Sparpart genset murah genset perkins genset foton genset cummins murah genset lovol 100 kva harga

Jual Sparepart Genset Cummins di Banjar Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Sparepart Genset Cummins di Banjar Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Sparepart Genset Cummins di Banjar

Jual Sparepart Genset Cummins di Banjar

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Sparepart Genset Cummins di Banjar | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Genset Perkins CHINA/LOVOL Kap 40 kva Prime power type 1004G Murah di Boalemo

Genset Perkins CHINA/LOVOL Kap 40 kva Prime power type 1004G Murah di Boalemo Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Genset Perkins CHINA/LOVOL Kap 40 kva Prime power type 1004G Murah di Boalemo

Saat ini, Maqam Ibrahim ditandai dengan sebuah bangunan kecil yang berjarak sekitar 14 meter dari dinding Kabah sebelah timur. S

Saat ini, Maqam Ibrahim ditandai dengan sebuah bangunan kecil yang berjarak sekitar 14 meter dari dinding Kabah sebelah timur. Selanjutnya, mereka berlari-lari kecil (sa’i) di antara bukit Shafa dan Marwah.

Setelah merampungkan sai, Ibrahim dan Ismail pergi ke Mina untuk melempar jumrah. Berikutnya, mereka bergegas ke Arafah untuk melakukan wukuf. Dalam riwayat yang lain, yaitu dari Abdullah bin Amr, Ibrahim baru melempar jumrah setelah ia kembali dari Arafah. Selesai dengan kegiatannya di Padang Arafah, Ibrahim dan putranya melakukan penyembelihan hewan kurban dan bercukur.

Ibadah haji dan umrah yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS telah banyak mengalami perkembangan dan penyempurnaan dibandingkan dengan ritual haji yang dilakukan oleh nabi-nabi sebelumnya. Tempat pelaksanaan haji yang dilakukan Ibrahim AS tidak hanya di sekitar Ka’bah seperti yang dilakukan oleh Nabi Adam AS, tetapi juga di Shafa, Marwah, Arafah, dan Mina.

Kegiatan selama ritual haji pun tidak sekadar tawaf, tetapi juga sa’i, melempar jumrah, menyembelih hewan kurban, dan bercukur (tahallul). Sayangnya, tidak ada informasi yang bisa dianggap valid berkenaan dengan waktu ibadah haji yang dikerjakan oleh Nabi Ibrahim itu. Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa malaikat Jibril mengajak Nabi Ibrahim AS pergi ke Mina pada Hari Tarwiyah, yaitu tanggai 8 Dzulhijjah.

Kapan tepatnya Nabi Ibrahim melempar jumrah juga tidak diketahui secara pasti. Konon, Ibrahim AS melempar jumrah pada Hari Nahar, yaitu tanggai 10 Dzulhijjah. Itu artinya ibadah haji yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan Ismail terjadi pada bulan Dzulhijjah sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Seruanlbrahimkepadaumatmanusiauntukmenunaikan ibadah haji mendapatkan respon yang positif, termasuk dari Sarah dan putranya yang bernama Ishak. Menurut cerita, mereka berdua juga pergi ke Baitullah di Makkah.

Oleh sebab itu, boleh jadi, ibadah haji juga pernah menjadi bagian dari ritual agama Yahudi. Pada perkembangan berikutnya, haji juga diikuti oleh penduduk kabilah Jurhum dan orang-orang yang menghuni dataran tandus Makkah.

Sumber : Republika.co.id

Baca Artikel Lainnya : SYARIAT IBADAH HAJI DARI NABI-NABI

Pemeriksaan colok dubur atau Digital Rectal Examination (DRE) menjadi langkah pencegahan terhadap penyakit kanker prostat.

Saco-Indonesia.com - Pemeriksaan colok dubur atau Digital Rectal Examination (DRE) menjadi langkah pencegahan terhadap penyakit kanker prostat. Langkah pencegahan ini sekaligus sebagai bentuk deteksi dini kemungkinan kanker prostat. Pada pemeriksaan ini, dokter akan meraba prostat anda melalui anus dengan sarung tangan.

"Memang hasilnya bersifat relatif, bergantung pada jari dokter dan seringnya dokter melakukan pemeriksaan. Tapi langkah ini paling mudah, murah, dan aplikatif," kata internist Dr.Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD,KHOM,FACP pada seminar Kanker Prostat:Pembunuh Lelaki yang Datang Diam-Diam di Jakarta, Rabu (15/5).

Pemeriksaan ini, menurut Aru, tidak harus dilakukan spesialis. Dokter umum yang ada di seluruh wilayah Indonesia bisa melakukannya. Pemeriksaan DRE diharapkan bisa menjangkau dan mendeteksi lebih banyak masyarakat di pelosok Indonesia. Pada pemeriksaan DRE dokter akan memeriksa permukaan prostat.

"Apakah masih halus atau sudah ada benjolan. Dokter juga akan memeriksa apakah prostatnya sudah mengeras atau belum, sekaligus membedakannya dengan pembesaran prostat biasa," ujar Aru.

Menurut urolog Prof.dr.Rainy Umbas, PhD, SpU, pemeriksaan DRE bisa meningkatkan angka harapan hidup penderita kanker prostat hingga 60 persen. Hal ini dikarenakan penyakit bisa diketahui lebih awal, sehingga mempermudah proses penyembuhan.

"Pemeriksaan DRE ini penting karena kanker prostat tidak memiliki gejala yang khas. Deteksi dini tentu sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup pasien," kata Umbas.

Pemeriksaan DRE semakin penting bila melihat hasil studi National Comprehensive Cancer Network Guideline pada 2012. Pada studi ini 58,8 persen penderita kanker memeriksakan diri pada stadium lanjut. Sementara, angka penyebaran penyakit ini di Indonesia adalah 11 per 100 ribu penduduk.

Pemeriksaan DRE sebaiknya dilakukan sedini mungkin, terutama pada pria berusia di atas 50 tahun. Bila dalam keluarga ada riwayat kanker prostat, maka pemeriksaan DRE dilakukan pada pria ketika berusia 40 tahun. "Pengaruh gen sebetulnya kecil, hanya 6 persen. Namun orang dalam keluarga biasanya memiliki kebiasaan yang tidak jauh berbeda, sehingga faktor risikonya lebih besar," kata Umbas.

 

Editor :Liwon Maulana(galipat)

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

A lapsed seminarian, Mr. Chambers succeeded Saul Alinsky as leader of the social justice umbrella group Industrial Areas Foundation.

Artikel lainnya »