Jual Sparepart Genset Doosan Murah di Tulang Bawang Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Sparepart Genset Doosan Murah di Tulang Bawang Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Sparepart Genset Doosan Murah di Tulang Bawang

Jual Sparepart Genset Doosan Murah di Tulang Bawang

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Sparepart Genset Doosan Murah di Tulang Bawang | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Jual Sparepart genset cummins kapasitas 10 kva - 650kva di Singkawang

Jual Sparepart genset cummins kapasitas 10 kva - 650kva di Singkawang Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Jual Sparepart genset cummins kapasitas 10 kva - 650kva di Singkawang

Belum adanya kepastian mengenai keberadaan pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang, telah membuat keluarga penumpang melakukan upaya untuk bisa mendapatkan informasi tambahan. Mereka bahkan juga mendatangi paranormal. "Kami sudah ada upaya datang ke Kelenteng, dan jumpa orang pintar," kata Santi, adik bungsu Sugianto Lo yang berusia (48) tahun , salah seorang penumpang MH370 yang hilang, saat ditemui di rumah duka Jalan Bilal Gang Idris No 65 Medan, Jumat (14/3). Namun, dari hasil penerawangan paranormal itu, keluarga tetap belum mendapat kejelasan. "Tidak jelas sekali (masih hidup atau tidak), orang pintarnya hanya bilang di laut, gak jelas laut mana. Tapi itu kan kata orang pintar, jadi belum 100 persen benar," sambung Santi. Seperti yang telah diberitakan, Sugianto Lo juga merupakan salah satu dari 239 orang penumpang dan kru yang ada di pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang setelah terbang dari Kuala Lumpur, Sabtu (8/3) dinihari. Hingga kini keberadaan pesawat itu belum jelas. Sugianto dan istrinya dan Vinny Chynthya Tio berencana ke China untuk liburan. Pasangan ini berangkat dari Bandara Kualanamu Deli Serdang, Jumat (7/3) siang. Keduanya terbang ke China dengan pesawat Malaysia Airlines MH370 yang transit di Kuala Lumpur.

Belum adanya kepastian mengenai keberadaan pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang, telah membuat keluarga penumpang melakukan upaya untuk bisa mendapatkan informasi tambahan. Mereka bahkan juga mendatangi paranormal.

"Kami sudah ada upaya datang ke Kelenteng, dan jumpa orang pintar," kata Santi, adik bungsu Sugianto Lo yang berusia (48) tahun , salah seorang penumpang MH370 yang hilang, saat ditemui di rumah duka Jalan Bilal Gang Idris No 65 Medan, Jumat (14/3).

Namun, dari hasil penerawangan paranormal itu, keluarga tetap belum mendapat kejelasan. "Tidak jelas sekali (masih hidup atau tidak), orang pintarnya hanya bilang di laut, gak jelas laut mana. Tapi itu kan kata orang pintar, jadi belum 100 persen benar," sambung Santi.

Seperti yang telah diberitakan, Sugianto Lo juga merupakan salah satu dari 239 orang penumpang dan kru yang ada di pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang setelah terbang dari Kuala Lumpur, Sabtu (8/3) dinihari. Hingga kini keberadaan pesawat itu belum jelas.

Sugianto dan istrinya dan Vinny Chynthya Tio berencana ke China untuk liburan. Pasangan ini berangkat dari Bandara Kualanamu Deli Serdang, Jumat (7/3) siang. Keduanya terbang ke China dengan pesawat Malaysia Airlines MH370 yang transit di Kuala Lumpur.

