Jual Genset Perkins di Lima Puluh Kota Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Genset Perkins di Lima Puluh Kota Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Genset Perkins di Lima Puluh Kota

Jual Genset Perkins di Lima Puluh Kota

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Genset Perkins di Lima Puluh Kota | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Jual Sparepart sparepart genset lovol untuk semua kapasitas Murah di Natuna

Jual Sparepart sparepart genset lovol untuk semua kapasitas Murah di Natuna Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Jual Sparepart sparepart genset lovol untuk semua kapasitas Murah di Natuna

saco-indonesia.com, Seorang ibu rumahtangga menangis saat mendatangi Polresta Bekasi Kota, Sabtu (28/12) pagi. Tasnya baru saja

saco-indonesia.com, Seorang ibu rumahtangga menangis saat mendatangi Polresta Bekasi Kota, Sabtu (28/12) pagi. Tasnya baru saja telah dicuri dari dalam mobilnya dengan modus berteriak kalau ban mobil korban ada percikan api. Padahal itu hanya siasat penjahat saja.

Tas yang berisi buku tabungan, KTP, berberapa kartu ATM serta uang Rp 1 juta amblas. Rosdiani yang berusia 40 tahun , telah diantar keluarganya untuk melapor ke Polresta Bekasi Kota.

Menurut korban kepada petugas sekitar pukul 09.00 ia yang menggunakan minibis bertujuan untuk ke bank BCA Jalan Ir Juanda untuk dapat mengambil uang buat biaya kuliah anak. Dari rumahnya di Kemang ibu rumah tangga ini melajukan kendaraan. Namun sesampai di Jalan Hasibuan, Bekasi Selatan, pengendara motor telah memberitahu kalau ban mobil korban keluar percikan api.

Takut terjadi hal yang tak diinginkan, wanita bertubuh agak gemuk itu turun keluar dari mobil mengecek kebenaran itu. Tapi ketika melihat ke bawah mobil, seseorang telah mengambil tas yang ditaruh di jok samping kemudi mobil lalu naik ke boncengan motor temannya lalu tancap gas.

Massa yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa terperangah. “Disini sering kejadian seperti itu Bu,” papar seorang warga.

Ny Rosdiani kemudian minta bantuan saudaranya untuk melapor ke Mapolresta Bekasi Kota. Petugas Polresta Bekasi Kota telah memberikan surat keterangan kehilangan barang pada korban


Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Untuk anda pecinta alam, berkemah juga merupakan kegiatan biasa, sehingga perlu persiapan dan perlengakapan

saco-indonesia.com, Untuk anda pecinta alam, berkemah juga merupakan kegiatan biasa, sehingga perlu persiapan dan perlengakapan berkemah pastinya sudah hapal diluar kepala, dari kesemuanya peralatan dan perlengkapan berkemah, tenda telah menjadi perlengkapan yang harus dibawa untuk dapat mengarungi dan menikmati alam liar. Sekarang ini juga terdapat banyak variasi, model dan tentu saja harga tenda itu sendiri. Bahkan tak jarang yang telah menjadikan tenda sebagai sebuah bisnis jasa sewa tenda.

Biasanya untuk mereka yang bergerak dalam bisnis sewa tenda seringkali telah menawarkan paket-paket kenyamanan ataupun harga yang bersaing. Salah satunya MyHab. Salah satu pemain bisnis dalam bidang jasa sewa tenda menawarkan kenyamanan meskipun anda berada di alam liar.

Sewa Tenda juga mampu menampung sebanyak dua orang, dimana didalamnya telah dilengkapi dengan tempat tidur yang cukup empuk, lantai yang bisa ditinggikan, bahan anti air sampai ada "lemari besi" (safety box) untuk dapat menyimpan barang berharga pada saat anda ke kamar kecil atau mandi di sungai.

Tak hanya untuk cocok untuk berkemah di alam liar, sewa tenda ini juga cocok untuk keperluan piknik ataupun  menunggu konser atau festival yang mengkususkan anda untuk menginap. Dapat menghemat ongkos menginap dihotel bukan.


Editor : Dian Sukmawati

Ms. Turner and her twin sister founded the Love Kitchen in 1986 in a church basement in Knoxville, Tenn., and it continues to provide clothing and meals.

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Artikel lainnya »