JUAL GENSET LOVOL MURAH DI JAKARTA

Jual Genset Lovol Murah di Nias Selatan Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Genset Lovol Murah di Nias Selatan Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Genset Lovol Murah di Nias Selatan

Jual Genset Lovol Murah di Nias Selatan

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Genset Lovol Murah di Nias Selatan | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

genset LOVOL OPEN DAN SILENT KAP 45KVA -175KVA Murah di Gunung Kidul

genset LOVOL OPEN DAN SILENT KAP 45KVA -175KVA Murah di Gunung Kidul Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). genset LOVOL OPEN DAN SILENT KAP 45KVA -175KVA Murah di Gunung Kidul

Satreskrim Polres Cimahi terus akan mendalami Dedeh Uum Fatimah yang berusia (38) tahun ibu tersangka pembunuh anaknya, Aisah Fany yang berusia (2,5) tahun yang ditenggelamkan ke dalam toren atau penampungan air. Termasuk dugaan aliran sesat dalam diri Dedeh.

Satreskrim Polres Cimahi terus akan mendalami Dedeh Uum Fatimah yang berusia (38) tahun ibu tersangka pembunuh anaknya, Aisah Fany yang berusia (2,5) tahun yang ditenggelamkan ke dalam toren atau penampungan air. Termasuk dugaan aliran sesat dalam diri Dedeh.

Pasalnya ibu tiga anak ini sama sekali tidak menyesali perbuatannya. Dedeh justru menyesal tidak menghabisi dua anak lainnya dalam insiden tersebut.

"Belum kita temukan, kita masih dalami kita juga geledah rumahnya tapi belum bisa kita simpulkan," kata Kapolres Cimahi AKBP Erwin Kurniawan , Jumat (14/3).

Dedeh saat ini masih terus dalam pemeriksaan intensif penyidik Polres Cimahi. Tes kejiwaan juga sudah dilakukan untuk dapat memastikan apakah terganggu atau tidak.

"Sudah hari Rabu kemarin di tes kejiwaan, hasilnya paling satu minggu baru keluar, jadi belum bisa kami simpulkan," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, Dedeh ini dengan sadis tiba-tiba menenggelamkan anaknya sendiri yang masih balita ke dalam toren air di rumahnya di Kampung Cijengjing, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat pada Selasa (11/3) lalu. Pelaku nekat menghabisi nyawa anaknya saat tidur pulas. Dedeh membunuh anaknya sendiri karena ingin mengirimnya ke surga.

Tim Pengawas dari Kementerian Perdagangan RI telah menemukan besi beton yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) ber

Tim Pengawas dari Kementerian Perdagangan RI telah menemukan besi beton yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) beredar di pasar Indonesia.

"Tentu temuan bahan bangunan besi beton hari ini akan kita amankan sementara sebagai barang bukti beredarnya berbahgai bahan produk dalam negeri yang tidak memenuhi standar dan merugikan konsumen," kata Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa, Kemendag RI, Inayat Iman, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa distributor bangunan di Kota Kendari, Selasa.

Tim pengawas Kemendag RI yang telah melakukan sidak ke berbagai distributor bangunan sebagai tidak lanjut dari laporan masyarakat mengenai beredar bebasnya produk-produk yang tidak berstandar nasional Indonesia.

"Temuan barang bangunan yang tidak SNI dipasaran itu, juga merupakan bukti masih lemahnya pengawasan dari instansi teknis khususnya dilingkungan instansi Perdagangan itu sendiri," katanya.

Sasaran sidaktim Kemendag RI telah meliputi dua pengusaha distributor besi beton yakni UD Sinar Abadi dan UD Sukses. Kedua distributor besi beton itu telah ditemukan menampung besi beton di gudang penampunganya masing-masing dalam jumlah yang cukup besar.

Di dalam gudang itu, Tim Pengawas Kemendag telah menemukan besi dari berbagai ukuran dan panjang. Besi baja yang semestinya ukuran delapan milimeter dijual dan ditawarkan ke konsumen sebagai besi ukuran 10 milimeter, sangat merugikan konsumen sehingga melanggar undang-undang perlindungan konsumen.

Dari hasil temuan oleh tim pengawas Kemendag RI, dua gudang penampung besi beton milik UD Sinar Abadi dan UD Sukses, langsung disegal oleh petugas penyidiks pegawai negeri (PPNS) dengan memberi garis polis line.

"Maaf ya pak, untuk sementara besi beton yang ada di gudang ini kami tahan sementara untuk tidak dijual kepasaran," kata Inayat.

Sementara itu, pemilik gudang UD Sinar Abadi Jhon juga mengatakan, pihaknya tidak menahu terkait ukuran dan panjang besi beton yang dijual itu.

Ia juga mengatakan, barang besi baja yang dijual selama ini ukuran maupun panjangnya sudah seperti itu, sehingga bila dinyatakan tidak memenuhi standar nasional, bukan kesalahan pada pihaknya karena setelah barang itu tiba di Kendari sudah seperti itu.

Bahkan menurut Jhon, bahan bangunan khususnya besi beton yang dipasarkan ke konsumen itu bentuk dan mereknya bermaacam-macam, selain ada produk dari Pulau Jawa, juga ada produk dari provinsi terdekat seperti Makassar.

Rangkaian sidak yang dilakukan Tim Pengawas Kemendag RI, selain sasarannya pada besi beton juga ada produk lain yang diduga sudah lama beredar namun tidak memenuhi standar nasional seperti helm, ban, dan produk melamine.

 

Ms. Crough played the youngest daughter on the hit ’70s sitcom starring David Cassidy and Shirley Jones.

The bottle Mr. Sokolin famously broke was a 1787 Château Margaux, which was said to have belonged to Thomas Jefferson. Mr. Sokolin had been hoping to sell it for $519,750.

Artikel lainnya »