Sparpart genset murah genset perkins genset foton genset cummins murah genset lovol 100 kva harga
JUAL GENSET LOVOL MURAH DI JAKARTA

Jual Sparepart Genset Cummins di Depok Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Sparepart Genset Cummins di Depok Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Sparepart Genset Cummins di Depok

Jual Sparepart Genset Cummins di Depok

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Sparepart Genset Cummins di Depok | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Jual genset perkins CHINA/LOVOL Kap 150 kva Prime power type 1106C-P6TAG3 Murah di Lebong

Jual genset perkins CHINA/LOVOL Kap 150 kva Prime power type 1106C-P6TAG3 Murah di Lebong Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Jual genset perkins CHINA/LOVOL Kap 150 kva Prime power type 1106C-P6TAG3 Murah di Lebong

Saco-Indonesia.com ó Kana Nabi Lain syakartum Laajidanakum Walain kapartum Ina Azabi Lasadid. Menjadi pribadi yang penuh syukur telah dikaitkan dengan hidup yang lebih panjang, bahagia, dan sehat. Menurut hasil penemuan para ahli di Harvard Medical School, kepribadian seperti itu dapat membuat obat yang diminum bekerja lebih efektif.

Saco-Indonesia.com — Kana Nabi Lain syakartum Laajidanakum Walain kapartum Ina Azabi Lasadid. Menjadi pribadi yang penuh syukur telah dikaitkan dengan hidup yang lebih panjang, bahagia, dan sehat. Menurut hasil penemuan para ahli di Harvard Medical School, kepribadian seperti itu dapat membuat obat yang diminum bekerja lebih efektif.

Dalam studi tersebut, para peneliti menemukan bahwa ada perbedaan efektivitas obat pada kelompok orang yang diberikan informasi positif dan negatif. Kelompok pertama melaporkan rasa sakit mereka 30 persen lebih cepat berkurang saat diberi informasi positif dibandingkan kelompok lainnya, bahkan meski obat yang diberikan hanyalah plasebo.

Peneliti senior Ted Kaptchuk mengatakan, status mental dapat dipengaruhi oleh status kesehatan, begitu pula sebaliknya. "Dengan kata lain, apa yang dikatakan padamu tidak hanya memengaruhi otakmu, tetapi juga tubuhmu," ujarnya.

Kendati demikian, Kaptchuk menegaskan agar tidak mengganti fungsi obat dengan senyuman. Bagaimanapun, tingkat kesembuhan pasien lebih tinggi dengan obat daripada dengan plasebo.

Studi dari University of Pittsburgh tersebut menemukan, dibandingkan dengan mereka yang selalu berpikir positif, orang yang pesimistis cenderung memiliki tekanan darah dan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi sehingga risiko kematian prematur pun meningkat.

Studi lainnya yang berasal dari Inggris melaporkan, atlet yang optimistis cenderung memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami cedera. Ini karena mereka lebih mudah bangkit jika mereka disakiti.

Senyum

Sebuah studi dari University of Kansas menemukan, para peserta yang lebih banyak tersenyum, terlepas dari perasaan mereka yang sebenarnya bahagia atau tidak, melaporkan memiliki laju jantung yang stresnya lebih rendah. Para peneliti mengatakan, otot wajah tertentu dapat mengirim pesan pada otak bahwa Anda bahagia saat tersenyum.

Untuk memperbaiki mood, para peneliti dari Southern Methodist University menyarankan untuk menulis hal-hal baik yang dialami dalam suatu hari. "Orang yang melakukan ini melaporkan mood yang lebih baik sehingga menambah manfaat kesehatan mereka. Terbukti dari kunjungan ke RS tiga bulan berikutnya, hasilnya lebih baik dari sebelumnya," ujar mereka.

 

Sumber :foxnews/kompas.com
Editor : Maulana Lee

saco-indonesia.com, Ada kabar yang beredar luas di WhatsApp yang telah menyebutkan jika salah satu aplikasi messenger terbesar d

saco-indonesia.com, Ada kabar yang beredar luas di WhatsApp yang telah menyebutkan jika salah satu aplikasi messenger terbesar di dunia ini akan segera dimatikan pada 28 Januari 2014 karena sudah kelebihan pengguna.

pesan yang telah beredar luas tersebut berbunyi "Whatsapp akan dimatikan pada 28 Januari. Berikut pesan langsung dari Jim Balsamic (CEO Whatsapp). Kami telah mengalami kelebihan penggunaan username pada WhatsApp Messenger. Kami telah meminta semua pengguna untuk dapat meneruskan pesan ini ke seluruh daftar kontak mereka. Jika Anda tidak meneruskan pesan ini, kami akan menganggap akun WhatsApp Anda tidak valid dan akan dihapus dalam 48 jam ke depan."

Selain itu, pesan ini juga telah menyebutkan jika pengguna harus membayar dengan nominal uang tertentu untuk bisa melakukan aktivasi ulang akun WhatsApp-nya.

"Mohon untuk tidak mengabaikan pesan ini atau Whatsapp tidak akan lagi mengenali aktivasi Anda. Jika Anda ingin mengaktifkan kembali akun Anda setelah proses penghentian operasi ini, biaya sebesar USD 25 akan ditambahkan ke tagihan bulanan Anda."

