Sparpart genset murah genset perkins genset foton genset cummins murah genset lovol 100 kva harga

Jual Genset Lovol Murah di Belitung Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Genset Lovol Murah di Belitung Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Genset Lovol Murah di Belitung

Jual Genset Lovol Murah di Belitung

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Genset Lovol Murah di Belitung | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Jual genset perkins CHINA/LOVOL Kap 135 kva Prime power type 1006TAG1A Murah di Tangerang Selatan

Jual genset perkins CHINA/LOVOL Kap 135 kva Prime power type 1006TAG1A Murah di Tangerang Selatan Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Jual genset perkins CHINA/LOVOL Kap 135 kva Prime power type 1006TAG1A Murah di Tangerang Selatan

saco-indonesia.com, Pencuri motor yang satu ini ibarat musang berbulu domba. Tersangka Hen yang berusia 23 tahun , telah berhasi

saco-indonesia.com, Pencuri motor yang satu ini ibarat musang berbulu domba. Tersangka Hen yang berusia 23 tahun , telah berhasil mengelabui seluruh anggota Polres Depok. Aksi kejahatannya, bahkan, nyaris saling tuding antaranggota yang kehilangan motor di area markas kepolisian di Jalan Raya Margonda tersebut.

Kemarin, penjaga salah satu kantin di Polres ini telah dibekuk sesaat tertangkap kamera internal (CCTV) tengah mengutak-atik motor di area parkir setempat. Sewaktu diinterogasi oleh polisi, keponakan salah satu pemilik kantin ini juga mengakui perbuatannya tersebut telah berlangsung lama yaitu sejak 2008 dan telah menjual 18 unit motor yang dipakai petugas. Terakhir, motor adik ibunya, Hasan raib sehari setelah dipinjam Hen.

Pengakuan Hen juga menyebutkan, pencurian motor yang telah dilakukannya dengan cara meminjam motor kepada petugas yang dikenalinya dengan alasan ingin membeli kebutuhan barang-barang berjualan kantin. Kunci motor tersebut telah digandakan alias dipalsukan selanjutnya motor dikembalikan. Esok harinya, motor itu dibawa kabur.

Satu motor petugas, bahkan, diakuinya dibawa kabur setelah mengelabui petugas jaga. Hen juga mengajak ngobrol petugas jaga, sementara seorang temannya yang telah memegang kunci palsu. “Motor itu saya jual rata-rata Rp1,5 juta di daerah Jawa Barat,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Kanit Reskrim Kendaraan Bermotor (Ranmor), AKP Cahyo, juga menyatakan, pihaknya masih mengejar para penadahnya. “Selain Hen, kami juga menangkap rekannya, Mad,” ujarnya.


Editor : Dian Sukmawati

Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Ecky Awal Mucharram membenarkan pertemuan antara pemerintah dan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat pada Senin (3/6/2013) pagi ini membahas tentang rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

JAKARTA, Saco-Indonesia.com — Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Ecky Awal Mucharram membenarkan pertemuan antara pemerintah dan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat pada Senin (3/6/2013) pagi ini membahas tentang rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Ecky menuturkan bahwa pertemuan dilakukan atas permintaan pemerintah.

"Itu permintaan pemerintah untuk lobi pimpinan. Ini rapat konsultasi tentang APBN-P 2013, ada sesuatu yang harus disinkronkan mungkin," ucap Ecky di Kompleks Parlemen, Senin (3/6/2013).

Ecky mengaku hingga saat ini memang masih banyak fraksi yang menolak rencana kenaikan harga BBM. Salah satunya adalah PKS.

"PKS melihat dinamika politik yang ada sehingga PKS menolak kenaikan BBM," imbuh anggota Komisi XI dari Fraksi PKS itu.

Ecky mengungkapkan, PKS menolak lantaran masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki sebelum harga BBM dinaikkan. Ia mencontohkan seperti kebijakan energi alternatif yang perlu diperbaiki.

Seperti diberitakan, para pejabat di sektor keuangan RI mendadak datang ke DPR RI untuk bertemu pimpinan, Senin pagi. Pertemuan diduga membahas tentang rencana memasukkan dana kompensasi dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P).

Beberapa di antara yang hadir yakni Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Chatib Basri, Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar, dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Bambang Brodjonegoro.

Pemerintah berencana menaikkan harga BBM pada awal Juni 2013. Namun, rencana itu akhirnya ditunda hingga minggu ketiga bulan Juni 2013. Pemerintah dan DPR hingga kini masih menggodok rencana memasukkan dana bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) ke dalam kerangka APBN-P yang nilainya sekitar Rp 11,6 triliun.

 
Editor :Liwon Maulana
Sumber:Kompas.com

Mr. Haroche was a founder of Liberty Travel, which grew from a two-man operation to the largest leisure travel operation in the United States.

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Artikel lainnya »