Sparpart genset murah genset perkins genset foton genset cummins murah genset lovol 100 kva harga

Jual Genset Foton di Sigi Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Genset Foton di Sigi Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Genset Foton di Sigi

Jual Genset Foton di Sigi

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Genset Foton di Sigi | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Jual genset LOVOL OPEN DAN SILENT KAP 45KVA -175KVA Murah di Kolaka Utara

Jual genset LOVOL OPEN DAN SILENT KAP 45KVA -175KVA Murah di Kolaka Utara Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Jual genset LOVOL OPEN DAN SILENT KAP 45KVA -175KVA Murah di Kolaka Utara

saco-indonesia.com, Mengenal jenis kulit Sahabat dr.dep Penting tidak ya dalam mengetahui jenis kulit kita? mengetahui

saco-indonesia.com,

Mengenal jenis kulit

Sahabat dr.dep

Penting tidak ya dalam mengetahui jenis kulit kita? mengetahui jenis kulit ternyata sangat penting, hal ini juga berguna untuk dapat menjaga kesehatan kulit dan memilih produk perawatan yang sangat tepat. Bila kita tidak cermat dalam memilih produk perawatan kecantikan yang tepat untuk kulit kita, hasil yang kita harapkan dalam perawatan kemungkinan besar tidak akan tercapai.

Secara garis besar pembagian type kulit telah dibagi menjadi 4:

    Kulit berminyak
    Kulit kering
    Kulit seimbang (normal)
    Kulit sensitif

Kita bahas ya satu persatu

1.Kulit berminyak

Kalau kita lihat dengan skin analyzer, tampilan tekstur kulit yang berminyak pada umumnya tebal dan kasar.Pori pori tampak membesar.Kulit juag terlihat mengkilap karena produksi minyak yang berlebihan. Kulit berminyak juga sangat rentan terhadap jerawat dan komedo karena kelebihan sekresi sebum,kelebihan sekresi sebum ini juga dapat menangkap kotoran pada wajah, sehingga dapat mengakibatkan pori-pori akan tersumbat. Nah kalau pori pori sudah tersumbat, ini bisa akan menimbulkan berbagai masalah, salah satu- nya jerawat.

 2. Kulit kering

Tipe kulit kering telah ditandai dengan tidak meratanya tekstur kilapan pada permukaan kulit,hal ini juga dikarenakan kurangnya produksi minyak yang berfungsi untuk dapat melumasi bagian permukaan dari sel-sel kulit.Bisa karena faktor congenital/bawaan atau karena berbagai kondisi.Kulit kering ini dapat dilihat dari penyebabnya karena berkurangnya kandungan air pada stratum corneum (SC).

Jadi kita sudah tahu ya, pengertiannya kulit berminyak dan kulit kering, kedua type kulit ini kadang muncul secara bersamaan, misalnya ada orang yang telah mengalami kulit kering pada bagian V area (dagu sampai pipi), dan bagian T area (dahi) tampak berminyak.Itu yang kita sebut tipe kulit kombinasi.

 3. Kulit seimbang

Tipe kulit yang telah mempunyai keseimbangan antara produksi minyak dan kelembaban, sehingga dapat terjaga kehalusan, kekenyalan dan kelenturannya.

4. Kulit sensitif

Tipe kulit yang bereaksi secara berlebihan pada bahan stimulus (rangsangan) yang paling ringan sekalipun. Kulit mudah berubah kemerahan.

Jika kita sudah mengetahui jenis kulit kita, tentunya kita juga dapat memilih produk perawatan yang sesuai dengan kebutuhan kulit kita.Dengan begitu kita dapat merawat kulit dengan tepat.

Kulit akan menjadi lebih cerah dan sehat, seperti yang kita harapkan.


Editor : Dian Sukmawati

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan, bencana hidrometeorologi yang didominasi banjir selama Januari-Mei 2013 menewaskan 252 jiwa.

JAKARTA, Saco- Indonesia.com - Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan, bencana hidrometeorologi yang didominasi banjir selama Januari-Mei 2013 menewaskan 252 jiwa. Sementara itu, berdasarkan data Walhi, dalam periode sama tercatat 348 orang meninggal.

”Data BNPB itu bersifat sementara. Sesuai pengalaman, hasil penghitungan pada akhir tahun jumlahnya bisa tiga kali lipatnya,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Senin (3/6/2013), di Jakarta.

Menurut Sutopo, terdapat 573 kejadian bencana di seluruh Indonesia. Hampir 95 persennya bencana hidrometeorologi banjir, longsor, puting beliung, dan gelombang tinggi.

Korban terdampak dan mengungsi 512.080 orang, 30.525 rumah rusak, dan puluhan fasilitas umum seperti sekolah dan rumah ibadah rusak. Banjir mendominasi, dari 573 kejadian, ada 212 banjir, 195 puting beliung, dan 138 longsor. Tanah longsor menyebabkan kematian paling banyak, yaitu 115 orang. Lalu, banjir 94 orang.

Manajer Penanganan Bencana Walhi Mukri Friatna mengungkapkan, bencana hidrometeorologi tahun 2013 diperkirakan lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dari 34 provinsi, tak satu pun bebas dari bencana hidrometeorologi.

”Walhi mendorong pemerintah berani menyatakan bahwa banyaknya bencana hidrometeorologi akibat kerusakan lingkungan, ulah manusia. Bukan hanya karena curah hujan ekstrem,” kata Mukri.

Data Walhi, lima bulan terakhir ada 776 bencana melanda 3.846 desa/kelurahan di 1.584 kecamatan dan 311 kabupaten/kota. Sebanyak 348 orang meninggal, 44 di antaranya karena pertambangan. Namun, banjir mendominasi (579), kemudian longsor (129), banjir rob (36), dan lainnya.

Bencana dalam pendekatan regional, di Sumatera tersering di Aceh, 44 kali bencana. Di Jawa, terbanyak di Jawa Timur (90). Di Kalimantan, bencana terbanyak di Kalimantan Selatan (13). Di Sulawesi, bencana terbanyak di Sulawesi Selatan (22). Di regional Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, bencana terbanyak di NTT (30). (NAW)

Sumber : Kompas.com
Editor :Liwon Maulana(galipat)

Frontline  An installment of this PBS program looks at the effects of Ebola on Liberia and other countries, as well as the origins of the outbreak.
Frontline

Frontline An installment of this PBS program looks at the effects of Ebola on Liberia and other countries, as well as the origins of the outbreak.

The program traces the outbreak to its origin, thought to be a tree full of bats in Guinea.

Review: ‘9-Man’ Is More Than a Game for Chinese-Americans

A variation of volleyball with nine men on each side is profiled Tuesday night on the World Channel in an absorbing documentary called “9-Man.”

Television

‘Hard Earned’ Documents the Plight of the Working Poor

“Hard Earned,” an Al Jazeera America series, follows five working-class families scrambling to stay ahead on limited incomes.

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Artikel lainnya »