Sparpart genset murah genset perkins genset foton genset cummins murah genset lovol 100 kva harga

Jual Sparepart Genset Foton Murah di Tana Tidung Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Sparepart Genset Foton Murah di Tana Tidung Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Sparepart Genset Foton Murah di Tana Tidung

Jual Sparepart Genset Foton Murah di Tana Tidung

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Sparepart Genset Foton Murah di Tana Tidung | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Jual Genset Cummins 175Kva Silent Open Built Up bergaransi dan berkualitas di Mamberamo Raya

Jual Genset Cummins 175Kva Silent Open Built Up bergaransi dan berkualitas di Mamberamo Raya Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Jual Genset Cummins 175Kva Silent Open Built Up bergaransi dan berkualitas di Mamberamo Raya

Melihat perkembangannya, akhir-akhir ini peran hortikultura umumnya dan sayuran khususnya banyak mendapat perhatian baik pemerin

Melihat perkembangannya, akhir-akhir ini peran hortikultura umumnya dan sayuran khususnya banyak mendapat perhatian baik pemerintah maupun dari kalangan dunia usaha. Hal ini tidak lain karena, selain komoditas sayuran mempunyai prospek yang lebih baik, juga lebih menguntungkan bila dibandingkan dengan komoditas tanaman pangan seperti padi. Cabe merah sebagai salah satu komoditas sayuran, dari tahun ke tahun produktifitasnya juga terus meningkat. Peningkatan produksi ini menunjukan bahwa selain untuk mengimbangi jumlah permintaan yang terus bertambah akibat pertambahan jumlah penduduk, juga memberikan indikasi bahwa komoditas cabe dirasakanoleh petani menguntungkan daripada komoditas yang lain. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan cabe baik untuk rumah tangga maupun industri dan sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan pengembangan industri olahan, maka, peluang pengembangan usaha agribisnis cabe sangat terbuka luas. Usaha peningkatan produksi cabe yang sekaligus meningkatkan pendapatan petani, dapat dilakukan sejak budidaya sampai penanganan pasca panen yang baik dan benar. Untuk pembibitan,pengolahan,dll sudah kita bahas pada artikel sebelumnya Budidaya cabe pandaisikek berikut kita masuk pada hama dan penyakit cabe HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN CABE Hama yang sering menyerang tanaman cabe adalah : – Ulat tanah atau Agrotis Ipsilon, – Thrips, – Ulat grayak atau Spodoptera litura, – Lalat buah atau Dacus verugenius, – Aphids hijau /kutu daun, – Tungau / mite, – Nematode puru akar. Ulat Tanah dengan nama latin Agrotis ipsilon, biasa menyerang tanaman cabe yang baru pindah tanam, yaitu dengan cara memotong batang utama tanaman hingga roboh bahkan bisa sampai putus. Untuk tindakan pencegahan dapat dilakukan penyemprotan insektisida Turex WP dengan konsentrasi 0,25 – 0,5 g/liter bergantian dengan insektisida Direct 25ec dengan konsentrasi 0,4 cc/liter atau insentisida Raydok 28ec dengan konsentrasi 0,25-0,5 cc/liter sehari sebelum pindah tanam. Ulat grayak pada tanaman cabe biasa menyerang daun, buah dan tanaman yang masih kecil. Untuk tindakan pengendalian dianjurkan menyemprot pada sore atau malam hari dengan insektisida biologi TurexWP bergantian dengan insektisida Raydok 28ec atau insektisida Direct 25ec. Lalat buah gejala awalnya adalah buah berlubang kecil, kulit buah menguning dan kalau dibelah biji cabe berwarna coklat kehitaman dan pada akhirnya buah rontok. Untuk pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan dengan membuat perangkap dengan sexferomon atau dengan penyemprotan insektisida Winder 100EC dengan konsentrasi 0,5 sampai 1 cc per liter bergantian dengan insektisida Promectin 18ec dengan konsentrasi 0,25-0,5 cc/liter atau dengan insektisida Cyrotex 75sp dengan konsentrasi 0,3-0,6 g/liter. Hama Tungau atau mite menyerang tanaman cabe hingga daun berwarna kemerahan, menggulung ke atas, menebal akhirnya rontok. Untuk penengendalian dan pencegahan semprot dengan akarisida Samite 135EC dengan konsentrasi 0,25 – 0,5 ml / liter air bergantian dengan insektisida Promectin 18ec dengan konsentrasi 0,25-0,5 cc/liter. Tanaman yang terserang hama thrips, bunga akan mengering dan rontok. Sedangkan apabila menyerang bagian daun pada daun terdapat bercak keperakan dan menggulung. Jika daun terserang aphids, daun akan menggulung kedalam, keriting, menguning dan rontok. Untuk pencegahan dan pengendalian lakukan penyemprotan dengan insektisida Winder 25 WP dengan konsentrasi 100 – 200 gr / 500 liter air / ha atau dengan Winder 100EC 125 – 200 ml / 500 liter air / Ha bergantian dengan insektisida Promectin 18ec dengan konsentrasi 0,25-0,5 cc/liter. Nematoda merupakan organisme pengganggu tanaman yang menyerang daerah perakaran tanaman cabe. Jika