Jual Genset Foton di Sumatera Utara Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Genset Foton di Sumatera Utara Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Genset Foton di Sumatera Utara

Jual Genset Foton di Sumatera Utara

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Genset Foton di Sumatera Utara | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Jual Sparepart genset perkins CHINA/LOVOL Kap 135 kva Prime power type 1006TAG1A bergaransi dan berkualitas di Buton

Jual Sparepart genset perkins CHINA/LOVOL Kap 135 kva Prime power type 1006TAG1A bergaransi dan berkualitas di Buton Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Jual Sparepart genset perkins CHINA/LOVOL Kap 135 kva Prime power type 1006TAG1A bergaransi dan berkualitas di Buton

    saco-indonesia.com,     Aku tak suka selalu saja     Kau sebut-sebut namany

    saco-indonesia.com,

    Aku tak suka selalu saja
    Kau sebut-sebut namanya saat kita bicara
    Aku tak ingin, tak ingin mendengarnya
    Kau bawa-bawa namanya saat berdua denganku

    Maafkan aku membuatmu tak suka
    Karena aku tlah denganmu
    Bukan maksudku membuatmu berfikir
    Apakah aku pelarianmu saja

    Tak akan lagi, takkan terulang lagi ooh
    Membawa-bawa namanya saat berdua denganmu

    Maafkan aku membuatmu tak suka
    Karena aku tlah denganmu
    Bukan maksudku membuatmu berfikir
    Apakah aku pelarianmu saja

    Maafkan aku bila kau tak suka
    Maafkan aku membuatmu tak suka, aku tlah denganmu
    Bukan maksudku bukan maksudku membuatmu berfikir
    Apakah aku pelarianmu saja


    
    Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Puluhan kios di Jalan Pramuka Ujung, Senen, Jakarta Pusat, telah dibongkar oleh satuan polisi Pamong Praja (

saco-indonesia.com, Puluhan kios di Jalan Pramuka Ujung, Senen, Jakarta Pusat, telah dibongkar oleh satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP) pagi tadi. Sebab, kios-kios tersebut dianggap telah menutupi sebagian trotoar.

Salah seorang pedagang, Yati, juga mengakui kalau pembongkaran itu juga sudah ada pemberitahuan. Namun, dia juga mengaku tetap kaget dengan pembongkaran ini.

"Sudah ada pemberitahuan, tapi kan belum tahu dibongkar langsung," kata Yati kepada wartawan, Jumat (20/12).

Sementara itu, Camat Senen, Lola Lovita telah membantah mengenai tidak adanya peringatan sebelum pembongkaran. Bahkan, pihaknya juga sudah sering melakukan sosialisasi.

"Sebenarnya juga sudah sering kita berikan sosialisasi," terangnya.

Menurut Lola, pembongkaran ini akibat toko-toko tersebut telah menutupi bagian median trotoar. Sehingga, tidak sesuai dengan jarak yang telah ditentukan oleh pemerintah DKI Jakarta.

"Jaraknya seharusnya dua meter. Yang menjorok ke depan ada 20an kios," pungkasnya.


Editor : Dian Sukmawati

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Mr. Haroche was a founder of Liberty Travel, which grew from a two-man operation to the largest leisure travel operation in the United States.

Artikel lainnya »