saco-indonesia.com, CARA MEMELIHARA ALAT LABORATORIUM   Agar efektifitas pemanfaatan alat peraga laboratorium dapat

saco-indonesia.com,

CARA MEMELIHARA ALAT LABORATORIUM
 

Agar efektifitas pemanfaatan alat peraga laboratorium dapat dicapai dengan sempurna , maka diperlukan syarat pengetahuan dan keterampilan penggunaan peralatan yang telah meliputi :
a.   Pengetahuan tentang spesifikasi peralatan.
b.  Pengetahuan tentang pengoperasian peralatan.
c.  Pengetahuan tentang kondisi peralatan.
d. Pengetahuan tentang target dan sasaran pengamatan dan atau pengukuran dengan
    peralatan tersebut.
e. Pengetahuan metoda, waktu dan teknik pengamatan dan atau pengukuran dengan
    peralatan tersebut.
Pengetahuan dan keterampilan penggunaan peralatan ternyata telah memegang peranan yang sangat penting dalam perawatan peralatan agar peralatan berfungsi dengan baik dan kerusakan dapat dihindarkan sejauh mungkin.

 Macam-macam Peralatan laboratorium
            Secara garis besar peralatan laboratorium telah dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) bagian, yaitu :
1.                  Peralatan elektronika.
2.                  Peralatan yang terbuat dari bahan baku logam.
3.                  Peralatan yang terbuat dari bahan baku gelas.
4.                  Peralatan yang terbuat dari bahan baku karet/plastik.
Peralatan elektronika adalah peralatan yang telah mempergunakan sumber daya listrik,
misalnya : Kit Listrik (catu daya, meter dasar, multi meter, audio generator, osiloskop,
pembangkit getaran)
Bahan baku logam yang biasa dipakai untuk dapat membuat peralatan, di antaranya nikel, tembaga, besi, seng dan logam campuran lainnya. Peralatan yang telah terbuat dari bahan baku logam misalnya : Kit Mekanik (micrometer sekrup, jangka sorong, pegas spiral, neraca pegas), Kit Listrik dan Magnet (papan rangkaian), Mikroskop.
Bahan gelas yang biasa dipakai untuk dapat membuat peralatan, di antaranya : pyrex dan fiber glass. Peralatan yang terbuat dari bahan baku gelas, di antaranya : Kit Optika (lensa, balok kaca, prisma, cermin), Kit Kimia (tabung reaksi, pipet, buret), Kit Gelombang dan temodinamika (gelas kimia, thermometer, batang gelas), cermin pada mikroskop.
Peralatan yang terbuat dari bahan baku karet/plastik, di antaranya : pemukul garpu tala, sarung tangan dan mistar.

Perawatan peralatan elektronika
            Peralatan elektronika memiliki sifat-sifat :
1.                  Sensitif terhadap goncangan.
2.                  Sensitif terhadap medan magnet.
3.                  Tidak tahan terhadap suhu di atas 250 C.
4.                  Tidak tahan terhadap terhadap udara lembab.
5.                  Tidak tahan terhadap kotoran dan debu.
Berdasarkan sifat-sifatnya itu, maka peralatan elektronika harus perlu dihindari dari guncangan dan medan magnetik agar sensitifitas peralatan dapat terjaga. Selain itu, hendaknya penggunaan peralatan elektronika berada dalam ruangan yang bertemperatur antara 180 C – 250 C.
Setelah penggunaan peralatan elektronika, peralatan hendaknya harus dibersihkan dari kotoran dan debu kemudian disimpan di ruangan yang kering.

Perawatan peralatan yang terbuat dari bahan baku logam.
            Peralatan yang telah terbuat dari bahan baku logam telah mudah mengalami karatan. Untuk dapat menghindari terjadinya karatan itu maka peralatan harus disimpan di tempat yang bertemperatur tinggi (± 370 C) dan lingkungan kering. Jika perlu gunakan bahan silicon sebagai penyerap air.
            Sebelum disimpan peralatan harus bebas dari kotoran, debu ataupun air yang melekat kemudian telah diolesi dengan minyak olie, minyak rem atau paraffin cair.

