JUAL GENSET LOVOL MURAH DI JAKARTA

Jual Genset Lovol di Aceh Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Genset Lovol di Aceh Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Genset Lovol di Aceh

Jual Genset Lovol di Aceh

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Genset Lovol di Aceh | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Jual Genset Perkins CHINA/LOVOL Kap 40 kva Prime power type 1004G bergaransi dan berkualitas di Karo

Jual Genset Perkins CHINA/LOVOL Kap 40 kva Prime power type 1004G bergaransi dan berkualitas di Karo Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Jual Genset Perkins CHINA/LOVOL Kap 40 kva Prime power type 1004G bergaransi dan berkualitas di Karo

saco-indonesia.com, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawaan (Aher) telah mengucapkan selamat Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pad

saco-indonesia.com, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawaan (Aher) telah mengucapkan selamat Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari. Dalam kehidupan berbangsa dan berdemokrasi, Aher telah menilai peran pers menjadi bagian penting dari demokrasi.

"Selamat HPN, kepada semua pihak, semua terkait dengan pers. Pers bagian dari kehidupan. Pilar kebangsaan demokrasi saat ini. Sekarang selain pers ada civil society, media berpengaruh, kekuatan modal juga berpengaruh," tegas Aher usai dalam menghadiri acara Sarasehan Nasional Ulama Pesantren dan Cendikiawan di Depok, Jawa Barat, Minggu (09/02/2014) kemarin.

Aher juga mengusulkan agar media dapat membuat keseimbangan. Selama ini, kata dia, peran kontrol oleh media terlalu menonjol. "Sementara peran pendidikan dan hiburan kurang. Kalau peran kontrol sudah baik, bahkan kelebihan, terlalu over kelebihan peran kontrol, sudah paling top deh," katanya sambil tertawa.

Aher juga menambahkan membangun bangsa harus seimbang melalui tulisan media dalam hal produksi kata yang jangan provokatif. Sebab media, lanjutnya, adalah lembaga yang mempunyai peran amat strategis.

"Tak ada kemajuan tanpa media. Tak ada kecerdasan bangsa tanpa media, media memasivekan banyak hal. Marilah hadirkan fakta media. Kalau fakta suda hadir maka harus seimbang, supaya cover both side," tutupnya.


Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Pelaku pembunuhan terhadap Desi Hayatun Nupus yang berusia (21) tahun yang juga sedang hamil delapan bulan d

saco-indonesia.com, Pelaku pembunuhan terhadap Desi Hayatun Nupus yang berusia (21) tahun yang juga sedang hamil delapan bulan dan penganiaya ibunya, Fatoyah yang berusia (45) tahun diduga telah dilakukan oleh orang dekat korban. Pasalnya, warga juga sempat melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.

"Seperti orang ketakutan kemudian dia berlari," kata saksi Kasdi di lokasi, Minggu (26/01) kemarin malam.

Kasdi telah meyakini bahwa yang ia lihat itu merupakan E, yang tak lain juga merupakan suami dari Desi. E berlari kemudian naik mobil minibus. Tak hanya E saja , Kasdi juga melihat dua orang lain yang bersamaan dengan menggunakan dua sepeda motor. Meski demikian, warga sekitar juga enggan berspekulasi.

"Saya juga sempat mengejar, tapi tidak sampai dapat. Karena mereka bawa mobil dan sepeda motor, sedangkan saya hanya berlari," ujarnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Desi dan Ibunya telah ditemukan bersimbah darah di rumahnya Kampung Rawabebek RT 10 RW 11, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Minggu (26/01) malam.

Desi tewas mengenaskan dengan luka parah akibat senjata tajam di leher, mulut, telinga. Sedangkan, ibunya kritis karena luka tikam di bagian pinggang. Rumah korban pun juga dipenuhi bercak darah korban. Hingga berita ditulis belum ada keterangan resmi dari polisi.


Editor : Dian Sukmawati

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Ms. Crough played the youngest daughter on the hit ’70s sitcom starring David Cassidy and Shirley Jones.

Artikel lainnya »