Sparpart genset murah genset perkins genset foton genset cummins murah genset lovol 100 kva harga
JUAL GENSET LOVOL MURAH DI JAKARTA

Jual Sparepart Genset Doosan di Banten Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Sparepart Genset Doosan di Banten Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Sparepart Genset Doosan di Banten

Jual Sparepart Genset Doosan di Banten

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Sparepart Genset Doosan di Banten | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Genset Cummins 37 Kva Silent Murah di Bali

Genset Cummins 37 Kva Silent Murah di Bali Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Genset Cummins 37 Kva Silent Murah di Bali

Bismillahirrohmanirrohim.. Aku awali pesan ini dengan kata bismillah, berharap agar semua berjalan mudah. Tapi kenyataanya

Aku awali pesan ini dengan kata bismillah, berharap agar semua berjalan mudah.
Tapi kenyataanya, tak ada cara mudah untuk menyampaikn ini semua.
Dari pada aku berbasa basi banyak alasan, lebih baik ku sampaikan saja secara mengalir laksana sebuah cerita.
 
Semalam waktu aku berkumpul bersama keluarga ku, bapak, ibu, dan adik-adik ku, aku bercerita tentang kamu.
tentang hubungan kita.
Tentang asal usul dan juga setatus mu.
Tapi.. respon yang ku dapat jauh di luar perkiraan yang ku harap.
 
Bahkan harus berahir dengan penyesalan.
mengapa aku tadi bercerita?
kenapa tadi ku tak diam saja?
Aku menggerutu dalam hati yang di penuhi sesal.
 
Tapi begitulah takdir berperan, mengalir bagai arus air.
Tak akan bisa di tahan walau dengan membentang kedua tangan.
Apa kamu tau apa respon mereka?
 
Ibunda ku berkata..
 
“Le..mbok kamu itu tau diri.
Lihat dulu dari kalangan mana kamu berasal.
Dia itu orang yang berpendidikan.
Kuliah, jadi mahasiswi, pasti orang tuanya mengharap masa depan cerah untuk dia.
Mereka ingin hidup anak mereka terjamin, berkecukupan, dan bisa jadi “orang”.
Lha kamu ini apa to le?
Kamu cuma lulusan SD, lulusan pesantren.
Jangankan kuliah le, SMP saja kamu ga’ pernah.
Lha kok berani-beraninya pacaran sama mahasiswa, yang cerah masa depanya.
 
Lebih baik kamu “lepas” saja dia.
Sebelum semua terlambat terlalu jauh.
Sebelum kamu mengecewakanya terlalu dalam.
Ngomong pelan-pelan sama dia.
Yang halus..yang sopan.
Kalo dia marah sama kamu, itu memang haknya dia.
Karena itu memang salah kamu.
Tapi ibu nasehatkan sama kamu, itu semua juga demi kebaikan dia.
Dia ga’ pantes sama kamu.
Dia berhak dapat yang lebih baik dari pada kamu.
 
Kita ini orang kecil le.
Berfikiran yang sederhana.
Yang penting hidup tentram dan mensyukuri apa yang ada.
Kalo kamu memang cinta sama dia, seharusnya kamu ga’ egois.
Kamu juga harus mikir masa depan dia juga.
Kalo dia sama kamu yang orang kampung ini, mau jadi apa dia?
Lagi pula dia jauh juga kan?
Ibu ga’ pengen nanti punya menantu yang jauh.
Apa lagi sampai nyebrang laut.
Kamu ga’ lihat sekarang kapal pada tenggelam?
Pesawat juga pada jatuh?
Kalo memang terpaksa dapat yang jauh, yang penting ga’ nyebrang laut”.
 
Bapak ku juga mendukung kata-kata ibu ku..
“Mumpung belum kenal lebih dalam, mending sudahi skrg.
Dari pada kamu malah lebih membuat dia kecewa nantinya”.
 
Aku berfikir semalaman.
Galau, kecewa, dan marah, karena merasa aku ga’ pernah di anggap benar dalam melangkah.
Tapi.. setelah ku berfikir panjang, kata-kata mereka benar juga.
Kamu ga’ pantas dengan aku.
Kamu berhak mendapat yang lebih baik dari aku.
Aku hanya ingin.. jika hubungan ini harus berahir, ku ingin di ahiri dengan baik-baik..
Sebagaimana kita memulai semua ini dengan baik-baik pula.
 
Ku ingin kau mengerti sayang, ku meninggalkan mu bukan karena rasa benci ku.
Tapi.. Ku ingin kau tau, beginilah cara ku dalam mencintai mu.
Bukankah cinta itu bukan tentang bagaimana cara kita memiliki?
Tapi bagaimana cara kita berkorban demi orang yang paling kita cintai..
Dan dalam kisah ku ini, orang itu adalah kamu..
 
