Fenomena saat ini di Indonesia banyak sekali muncul perusahaan travel yang bergerak di bidang biro jasa perjalanan dan pelayanan

Fenomena saat ini di Indonesia banyak sekali muncul perusahaan travel yang bergerak di bidang biro jasa perjalanan dan pelayanan ibadah umroh maupun haji. Hal ini tentu membawa berita baik bagi umat muslim. Beragam pilihan paket umroh beserta harga yang ditawarkan memberikan banyak pilihan alternatif bagi calon jamaah yang bermaksud menunaikan ibadah ke Baitullah.

Namun banyaknya lembaga penyelenggara ibadah haji dan umroh ternyata tidak serta merta memudahkan para calon tamu Allah untuk pergi ke tanah suci. Seringkali muncul berita kurang baik seputar jamaah umroh atau haji, seperti fenomena gagal atau batal berangkat, program tidak sesuai dengan harapan, fasilitas yang jauh dari apa yang ditawarkan sebelumnya, hingga adanya pembimbing atau pendamping ibadah umrah maupun haji yang justru menyimpang aqidahnya, serta masih banyak lagi masalah yang muncul.

Untuk itu keinginan atau niat untuk menjalankan ibadah ke tanah suci, persiapan fisik, mental dan finansial harus dibarengi dengan ketepatan memilih mitra lembaga penyelenggara ibadah. Berikut ini beberapa hal yang dapat dijadikan rujukan untuk memilih mitra penyelenggara umroh atau haji plus :

    Legalitas dan pengalaman dari lembaga penyelenggara ibadah.
    Program Ibadah Haji dan Umrah merujuk seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.
    Program yang sesuai dengan keinginan dan harapan kita.
    Pembimbing ibadahnya yang sesuai syariat Islam.
    Pihak penyelenggara memiliki program nilai plus dibalik penyelenggaraan ibadah haji maupun umroh yang diharapkan memberikan benefit tambahan bagi para tamu Allah.

Sengitnya persaingan bisnis di bidang travel agen umroh dan haji plus sendiri seringkali menambah runyam keadaan. Penggunaan bahasa iklan yang provokatif, bombastis, dan jor-joran seringkali justru menyesatkan serta membingungkan para calon jamaah. Hal ini banyak dijumpai di banyak media publik, seperti iklan media cetak maupun elektronik termasuk internet.

Untuk itu kecerdasan, kejelian memilih dan menentukan mitra biro umroh atau agen travel perjalanan ibadah dari para calon jamaah sendiri mutlak dibutuhkan sejak dini. Jangan sampai tergoda hanya karena faktor harga umroh yang murah saja misalnya. Tetapi harga yang ditawarkan mestinya juga perlu dilihat seperti apa fasilitas yang diberikan, jangan sampai akhirnya nanti Anda justru kerepotan dan ibadah menjadi tidak nyaman gara-gara fasilitas yang tidak mendukung. Atau jangan pula mudah tergoda dengan program-program tambahan dalam perjalanan ibadah yang akhirnya malah merugikan atau bahkan menyimpang dari syariat.

Konsultasi dengan pembimbing ibadah berpengalaman yang sudah Anda kenal baik adalah cara bijak sebelum Anda memutuskan. Atau sharing dengan teman, saudara, relasi yang pernah atau sering berangkat umroh/haji juga penting. Selanjutnya survey ke beberapa lembaga atau perusahaan travel umroh dan haji yang Anda ketahui untuk mendapatkan perbandingan yang sehat. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Anda juga bisa pelajari di website ini untuk melihat penawaran kami. Tibalah saatnya Anda yang memutuskan.

Sumber : http://www.madinaprima.com

Baca Artikel Lainnya : MENGUNJUNGI MAKAN RASULULLAH

 

Haji adalah ibadah wajib bagi umat Islam yang mampu melaksanakannya, baik mampu secara fisik,mental, maupun finansial. Menuru

Haji adalah ibadah wajib bagi umat Islam yang mampu melaksanakannya, baik mampu secara fisik,mental, maupun finansial.

Menurut para ulama, kewajiban menunaikan ibadah haji dan umrah diterima oleh Rasulullah SAW pada tahun 6 Hijriah/628 Masehi. Untuk menjalankan perintah Allah SWT tersebut, pada tanggai 6 Dzulqa’dah tahun 6 Hijriah, Rasulullah SAW bersama 1.500 pengikutnya bertolak menuju Makkah untuk melaksanakan umrah.