Namun, ternyata pesan ini sendiri hanyalah hoax saja dan bukan merupakan pesan yang resmi dari pihak WhatsApp. Berdasarkan lansiran tersebut, ini juga bukan pertama kalinya pesan hoax beredar di instan messenger WhatsApp. Bahkan pesan hoax yang telah menyebutkan pesan langsung dari CEO WhatsApp ini semakin marak seiring makin populernya WhatsApp di pengguna smartphone saat ini.

Jika Anda mendapatkan pesan tersebut, sebaiknya abaikan saja dan jangan di sebarkan lebih jauh. Hoax ini mungkin tidak berbahaya, namun tetap pesan yang bersifat spam ini akan menjengkelkan setiap penerimanya.


Editor : Dian Sukmawati

Ms. Pryor, who served more than two decades in the State Department, was the author of well-regarded biographies of the founder of the American Red Cross and the Confederate commander.

Though Robin and Joan Rolfs owned two rare talking dolls manufactured by Thomas Edison’s phonograph company in 1890, they did not dare play the wax cylinder records tucked inside each one.

The Rolfses, longtime collectors of Edison phonographs, knew that if they turned the cranks on the dolls’ backs, the steel phonograph needle might damage or destroy the grooves of the hollow, ring-shaped cylinder. And so for years, the dolls sat side by side inside a display cabinet, bearers of a message from the dawn of sound recording that nobody could hear.

In 1890, Edison’s dolls were a flop; production lasted only six weeks. Children found them difficult to operate and more scary than cuddly. The recordings inside, which featured snippets of nursery rhymes, wore out quickly.

Yet sound historians say the cylinders were the first entertainment records ever made, and the young girls hired to recite the rhymes were the world’s first recording artists.

Year after year, the Rolfses asked experts if there might be a safe way to play the recordings. Then a government laboratory developed a method to play fragile records without touching them.

Audio

The technique relies on a microscope to create images of the grooves in exquisite detail. A computer approximates — with great accuracy — the sounds that would have been created by a needle moving through those grooves.

In 2014, the technology was made available for the first time outside the laboratory.

“The fear all along is that we don’t want to damage these records. We don’t want to put a stylus on them,” said Jerry Fabris, the curator of the Thomas Edison Historical Park in West Orange, N.J. “Now we have the technology to play them safely.”

Last month, the Historical Park posted online three never-before-heard Edison doll recordings, including the two from the Rolfses’ collection. “There are probably more out there, and we’re hoping people will now get them digitized,” Mr. Fabris said.

The technology, which is known as Irene (Image, Reconstruct, Erase Noise, Etc.), was developed by the particle physicist Carl Haber and the engineer Earl Cornell at Lawrence Berkeley. Irene extracts sound from cylinder and disk records. It can also reconstruct audio from recordings so badly damaged they were deemed unplayable.

“We are now hearing sounds from history that I did not expect to hear in my lifetime,” Mr. Fabris said.

The Rolfses said they were not sure what to expect in August when they carefully packed their two Edison doll cylinders, still attached to their motors, and drove from their home in Hortonville, Wis., to the National Document Conservation Center in Andover, Mass. The center had recently acquired Irene technology.

Audio

Cylinders carry sound in a spiral groove cut by a phonograph recording needle that vibrates up and down, creating a surface made of tiny hills and valleys. In the Irene set-up, a microscope perched above the shaft takes thousands of high-resolution images of small sections of the grooves.

Stitched together, the images provide a topographic map of the cylinder’s surface, charting changes in depth as small as one five-hundredth the thickness of a human hair. Pitch, volume and timbre are all encoded in the hills and valleys and the speed at which the record is played.

At the conservation center, the preservation specialist Mason Vander Lugt attached one of the cylinders to the end of a rotating shaft. Huddled around a computer screen, the Rolfses first saw the wiggly waveform generated by Irene. Then came the digital audio. The words were at first indistinct, but as Mr. Lugt filtered out more of the noise, the rhyme became clearer.

“That was the Eureka moment,” Mr. Rolfs said.

In 1890, a girl in Edison’s laboratory had recited:

There was a little girl,

And she had a little curl

Audio

Right in the middle of her forehead.

When she was good,

She was very, very good.

But when she was bad, she was horrid.

Recently, the conservation center turned up another surprise.

In 2010, the Woody Guthrie Foundation received 18 oversize phonograph disks from an anonymous donor. No one knew if any of the dirt-stained recordings featured Guthrie, but Tiffany Colannino, then the foundation’s archivist, had stored them unplayed until she heard about Irene.

Last fall, the center extracted audio from one of the records, labeled “Jam Session 9” and emailed the digital file to Ms. Colannino.

“I was just sitting in my dining room, and the next thing I know, I’m hearing Woody,” she said. In between solo performances of “Ladies Auxiliary,” “Jesus Christ,” and “Dead or Alive,” Guthrie tells jokes, offers some back story, and makes the audience laugh. “It is quintessential Guthrie,” Ms. Colannino said.

The Rolfses’ dolls are back in the display cabinet in Wisconsin. But with audio stored on several computers, they now have a permanent voice.

Artikel lainnya »