Perawatan peralatan yang terbuat dari bahan baku gelas.
Bahan gelas banyak dipakai dalam laboratorium kimia dan biologi. Ada beberapa keunggulan maupun kelemahan peralatan yang terbuat dari bahan baku gelas, yaitu :
A..       Keunggulannya :
            1.         Bahan baku gelas tahan terhadap reaksi kimia.
2.         Bahan baku gelas tahan terhadap perubahan temperatur yang mendadak.
3.         Bahan baku gelas telah memiliki koefisien muai yang kecil.
4.         Bahan baku gelas telah memiliki daya tembus cahaya yang besar.
B.        Kelemahannya :
            1.         Bahan baku gelas sangat mudah pecah terhadap tekanan mekanik.
2.         Bahan baku gelas mudah tumbuh jamur sehingga mengganggu daya tembus cahaya.
            3.         Bahan baku gelas mudah tergores.

Untuk perawatan terhadap peralatan yang terbuat dari gelas bukanlah perkara yang sulit akan tetapi menuntut ketekunan laboran. Dengan memperhatikan keunggulan dan kelemahan dari bahan baku gelas, maka untuk perawatan peralatan berbahan baku gelas harus memperhatikan :
1.                  Ruang penyimpanan peralatan juga harus bertemperatur antara 270 C – 370 C dan diberi tambahan lampu 25 watt.
2.                  Ruang penyimpanan diberi bahan silicon sebagai zat higroskopis.
3.                  Pada saat memanaskan tabung reaksi hendaknya telah ditempatkan di atas kawat kasa. Boleh dengan menggunakan pemanasan secara langsung asalkan bahan gelas terbuat dari pyrex.
4.                  Gelas yang akan direbus hendaknya tidak dimasukkan langsung ke dalam air yang sedang mendidih melainkan gelas direndam dengan air bersih dan dingin kemudian tambahkan detergent, larutan kalium dichromat 10 gr, asam belerang 25 ml dan aquadest 75 ml. Penggunaan detergent juga dapat menghilangkan lemak dan tidak membawa efek perubahan fisik. Kadang-kadang memerlukan waktu perendaman sampai beberapa jam, kemudian dibilas dengan air bersih. Keringkan dengan udara panas lalu simpan di tempat yang kering.
5.                  Debu, keringat, minyak dari telapak tangan sangat mudah menempel pada peralatan berbahan baku gelas. Oleh karena itu setelah digunakan luangkan waktu sejenak untuk dapat membersihkan permukaan peralatan dengan kain lembut atau dengan kertas tissue khusus. Gunakan alcohol, acetone, kapas, sikat halus dan pompa angina untuk dapat membersihkan lensa jangan sampai merusak lapisan lensa. Saat ini juga terdapat cairan pembersih khusus kaca/lensa yang dapat diperoleh di optic untuk dapat membersihkan kaca/lensa dengan lebih sempurna. Hindarkan membersihkan kaca/lensa dalam keadaan kering apalagi dengan menggunakan  kain yang berseray kasar karena hal itu juga dapat menimbulkan goresan pada kaca/lensa.
6.                  Letakkan peralatan berbahan baku gelas di tempat ketika tidak digunakan. Meletakkan peralatan tidak di tempatnya beresiko merusak kondisi alat karena mungkin saja peralatan tersebut tertindih atau tertekan yang mengakibatkan terjadinya perubahan fisik permanent.

Perawatan peralatan yang terbuat dari bahan baku karet/plastik.
            Peralatan berbahan baku karet yang bersifat elastis dan tidak tahan terhadap panas karena dapat menggangu elastisitas karet.
Sarung tangan dari karet mudah sekali meleleh atau lengket apabila disimpan terlalu lama. Untuk dapat menghindari kerusakan pada peralatan berbahan baku karet/plastik, hendaknya peralatan dibersihkan dari berbagai kotoran dengan menggunakan detergent kemudian dikeringkan (sangat baik jika menggunakan hembusan udara panas). Setelah itu ditaburi talk (bedak) pada seluruh permukaan karet dan disimpan dengan menggunakan tablet formalin