Namun, di tengah perjalanan tepatnya di daerah Hudaibiyah yang berjarak sekitar sembilan mil dari Makkah, mereka dicegat oleh orang- orang kafir. Menghindari pertumpahan darah, kaum muslimin bersedia melakukan perundingan dengan orang-orang kafir.

Dalam perundingan itu, sebuah kesepakatan yang kemudian dikenal dengan Perjanjian Hudaibiyah diteken oleh kedua belah pihak. Salah satu butir dalam isi perjanjian tersebut adalah bahwa kaum muslim tidak diperkenankan melaksanakan ibadah haji tahun itu. Mereka baru diizinkan pada tahun berikutnya, itu pun hanya dalam waktu tiga hari.

Sebelum Rasulullah SAW melakukan ibadah haji, konon beliau sudah pernah melakukan umrah sebanyak empat kali. Demikian diriwayatkan dari Aisyah, Ibnu Umar, dan Anas bin Malik. Umrah pertama dilakukan pada tahun 6 Hijriah/628 Masehi atau dikenal dengan umrah Hudaibiyah.

Umrah kedua dilakukan pada tahun berikutnya, umrah ketiga pada bulan Dzulqa’dah tahun yang sama, dan umrah keempat ketika beliau mengerjakan ibadah haji.

Selain riwayat dari tiga tokoh di atas, ada banyak informasi lain tentang berapa kali Rasulullah SAW menunaikan ibadah. Namun dari berbagai informasi tersebut, pendapat paling sahih menyatakan bahwa Nabi hanya melakukan umrah sebanyak tiga kali.

Umrah pertama dilaksanakan pada tahun 7 Hijriah/629 Masehi, umrah kedua dilakukan pada tahun 8 Hijriah/630 Masehi dan dikenal dengan umrah Dzulqa’dah atau umrah Ji’ranah, dan umrah ketiga terjadi pada tahun 10 Hijriah/632 Masehi, yaitu ketika Nabi mengerjakan Haji Wada’.

Manasik haji yang dikenalkan oleh Rasulullah SAW adalah penyempurna dari manasik haji para nabi sebelumnya, termasuk manasik haji Nabi Ibrahim AS.

Manasik haji yang dikenalkan oleh Rasulullah SAW dapat diuraikan dalam urutan, yaitu: ihram; thawaf; shalat dua rakaat di Maqam Ibrahim; sa’i (berlari-lari kecil) antara bukit Shafa dan Marwah; wukuf di Padang Arafah; bermalam di Muzdalifah; melempar Jumrah Aqabah; menyembelih binatang kurban; melaksanakan thawaf ifadhah; tahallul atau bercukur; mabit atau menginap di Mina; melempar tiga jumrah pada Hari Tasyriq (tanggai 11, 12, dan 13 Dzulhijjah); dan melakukan tawaf wada’ atau tawaf perpisahan.

Sewaktu mengerjakan Haji Wada’ atau haji terakhir, Rasulullah SAW berpesan agar umat Islam mengikuti manasik atau tata cara haji yang beliau contohkan. Manasik haji tidak boleh dimodifikasi sebab ditetapkan secara langsung melalui wahyu Allah SWT.

Demikianlah ritual haji yang disyariatkan kepada Nabi Adam AS, Nabi Ibrahim AS, hingga Nabi Muhammad SAW. Setiap ritual haji yang diturunkan kepada nabi-nabi tersebut mengalami penyempurnaan dan pembersihan dari segala macam pencemaran.

Sumber : http://www.jurnalhaji.com

Baca Artikel Lainnya : ARAB JAHILIYAH BERHAJI?

Mr. Alger, who served five terms from Texas, led Republican women in a confrontation with Lyndon B. Johnson that may have cost Richard M. Nixon the 1960 presidential election.

Since a white police officer, Darren Wilson fatally shot unarmed black teenager, Michael Brown, in a confrontation last August in Ferguson, Mo., there have been many other cases in which the police have shot and killed suspects, some of them unarmed. Mr. Brown's death set off protests throughout the country, pushing law enforcement into the spotlight and sparking a public debate on police tactics. Here is a selection of police shootings that have been reported by news organizations since Mr. Brown's death. In some cases, investigations are continuing.

Photo
 
 
The apartment complex northeast of Atlanta where Anthony Hill, 27, was fatally shot by a DeKalb County police officer. Credit Ben Gray/Atlanta Journal Constitution

Chamblee, Ga.

Artikel lainnya »