terencana tapi unpredictable dan yang pasti Allah mempercayakan prosesi ini pada sosok yang tepat "IZROIL", malaikat yang saklek dengan aturan tanpa kompromi dan tawar menawar.

Pokoknya "Yang pernah hidup di dunia, pasti akan mati tepat pada jadwal yang sudah ada di server utama "LAUHIL MAHFUDZ"". Perlu diketahui kawan tinta Allah telah kering yang sudah JADI lama sekali bahkan sebelum Allah menciptakan langit dan bumi.

Peraturan tentang kematian Adalah :

1. Datang pada sesuatu yang pernah hidup

Allah SWT berfirman : "Kullu Nafsin Dzaaiqotul Maut" ( 3 : 185 )
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati

Tenang saja kawan ... gak usah merinding, takut, atau ngeri. Biasa sajalah ... Masih bernafas kan.. ?? ( alhamdulillah dulu dong .. :) )

2. Datangnya sewaktu-waktu  

Allah SWT berfirman "Ainama takuunu Yud'riikumul mautu Walau kuntum fii Burujim Musyayyadah" ( 4 : 78 )
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.

Sayangnya malaikat Izroil bukan mbah Google yang setia menjawab setiap pertanyaan kita. Malaikat Izroil juga gak punya operator hotline yang bisa menjawab telpon kita setiap saat kita butuhkan.
Makanya manusia secerdas Einstein aja gak tahu kapan ajalnya. Belum ada dan saya jamin gak bakalan ada sebuah penemuan manusia yang bisa nemuin "Kalkulator usia" ... Alat untuk menghitung ajal manusia.

Dan sayangnya juga malaikat Izroil juga tetap bisa melakukan tugasnya dimanapun dengan cara apapun ...
Gak butuh "Death note",
Gak terpengaruh harga BBM yang naik,
Gak bisa KO sama Bodyguard sekuat apapun
Gak ada yang bisa kucing- kucingan sama malaikat yang satu ini kayak di film "Christmas Caroline".
Gak ada yang bisa diajak tukeran,
Kalo waktunya datang gak bisa nawar, bahkan Koruptor selicik apapun gak bisa melobi usianya sendiri.

3. Kematian bukanlah akhir segalanya

Jangan percaya kalo ada yang bilang "Hidup cuma sekali". Yang bener "Mati itu cuma sekali, kalo hidup berkali-kali, sebelum hidup ini kan udah pernah hidup di alam arwah sama alam kandungan, bahkan abis mati kita idup lagi". ( Bukaan, bukan reinkarnasi macam kerasakti ato Avatar gitu ... Maksudnya dibangkitkan lagi untuk menerima rapor di Hari Kebangkitan Internasional trus kita hidup deh di akhirat )

Allah SWT berfirman : Fiiha tahyauna wa fiiha tamuutuuna wa fiiha tukhrojuun ( 7 : 25 )
"Disanalah ( Bumi ) kalian dihidupkan, disanalah kalian dimatikan, dan disanalah kalian dibangkitkan"

4. Sudah ada jadwalnya

Dan kalo jadwalnya udah dateng, Malaikat Izroil pasti datang. Gak bakalan ada dialog macam iklan rokok "Wani piro?" ( Kecuali dulu nabi Musa AS ).

"Wa maa kaana linafsin an tamuuta illa biidznillahi kitaaban muajjala" ( 3 : 145 )
Tiada sesuatu yang hidup kecuali dengan idzin Allah sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya.

Hehe tenang saja kawan .... kalau belum waktunya gak akan datang kok Malaikat Izroilnya. Walopun misalnya ada orang yang udah pengen mati, trus manggil manggil malaikat Izroil, sms, bbm, mensen, ngewall hehe ( emang malaikat Izroil punya hp).


5. Ada saat dimana Kematian akan mati
Akan tiba saat dimana Allah akan memensiunkan Izroil yakni ketika Kematian telah mati.

Dalam Kitabu Sifati jannah wannar diterangkan bahwa suatu hari diakhirat nanti penduduk surga dan penduduk neraka harus menghentikan aktivitasnya, Allah akan memberi pengumuman pada seluruh penduduk akhirat. Penduduk surga khawatir, jika kehidupan nikmatnya disurga akan berakhir. Penduduk Neraka bahagia, karena mungkin siksaannya akan berakhir. Kemudian Allah memberi pengumuman bahwa kematian telah diserupakan dengan kambing, dan pada hari itu kematian akan disembelih mati. Semenjak saat itu, tak ada lagi kefanaan, semua hidup selamanya. Yang di neraka disiksa selamanya tanpa terhenti waktu. Yang di surga nikmat kekal selamanya.

6. Menjadi Peringatan Buat Orang iman

Kalo Kholifah Umar pernah ngendikan, "Kafaa bil mauti Mauidzoh", Cukuplah kematian menjadi peringatan.

Mau apa lagi sih ... Pada akhirnya kan manusia cuma satu aja bisanya ... "menuhin kuota umurnya dengan ngisi buku catatan amal"

Nah, pertanyaannya ... sampai detik ini, sampai hembusan nafas yang ini, catatan mana yang paling banyak terisi ...

DEMI KIAAAAAAAAAAAN!!

Sumber: Dika Syahida/ldii

Editor:Liwon Maulana(galipat)

The bottle Mr. Sokolin famously broke was a 1787 Château Margaux, which was said to have belonged to Thomas Jefferson. Mr. Sokolin had been hoping to sell it for $519,750.

A lapsed seminarian, Mr. Chambers succeeded Saul Alinsky as leader of the social justice umbrella group Industrial Areas Foundation.

Artikel lainnya »