Richa..
Baik-baiklah kau di batas cakrawala sana..
Dan dari belahan bumi yang jauh ini, aku kan selalu mendo’akan untuk kebahagiaan mu..
Dari ku..
Cinta mu di ujung bumi .....
cerita romantis di atas adalah sebuah cerita yang diambil dari kisah perjalanan yang nyata. Begitu romantis dan menyentuh hati...untuk se sengkap nya klik di sini
 

Wisata Jakarta kali ini akan mengulas sebuah obyek wisata di Jakarta yang telah menjelma bagi masyarakat Jakarta sebagai Lambang

Wisata Jakarta kali ini akan mengulas sebuah obyek wisata di Jakarta yang telah menjelma bagi masyarakat Jakarta sebagai Lambang Kota Jakarta, obyek wisata dan juga telah menjadi sebuah Land Mark dari Kota Jakarta, yaitu Monumen Nasional atau biasa disebut Tugu Monas.

Lokasi wisata ini telah terletak tepat di depan Istana Kepresidenan Republik Indonesia di Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, dan telah dikelilingi juga oleh berbagai obyek wisata penting dari Jakarta, seperti Museum Gajah, Mesjid Istiqlal, dan Gereja Katolik Khatedral, telah membuat kunjungan wisata ke Monumen Nasional, atau sering disingkat dengan Monas menjadi sebuah pengalaman wisata yang sangat menarik. Apalagi Monas telah dikelilingi oleh lahan hijau yang sangat luas, dan buka setiap hari (kecuali hari Senin di Minggu terakhir tutup), telah memungkinkan kunjungan keluarga di hari Sabtu, Minggu, atau libur sambil berolah raga di kawasan sekitar Monas, sambil mengunjungi Museum Diorama Perjuangan Kemerdekaan bangsa Indonesia. Pulangnya jangan lupa mampir ke Mesjid Istiklal, Mesjid terbesar di Asia Tenggara, dan Gereja Katolik Kathedral, gereja yang juga sudah menjadi icon wisata Jakarta.

Dengan berwisata ke Monumen Nasional, kita juga berkesempatan untuk dapat melihat kota Jakarta dari ketinggian 115 m dari permukaan tanah, yaitu dari Puncak Monas, dengan hanya dibatasi oleh sedikit besi pelindung, dengan terpaan angin yang cukup kencang, pastilah telah menjadi suatu pengalaman yang sulit dilupakan. Anda juga bisa melihat kota Jakarta secara bebas sampai keseluruhan pelosoknya, dengan gedung pencakar langit dibawah kita, sebagian ditutupi awan kabut. Suatu pengalaman wisata yang tidak bisa didapat di tempat lain di Jakarta.

Diorama Sekitar Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Monumen Nasional atau Tugu Monas Jakarta adalah sebuah monumen yang telah didirikan untuk dapat mengenang dan melestarikan kebesaran perjuangan bangsa Indonesia yang dikenal dengan Revolusi Kemerdekaan Rakyat Indonesia 17 Agustus 1945, dan untuk dapat membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme bagi generasi sekarang, dan generasi masa mendatang. Pembangunan Tugu Monumen Nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 214 Tahun 1959, tanggal 30 Agustus 1959 tentang Pembentukan Panitia Monumen Nasional. Pemancangan tiang pertama dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Pertama, Ir. Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1961. Pembangunan Tugu Monumen Nasional dibiayai sebagian besar dari sumbangan masyarakat bangsa Indonesia secara gotong royong, dan mulai dibuka sebagai lokasi wisata untuk umum pada tanggal 18 Maret 1972 berdasarkan Keputusan Gubernur KDKI Jakarta Nomor Cb.11/1/57/72.

Arsitektur Monumen Nasional melambangkan lingga dan yoni yang akrab dengan Budaya Bangsa Indonesia di masa Kerajaan Hindu dan Buda. Selain itu juga telah menggambarkan Alu dan Lumpang yang juga merupakan alat rumah tangga untuk mengulek bumbu bahan makanan sehari-hari. Tinggi pelataran cawan sebagai personofikasi dari lumpang adalah 17 m. Luas cawan yang berbentuk bujur sangkar adalah 45 m x 45 m. Sedangkan bagian dalam cawan adalah ruang dengan tinggi ruangan 8 m. Di dalam ruangan yang disebut dengan Ruang Kemerdekaan, ruangannya berbentuk amphitheater mengelilingi 4 Atribut Kemerdekaan RI, yaitu Peta Kepulauan Republik Indonesia, Bendera Sang Saka Merah Putih, Lambang Negara Bhineka Tunggal Ika, dan Pintu Gapura yang berisi Naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Semua itu ditujukan untuk dapat mengingatkan kita kembali kepada tanggal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yaitu tanggal 17 Agustus 1945.