tanaman terserang maka transportasi bahan makanan terhambat dan pertumbuhan tanaman terganggu. Selain itu kerusakan akibat nematode dapat memudahkan bakteri masuk dan mengakibatkan layu bakteri. Pencegahan yang efektif adalah dengan menanam varietas cabe yang tahan terhadap nematode dan melakukan penggiliran tanaman. Dan apabila lahan yang ditanami merupakan daerah endemi, pemberian nematisida dapat diberikan bersamaan dengan pemupukan. Penyakit yang sering menyerang tanaman cabe diantaranya adalah · Rebah semai · Layu Fusarium · Layu bakteri · Antraknose / patek · Busuk Phytophthora · Bercak daun Cercospora · Penyakit Virus Penyakit anthracnose buah. Gejala awalnya adalah kulit buah akan tampak mengkilap, selanjutnya akan timbul bercak hitam yang kemudian meluas dan akhirnya membusuk. Untuk pengendaliannya semprot dengan fungisida Kocide 54 WDG dengan konsentrasi 1 sampai 2 g / l air bergantian dengan fungisida Victory 80wp dengan konsentrasi 1 – 2 g / liter air. Penyakit busuk Phytopthora gejalanya adalah bagian tanaman yang terserang terdapat bercak coklat kehitaman dan lama kelamaan membusuk. Penyakit ini dapat menyerang tanaman cabe pada bagian daun, batang maupun buah. Pengendaliannya adalah dengan menyemprot fungisida Kocide 77 wp dengan dosis 1,5 – 3 kg / Ha bergantian dengan fungisida Victory 80WP konsentarsi 2 sampai 4 gram / liter dicampur dengan fungisida sistemik Starmyl 25 wp dengan dosis 0,8 – 1 g / liter. Rebah semai ( dumping off ) . Penyakit ini biasanya menyerang tanaman saat dipersemaian. Jamur penyebabnya adalah Phytium sp. Untuk tindakan pencegahan dapat dilakukan perlakuan benih dengan Saromyl 35SD dan menyemprot fungisida sistemik Starmyl 25WP saat dipersemaian dan saat pindah tanam dengan konsentrasi 0,5 sampai 1 gram / liter. Penyakit layu fusarium dan layu bakteri pada tanaman cabe biasanya mulai menyerang tanaman saat fase generatif. Untuk mencegahnya dianjurkan penyiraman Kocide 77WP pada lubang tanam dengan konsentrasi 5 gram / liter / lima tanaman, mulai saat tanaman menjelang berbunga dengan interval 10 sampai 14 hari. Penyakit bercak daun cabe disebabkan oleh cendawan Cercospora capsici. Gejalanya berupa bercak bercincin, berwarna putih pada tengahnya dan coklat kehitaman pada tepinya. Pencegahannya dapat dilakukan dengan menyemprot fungisida Kocide 54WDG konsentrasi 1,5 sampai 3 gram / liter bergantian dengan fungisida Victory 80WP konsentrasi 2 sampai 4 gram / liter dengan interval 7 hari. Penyakit mozaik virus. Saat ini belum ada pestisida yang mampu mengendalikan penyakit mozaik virus ini. Dan sebagai tindakan pencegahan dapat dilakukan pengendalian terhadap hewan pembawa virus tersebut yaitu aphids. Untuk pencegahan serangan hama penyakit, gunakan benih cabe hibrida yang tahan terhadap serangan hama penyakit dan yang telah diberi perlakuan pestisida. Apabila terjadi serangan atau untuk tujuan pencegahan lakukan aplikasi pestisida sesuai OPT yang menyerang atau sesuai petunjuk petugas penyuluh lapang. PANEN Pada saat tanaman berumur 75 – 85 hst yang ditandai dengan buahnya yang padat dan warna merah menyala, buah cabe siap dilakukan pemanenan pertama. Umur panen cabe tergantung varietas yang digunakan, lokasi penanaman dan kombinasi pemupukan yang digunakan serta kesehatan tanaman. Tanaman cabe dapat dipanen setiap 2 – 5 hari sekali tergantung dari luas penanaman dan kondisi pasar. Pemanenan dilakukan dengan cara memetik buah beserta tangkainya yang bertujuan agar cabe dapat disimpan lebih lama. Buah cabe yang rusak akibat hama atau penyakit harus tetap di panen agar tidak menjadi sumber penyakit bagi tanaman cabe sehat. Pisahkan buah cabe yang rusak dari buah cabe yang sehat. Waktu panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari karena bobot buah dalam keadaan optimal akibat penimbunan zat pada malam hari dan belum terjadi penguapan. PASCA PANEN CABE Hasil panen yang telah dipisahkan antara cabe yang sehat dan yang rusak, selanjutnya dikumpulkan di tempat yang sejuk atau teduh sehingga cabe tetap segar . Untuk mendapatkan harga yang lebih baik, hasil panen dikelompokkan berdasarkan standar kualitas permintaan pasar seperti untuk supermarket, pasar lokal maupun pasar eksport. Setelah buah cabe dikelompokkan berdasarkan kelasnya, maka pengemasan perlu dilakukan untuk melindungi buah cabe dari kerusakan selama dalam pengangkutan. Kemasan dapat dibuat dari berbagai bahan dengan memberikan ventilasi. Cabe siap didistribusikan ke konsumen yang membutuhkan cabe segar. Dengan penerapan teknologi budidaya, penangganan pasca panen yang benar dan tepat serta penggunaan benih hibrida yang tahan hama penyakit dapat meningkatkan produksi cabe yang saat ini banyak dibutuhkan. Untuk melihat analisis keuntungan atau kerugian dari budidaya cabe klik ling berikut

