Jual Genset Perkins Murah di Dompu Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Genset Perkins Murah di Dompu Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Genset Perkins Murah di Dompu

Jual Genset Perkins Murah di Dompu

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Genset Perkins Murah di Dompu | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Jual Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva di Pekalongan

Jual Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva di Pekalongan Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Jual Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva di Pekalongan

Orang-orang ini dikenal karena memiliki kebiasaan aneh ataupun kejadian unik yang dialaminya. Mulai dari orang yang tidak pernah tidur selama 30 tahun lebih! Ada pula pria yang punya kebiasaan aneh, yakni memakan benda-benda yang secara normal tak bisa dicerna tubuh manusia. Misalnya, sepeda, televisi, hingga pesawat Cessna 150. Astaga!

Orang-orang ini dikenal karena memiliki kebiasaan aneh ataupun kejadian unik yang dialaminya. Mulai dari orang yang tidak pernah tidur selama 30 tahun lebih! Ada pula pria yang punya kebiasaan aneh, yakni memakan benda-benda yang secara normal tak bisa dicerna tubuh manusia. Misalnya, sepeda, televisi, hingga pesawat Cessna 150. Astaga!

Berikut 6 pria paling aneh di muka bumi seperti dirangkum dari dari berbagai sumber:

1. Thai Ngoc, tidak tidur 30 tahun lebih

Pria Vietnam ini tak bisa tidur sejak menderita demam pada tahun 1973. Menurut media Vietnam, Thanh Nien, dia mengklaim tak pernah tidur selama 33 tahun. Selama itu, Thai Ngoc atau Hai Ngoc yang dilahirkan tahun 1942 ini menggunakan 'waktu luangnya' di malam hari untuk mengurusi lahan pertaniannya atau ronda menjaga lahannya dari pencuri. Ngoc memiliki lahan pertanian seluas 5 hektar yang terletak di wilayah kaki gunung di Que Trung, distrik Que Son, Thailand. Sehari-hari Ngoc sibuk bertani dan mengurusi hewan-hewan ternaknya, seperti ayam dan babi.

Anehnya, kesehatan Ngoc tidak terpengaruh dengan kebiasaan tidak bisa tidur tersebut. Sang istri pernah membawa Ngoc untuk memeriksakan kesehatannya dan dokter menyatakan, secara keseluruhan kondisi Ngoc sehat. Kecuali, ada sedikit masalah pada fungsi hatinya, namun tidak serius.

"Saya tidak tahu apakah insomnia yang saya alami mempengaruhi kesehatan saya atau tidak. Tapi saya merasa tetap sehat dan bisa bertani seperti yang lainnya," ucap Ngoc. Pria itu bahkan mengaku setiap harinya masih mampu membawa 50 kg karung pupuk sembari berjalan turun gunung sejauh 4 km.

2. Michel Lotito, pria pemakan segala

Michel Lotito yang lahir pada 15 Juni 1950 adalah seorang entertainer. Di Prancis, dia dikenal sebagai Monsieur Mangetout (Mister Eat-it-all) alias 'Pria Pemakan Segala'. Dalam atraksinya, Lotito gemar memakan benda-benda yang secara normal tak bisa dicerna tubuh manusia, seperti logam, kaca, karet. Bahkan juga benda-benda lain seperti sepeda, televisi, hingga pesawat Cessna 150. Benda-benda tersebut terlebih dahulu dibongkar dan dipotong-potong menjadi bagian yang lebih kecil, baru kemudian dimakannya. Lotito diketahui pernah memakan badan pesawat selama 2 tahun, dari 1978-1980

. Kebiasaan makan benda-benda tak lazim ini dilakukan Lotito sejak kecil dan mulai dipamerkan ke publik pada tahun 1966 silam. Meskipun kerap memakan benda-benda aneh, kondisi tubuh dan kesehatan Lotito seolah tak terpengaruh. Dia sama sekali tidak mengalami sakit apapun meskipun telah memakan benda-benda yang mengandung racun.