Struktur Monumen Nasional Jakarta

Di bawah ruang cawan, yaitu 3 m di bawah permukaan tanah terdapat Ruangan Museum Sejarah seluas 80 m x 80 m dengan dinding, tiang, dan lantainya secara keseluruhan berlapiskan marmer. Di ruang Museum sejarah ini ada 51 jendela peragaan / diorama yang telah mengabadikan peristiwa sejak jaman nenek moyang bangsa Indonesia, perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, sampai kepada masa mengisi kemerdekaan. Selain itu juga ada foto-foto dokumentasi dari proses pembangunan Monumen Nasional Jakarta. Dengan berwisata mengunjungi Monas, dijamin wawasan kita tentang apa arti Kemerdekaan bagi warga Jakarta dan bangsa Indonesia pasti akan bertambah.

Ruang Museum di Monumen Nasional Jakarta

Salah Satu dari 51 Diorama di Museum Sejarah Monas

Pelataran Puncak Tugu Monumen Nasional telah terletak pada ketinggian 115 meter dari halaman Monas, bisa dicapai dengan elevator berkapasitas 11 penumpang (ditambah satu orang pemandu lift dari pengelola, kapasitas sebenarnya 12 orang). Pelataran Puncak luasnya adalah 11 m x 11 m dan dapat menampung sampai 50 orang. Dari sini kita bisa melihat gedung-gedung pencakar langit dan wilayah Jakarta sampai ke ujung. Di sana juga disewakan teropong dengan tarif hanya Rp 2.000,- sekali teropong. Melihat pemandangan Jakarta dari sana sangat menarik, tapi buat yang punya rasa takut akan ketinggian, tidak bisa dipungkiri rasa takut itu akan muncul, seiring menyadari bahwa semua gedung pencakar langit dan awan ada di bawah kita. Apalagi saat angin yang agak kencang menerpa baju kita, seakan-akan akan menerbangkan kita. Yah, tapi itulah salah satu daya tarik dari wisata di Monas. Hitung-hitung sambil berwisata, kita juga memacu adrenalin kita.

Yang menarik adalah, di bagian puncak tugu, diletakkan sebuah bentuk lidah api yang tak pernah padam, melambangkan tekad bangsa Indonesia untuk berjuang yang tidak akan padam sepanjang masa. Lidah api itu dibentuk dari 14,5 ton perunggu yang dibungkus oleh 50 kg emas. Lidah api itu tingginya 14 meter dan berdiameter 6 meter, terdiri dari 77 bagian yang disatukan.Ketinggian puncak lidah api adalah 132 meter dari halaman Tugu Monumen Nasional.

Membayangkan bahwa lidah api dibuat dengan emas 50 kg, pastilah harga yang sangat mahal untuk ditaruh di sebuah tugu. Pada saat tulisan ini ditulis, harga emasnya saya hitung setara dengan Rp. 15 milyar. Suatu harga yang pantas untuk mengingatkan kita agar semangat kita melanjutkan cita-cita perjuangan pendahulu kita tidak padam. Monas memang bukan hanya milik warga Jakarta, tetapi milik bangsa Indonesia. Selamat berwisata di Monas dan menikmati keindahan kota Jakarta dari ketinggian 115 meter di atas tanah. Dan cobalah renungkan betapa tingginya harga yang harus dibayar untuk memperoleh kemerdekaan Bangsa Indonesia. Maka marilah kita ikut mengisinya dengan hal-hal yang berguna bagi kita dan generasi masa depan.
brandingstrategies.info
Wisata Monumen Nasional Jakarta :

    Dibuka untuk kunjungan wisata setiap hari, kecuali setiap Senin terakhir tiap bulan
    Harga tiket masuk wisata ke cawan Rp. 2,500,-/orang untuk dewasa, Rp. 1.000,-/orang untuk pelajar/mahasiswa
    Harga tiket masuk wisata ke pelataran puncak Rp. 7.500,-/orang untuk dewasa dan Rp. 3.500,- untuk pelajar/mahasiswa
    Harga sewa teropong Rp. 2.000,-/koin

 

Mr. Bartoszewski was given honorary Israeli citizenship for his work to save Jews during World War II and later surprised even himself by being instrumental in reconciling Poland and Germany.

Mr. Tepper was not a musical child and had no formal training, but he grew up to write both lyrics and tunes, trading off duties with the other member of the team, Roy C. Bennett.

Artikel lainnya »