MEMBERSIHKAN PERALATAN LABORATORIUM
Kebersihan peralatan laboratorium, baik yang berupa peralatan gelas atau non gelas seperti bejana polyethylene, polypropylene dan teflon, juga merupakan bagian yang sangat mendasar dalam kegiatan laboratorium dan merupakan elemen penting dalam program jaminan mutu.
Perhatian kepada kebersihan barang-barang tersebut harus ditingkatkan dan harus proporsional dengan tingkat kepentingan pengujian, akurasi pengukuran yang diperlukan dan menurunnya konsentrasi analit yang akan ditentukan.
Setiap laboratorium harus menetapkan prosedur yang memadai untuk dapat membersihkan peralatan gelas dan non gelas yang digunakan dalam berbagai macam pengujian. Apabila metodologi pengujian tertentu mensyaratkan prosedur membersihkan secara spesifik, maka prosedur tersebut harus diikuti.
Cara Membersihkan Peralatan Laboratorium Secara Umum
Proses membersihkan harus dilakukan segera setelah peralatan digunakan. M
Cara Membersihkan Timbangan
Kebersihan timbangan harus dicek setiap kali selesai digunakan, bagian dan menimbang harus dibersihkan dengan menggunakan sikat, kain halus atau kertas (tissue) dan membersihkan timbangan secara keseluruhan timbangan harus 392 dimatikan, kemudian piringan (pan) timbangan dapat diangkat dan seluruh timbangan dapat dibersihkan dengan menggunakan pembersih seperti deterjen yang lunak, campurkan air dan etanol/alkohol. Sesudah dibersihkan timbangan dihidupkan dan setelah dipanaskan, cek kembali dengan menggunakan anak timbangan.
Cara Membersihkan dan Merawat Penangas Air (Water Bath) Thermostat
Perawatan secara reguler oleh Jasa Layanan pelanggan tidak diperlukan. Pembersihan yang telah dibutuhkan pada perawatan (seperti membersihkan sudu-sudu / baling-baling roda yang berputar) dilakukan oleh Operator laboratorium sesuai dengan petunjuk pabrik.
 
Media pemanas dan Alat
Media pemanas (misal air) harus dapat diganti dalam kasus bila terlihat adanya kontaminasi ( seperti partikel-partikel, kontaminasi dari reagen). Permukaan alat harus dibersihkan dengan menggunakan pembersih (sabun/ deterjen yang biasa digunakan). Kontaminasi lebih kuat ( adanya deposit kapur), dapat dihilangkan dengan pembersih yang khusus/cocok (misal asam asetat encer).
embuang bahan berbahaya dan pembersihan bahan korosif sebelum peralatan tersebut dibersihkan. Peralatan cuci manual atau otomatis harus menggunakan deterjen yang sesuai dengan kegunaannya.
Residu organik memerlukan perlakuan dengan larutan pembersih asam kromat. Peralatan harus dikeringkan dan disimpan dalam kondisi yang tidak memungkinkan terjadinya kontaminasi oleh debu atau bahan lain.


Editor : Dian Sukmawati

Ms. Rendell was a prolific writer of intricately plotted mystery novels that combined psychological insight, social conscience and teeth-chattering terror.

Hockey is not exactly known as a city game, but played on roller skates, it once held sway as the sport of choice in many New York neighborhoods.

“City kids had no rinks, no ice, but they would do anything to play hockey,” said Edward Moffett, former director of the Long Island City Y.M.C.A. Roller Hockey League, in Queens, whose games were played in city playgrounds going back to the 1940s.

From the 1960s through the 1980s, the league had more than 60 teams, he said. Players included the Mullen brothers of Hell’s Kitchen and Dan Dorion of Astoria, Queens, who would later play on ice for the National Hockey League.

One street legend from the heyday of New York roller hockey was Craig Allen, who lived in the Woodside Houses projects and became one of the city’s hardest hitters and top scorers.