Ketika memakan berkilo-kilo logam atau benda aneh lainnya, Lotito dibantu dengan minyak mineral atau air dalam jumlah banyak untuk membantu pencernaannya. Menurut pemeriksaan medis, Lotito dinyatakan memiliki perut dan usus dengan ketebalan dua kali lipat dari ukuran normal. Selain itu, asam pencernaan yang ada di dalam lambungnya diperkirakan memiliki kekuatan luar biasa sehingga mampu mencerna benda-benda logam yang dia makan. Luar biasa!

3. Matayoshi Mitsuo, mengaku sebagai Yesus Kristus Politikus eksentrik Jepang ini mengaku dirinya adalah Yesus Kristus. Menurut visi Matayoshi, pria ini mengklaim akan melakukan penghakiman terakhir sebagai Kristus namun dengan cara yang benar-benar sesuai dengan sistem politik saat ini.

Matayoshi menuturkan, langkah pertama yang harus dijalaninya sebagai Juruselamat adalah dengan terpilih menjadi Perdana Menteri Jepang. Kemudian dia akan mereformasi masyarakat Jepang. Tidak hanya itu, Matayoshi juga meminta PBB untuk memberikannya posisi terhormat sebagai Sekretaris Jenderal PBB. Dengan demikian, Matayoshi akan bisa memerintah seluruh dunia dengan dua jabatan legal tersebut, tidak hanya secara agama tapi juga secara politik.

Matayoshi telah berulang kali ikut serta dalam pemilihan umum di Jepang, namun tidak pernah berhasil menang. Dia dikenal karena kampanyenya yang eksentrik -dia pernah menyerukan para rival politiknya untuk bunuh diri dengan melakukan harakiri.

4. Shoichi Yokoi, 28 tahun sembunyi di gua usai PD II

Yokoi tadinya seorang tentara yang tergabung dalam wajib militer di Tentara Kerajaan Jepang pada tahun 1941 silam dan tak lama kemudian dikirim ke Guam. Pada tahun 1944, ketika pasukan Amerika Serikat menduduki Guam, Yokoi memilih bersembunyi.

Hingga akhirnya pada 24 Januari 1972, Yokoi ditemukan di sebuah daerah terpencil di Guam oleh dua warga pulau tersebut. Selama 28 tahun, pria itu hidup bersembunyi di dalam gua bawah tanah di tengah hutan. Yokoi terlalu takut untuk keluar, bahkan setelah dia menemukan selebaran yang isinya menyebutkan bahwa Perang Dunia II telah berakhir.

Yokoi akhirnya dipulangkan ke Jepang sembari membawa senapannya yang telah berkarat.

5. Sanju Bhagat, 'mengandung' saudara kembarnya di dalam perut

Pria asal India ini memiliki kondisi perut yang tidak wajar, yakni membengkak seperti sedang hamil 9 bulan. Bhagat yang tinggal di Nagpur, India ini sering merasa sesak nafas karena kondisinya itu.

Sampai akhirnya pada suatu malam di bulan Juni 1999, Bhagat menjalani operasi di rumah sakit. Isi perut Bhagat yang awalnya diduga tumor ganas, ternyata merupakan sesuatu yang tak diduga sama sekali. Saat dioperasi, dokter menemukan sejumlah bagian tubuh manusia di bagian dalam perut Bhagat. Bagian-bagian tubuh tersebut ternyata milik saudara kembar Bhagat yang terjebak di dalam perutnya sejak lahir.

Dokter menyatakan, Bhagat mengalami kondisi medis teraneh di dunia, yakni janin di dalam janin lainnya. Sangat jarang terjadi bahwa sebuah janin bisa terjebak di dalam janin kembarannya sendiri. Menariknya, janin yang terjebak ini mampu bertahan hidup sebagai parasit dan menyerap darah dan makanan dari tubuh Bhagat, hingga dia bertambah besar dan mulai menyakiti tubuh Bhagat.

6. Mehran Karimi Nasseri, hidup di bandara sejak 1988

Pria yang juga dikenal sebagai Sir, Alfred Mehran ini merupakan seorang pengungsi asal Iran yang tinggal di Bandara Charles de Gaulle, Prancis sejak Agustus 8 Agustus 1988. Mehran tinggal di ruang tunggu keberangkatan di Terminal Satu bandara internasional di Paris itu selama bertahun-tahun karena tak memiliki dokumen.