saco-indonesia.com, Bupati Banjarnegara Jawa Tengah, Sutedjo Slamet Utomo telah menetapkan wilayahnya dalam kondisi siaga darura

saco-indonesia.com, Bupati Banjarnegara Jawa Tengah, Sutedjo Slamet Utomo telah menetapkan wilayahnya dalam kondisi siaga darurat bencana. Penetapan tersebut telah dilakukan untuk dapat mengantisipasi bencana longsor yang hampir terjadi setiap tahun yang terjadi di Kabupaten Banjarnegara.

"Masa tanggap darurat longsor telah ditetapkan sejak 21 Desember 2013 hingga 3 Januari 2014 mendatang . Sedangkan masa siaga darurat longsor, banjir dan angin puting beliung akan ditetapkan mulai 1 Desember 2013 hingga 28 Februari 2014 mendatang ," kata Sutedjo.

Dalam rentang waktu sejak 19-24 Desember 2013, TELAH tercatat ada beberapa bencana alam yang terjadi di Kabupaten Banjarnegara. Bencana tersebut telah disebabkan oleh curah hujan yang deras, tingginya kerentanan dan batuan labil.

Dari catatan Pemkab, dalam seminggu terakhir, terdata 60 titik di 32 desa yang telah tersebar di 13 kecamatan terjadi bencana alam. Akibat dari bencana tersebut, telah menyebabkan 1 warga meninggal dunia. Sedangkan dalam bentuk kerugian material, sedikitnya 32 rumah rusak berat, 21 rusak sedang, 56 rusak ringan, 135 rumah terancam dan 46 kepala keluarga mengungsi di 5 desa.

Selain itu, kerusakan infrastruktur juga terjadi di 23 titik. Kerusakan infrastruktur telah meliputi jalan, jembatan, sekolah, dan irigasi. Total kerusakan diperkirakan telah mencapai Rp 1,4 miliar. "Saat ini upaya yang telah dilakukan oleh BPBD bersama TNI, Polri, relawan dan masyarakat dengan melakukan evakuasi, pendirian posko, pengiriman logistik, pembersihan material longsor," jelas Sutedjo.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif, dalam kunjungan kerja ke lokasi longsor di Banjarnegara pada rabu (25/12) kemarin, telah mengapresiasi kinerja Pemkab Banjarnegara dalam penanganan bencana longsor. Selain itu, ia juga meminta adanya peraturan daerah dan pembangunan di Banjarnegara bisa menjauhkan warga dari risiko ketika hidup di daerah bencana alam.

"Bentuk Perda-nya bisa dengan aturan agar tempat hunian lama tidak dihuni kembali, setelah warga relokasi dan bisa dijadikan kawasan konservasi sehingga tidak timbul korban. Selain itu, penduduk juga harus dilibatkan dalam proses pembangunan," ujarnya.

Lebih jauh, ia juga menekankan program penghijauan yang dicanangkan Pemkab, tidak semata hanya berorientasi pada hijau daun, tetapi harus memberikan manfaat ekonomi. "Tanamannya harus mampu mengikat tanah dan ada nilai ekonominya, sehingga bio-engineering bisa dilakukan masyarakat," pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Syamsul juga menyerahkan bantuan dana siap pakai Rp 250 juta, serta logistik peralatan untuk penanganan darurat di Banjarnegara.


Editor : Dian sukmawati

The 2015 Met Gala has only officially begun, but there's a clear leader in the race for best couple, no small feat at an event that threatens to sap Hollywood of every celebrity it has for the duration of an East Coast evening.

That would be Marc Jacobs and his surprise guest (who, by some miracle, remained under wraps until their red carpet debut), Cher.

“This has been a dream of mine for a very, very long time,” Mr. Jacobs said.

It is Cher's first appearance at the Met Gala since 1997, when she arrived on the arm of Donatella Versace.

– MATTHEW SCHNEIER

Mr. Pfaff was an international affairs columnist and author who found Washington’s intervention in world affairs often misguided.

Artikel lainnya »