“Craig was a warrior, one of the best roller hockey players in the city in the ’70s,” said Dave Garmendia, 60, a retired New York police officer who grew up playing with Mr. Allen. “His teammates loved him and his opponents feared him.”

Young Craig took up hockey on the streets of Queens in the 1960s, playing pickup games between sewer covers, wearing steel-wheeled skates clamped onto school shoes and using a roll of electrical tape as the puck.

His skill and ferocity drew attention, Mr. Garmendia said, but so did his skin color. He was black, in a sport made up almost entirely by white players.

“Roller hockey was a white kid’s game, plain and simple, but Craig broke the color barrier,” Mr. Garmendia said. “We used to say Craig did more for race relations than the N.A.A.C.P.”

Mr. Allen went on to coach and referee roller hockey in New York before moving several years ago to South Carolina. But he continued to organize an annual alumni game at Dutch Kills Playground in Long Island City, the same site that held the local championship games.

The reunion this year was on Saturday, but Mr. Allen never made it. On April 26, just before boarding the bus to New York, he died of an asthma attack at age 61.

Word of his death spread rapidly among hundreds of his old hockey colleagues who resolved to continue with the event, now renamed the Craig Allen Memorial Roller Hockey Reunion.

The turnout on Saturday was the largest ever, with players pulling on their old equipment, choosing sides and taking once again to the rink of cracked blacktop with faded lines and circles. They wore no helmets, although one player wore a fedora.

Another, Vinnie Juliano, 77, of Long Island City, wore his hearing aids, along with his 50-year-old taped-up quads, or four-wheeled skates with a leather boot. Many players here never converted to in-line skates, and neither did Mr. Allen, whose photograph appeared on a poster hanging behind the players’ bench.

“I’m seeing people walking by wondering why all these rusty, grizzly old guys are here playing hockey,” one player, Tommy Dominguez, said. “We’re here for Craig, and let me tell you, these old guys still play hard.”

Everyone seemed to have a Craig Allen story, from his earliest teams at Public School 151 to the Bryant Rangers, the Woodside Wings, the Woodside Blues and more.

Mr. Allen, who became a yellow-cab driver, was always recruiting new talent. He gained the nickname Cabby for his habit of stopping at playgrounds all over the city to scout players.

Teams were organized around neighborhoods and churches, and often sponsored by local bars. Mr. Allen, for one, played for bars, including Garry Owen’s and on the Fiddler’s Green Jokers team in Inwood, Manhattan.

Play was tough and fights were frequent.

“We were basically street gangs on skates,” said Steve Rogg, 56, a mail clerk who grew up in Jackson Heights, Queens, and who on Saturday wore his Riedell Classic quads from 1972. “If another team caught up with you the night before a game, they tossed you a beating so you couldn’t play the next day.”

Mr. Garmendia said Mr. Allen’s skin color provoked many fights.

“When we’d go to some ignorant neighborhoods, a lot of players would use slurs,” Mr. Garmendia said, recalling a game in Ozone Park, Queens, where local fans parked motorcycles in a lineup next to the blacktop and taunted Mr. Allen. Mr. Garmendia said he checked a player into the motorcycles, “and the bikes went down like dominoes, which started a serious brawl.”

A group of fans at a game in Brooklyn once stuck a pole through the rink fence as Mr. Allen skated by and broke his jaw, Mr. Garmendia said, adding that carloads of reinforcements soon arrived to defend Mr. Allen.

And at another racially incited brawl, the police responded with six patrol cars and a helicopter.

Before play began on Saturday, the players gathered at center rink to honor Mr. Allen. Billy Barnwell, 59, of Woodside, recalled once how an all-white, all-star squad snubbed Mr. Allen by playing him third string. He scored seven goals in the first game and made first string immediately.

“He’d always hear racial stuff before the game, and I’d ask him, ‘How do you put up with that?’” Mr. Barnwell recalled. “Craig would say, ‘We’ll take care of it,’ and by the end of the game, he’d win guys over. They’d say, ‘This guy’s good.’”

Artikel lainnya »