Kisah Mehran ini dimulai ketika dia dipenjara dan dianiaya di Iran, kemudian dibuang keluar negeri. Mehran lalu berusaha mendapatkan suaka ke sejumlah negara di Eropa, tapi usahanya tidak membuahkan hasil.

Saat mencoba pergi ke Inggris, Mehran mengklaim bahwa dirinya dirampok dan tasnya dicuri orang saat akan berangkat menuju Bandara Charles de Gaulle untuk terbang ke Inggris. Dia pun berhasil naik ke pesawat dan terbang ke Inggris. Tapi setibanya di Bandara Heathrow di London, Inggris, Mehran yang tidak membawa dokumen-dokumen yang diperlukan, diterbangkan kembali ke Bandara Charles de Gaulle.

Kepada otoritas Prancis, Mehran tak bisa menunjukkan identitas maupun dokumen-dokumen yang membuktikan dirinya sebagai seorang pengungsi. Dia pun dipindahkan ke zona tunggu, sebuah tempat 'penahanan' bagi pelancong tanpa dokumen.

Kisah Mehran ini konon menjadi inspirasi bagi film 'The Terminal' keluaran tahun 2004, yang dibintangi oleh aktor Hollywood, Tom Hanks. Namun tidak seperti karakter yang diperankan Hanks dalam film tersebut yang tinggal di area transit bandara, Mehran justru tinggal di area keberangkatan, juga di dekat butik-butik dan restoran yang berada di lantai dasar.

Selama tinggal di bandara, Mehran terlihat jarang berkomunikasi dengan orang lain. Dengan membawa-bawa kereta dorong dan tasnya, Mehran tampak seperti pelancong biasa, tanpa ada yang menyadari bahwa dia sebenarnya adalah gelandangan.

Kabar menggembirakan bagi Mak Yati, pemulung yang menabung selama 3 tahun demi membeli kambing untuk diqurbankan. Mak Yati akan

Kabar menggembirakan bagi Mak Yati, pemulung yang menabung selama 3 tahun demi membeli kambing untuk diqurbankan. Mak Yati akan naik haji dengan menggunakan fasilitas Ongkos Naik Haji (ONH) Plus.

“Rencananya tahun depan pakai ONH plus, yang enggak nunggu lama-lama,” kata salah satu panitia yang ikut mengurusi keberangkatan Mak Yati, Agnes, kepada detikcom, Sabtu (17/11/2012).

Pemulung Naik Haji PlusAgnes menceritakan kisah Mak Yati membuat sejumlah donatur simpati hingga akhirnya berinisiatif untuk mengumulkan dana dan memberangkatkan Mak Yati dan suaminya Maman ke tanah suci Mekah.

“Dari rombongan haji dari Pak Rinaldi yang punya Radio A Dalem Tebet. Jadi sebenarnya waktu itu kan naik haji sama rombongan kebetulan ada wartawan juga. Mereka cerita-cerita lihat di internet ada pemulung ngumpulin uang 3 tahun buat beli kurban. Pak Renaldi punya inisiatif untuk ngumpulin uang. Akhirnya seluruh romobongan haji itu banyak yang saweran,” tutur Agnes.

Agnes mengatakan, para donatur akan menanggung semua ongkos naik haji Mak Yati dan Suami. Mak Yati hanya tinggal mempersiapkan kesehatan saja, “Biaya haji dia sama suaminya dan uang saku,” ucap Agnes.

Menurut Agnes, saat ini Mak Yati dan suaminya masih terkendala di administrasi,”Berhubung dia belum punya KTP makanya administrasinya dulu yang kita urus,” ujar Agnes.

Sumber : http://ibadahhaji.wordpress.com

Baca Artikel Lainnya : MASJID SUCI MASJIDIL AQSA

“It was really nice to play with other women and not have this underlying tone of being at each other’s throats.”

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Artikel lainnya »