jual ECM perkins agen ECM perkins distributor ECM perkins toko ECM perkins seting ECM perkins

Jual Sparepart Genset Doosan Murah di Pasaman Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Sparepart Genset Doosan Murah di Pasaman Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Sparepart Genset Doosan Murah di Pasaman

Jual Sparepart Genset Doosan Murah di Pasaman

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Sparepart Genset Doosan Murah di Pasaman | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Genset Cummins 500 kva Murah di Toli-Toli

Genset Cummins 500 kva Murah di Toli-Toli Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Genset Cummins 500 kva Murah di Toli-Toli

saco-indonesia.com, Polisi akhirnya telah berhasil untuk mengungkap pelaku pembunuhan wanita dalam mobil Nissan March putih F 13

saco-indonesia.com, Polisi akhirnya telah berhasil untuk mengungkap pelaku pembunuhan wanita dalam mobil Nissan March putih F 1356 KA. Satu dari dua pelaku, telah diamankan oleh jajaran Polres Jakarta Timur.

Berdasarkan informasi yang telah berhasil dihimpun, salah satu pelaku berhasil ditangkap, Sabtu (1/2) malam. Petugas tengah menggiring pelaku atas nama Daniel ke Pasar Kecapi, Pondok Gede, untuk dapat menggambil barang bukti motor yang digunakannya.

Daniel sendiri bukanlah pelaku utama atas tewasnya Feby Lorita. Ia hanya bertugas untuk membantu pelaku utama Ed, yang saat ini masih dalam proses pengejaran di Medan. Daniel sendiri juga merupakan seorang angkot yang terbujuk rayu Ed.

Kabar ditangkapnya Daniel sendiri, juga telah dibenarkan oleh Kapolres Jakarta Timur, Kombes Mulyadi Kaharni. Namun, ia belum dapat memberikan keterangan detil atas penangkapan yang dilakukan petugasnya. Melalui pesan singkatnya, Mulyadi hanya menulis. “Iya, sudah tahu kan,” tulisnya.

TIDAK HAMIL

Sementara itu, berdasarkan hasil otopsi yang telah dilakukan petugas, Feby sendiri tidak dalam kondisi hamil. Hanya saja, luka akibat benda tajam terlihat di leher korban. “Dari hasil otopsi korban sendiri tidak hamil,” kata Kasat Reskrim AKBP Didik Sugiarto.

Didik sendiri mengaku, jasad yang ditemukan di bagasi mobil disamping TPU Pondok Kelapa, Duren Sawit, benar Feby Lorita. Hal itu telah teruji dari hasil sidik jari korban yang dibandingkan dengan ijazah SMU miliknya. “Hasilnya identik 100 persen, korban adalah benar Feby Lorita,” tuturnya


Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri juga mengaku telah memiliki 10 program untuk dapat menciptakan kesejahte

saco-indonesia.com, Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri juga mengaku telah memiliki 10 program untuk dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat di 2014 mendatang . 10 Program itu di antaranya; Program Keluarga Harapan (PHK), RS Bedah Kampung, Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Pelayanan Kesejahteraan Sosial Anak, Rehabilitas Sosial, Pelayanan Sosial Lanjut Usia, Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil, Taruna Siaga Bencana dan Perlindungan Pekerja Migran Bermasalah.

"Ekspektasi 2014 kita kesejahteraan sosial. Bagaimana ending-nya kita bisa berbagi kepada masyarakat dengan cara apa? Memunculkan ide-ide yang brainstorming," kata Salim di Gedung Kemensos, Jakarta, Selasa (24/12).

Pihaknya juga akan melakukan bedah kampung untuk dapat menangani persoalan kemiskinan. Program tersebut diharapkan agar dapat memperbaiki kesejahteraan masyarakat.

"Bedah kampung adalah jalan pembuka bagi pembedah masalah sosial, di mana semangat kesetiakawanan sosial, peduli dan berbagai menjadi dasar dalam pelaksanaannya," ujarnya.

Salim juga menambahkan, sesuai dengan UU No 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, pihaknya juga berjanji akan tetap fokus dalam kampanye di sektor kementerian, pemerintah daerah (Pemda), dunia usaha, media massa, pegiat kesejahteraan sosial, dan dunia pendidikan yang bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Melalui kampanye program yang terarah, sehingga nyata peningkatan kesos akan berhasil," imbuh Salim.


Editor : Dian Sukmawati

Fullmer, who reigned when fight clubs abounded and Friday night fights were a television staple, was known for his title bouts with Sugar Ray Robinson and Carmen Basilio.

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Artikel lainnya »