Sparpart genset murah genset perkins genset foton genset cummins murah genset lovol 100 kva harga
JUAL GENSET LOVOL MURAH DI JAKARTA

Jual Genset Foton di Bekasi Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Genset Foton di Bekasi Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Genset Foton di Bekasi

Jual Genset Foton di Bekasi

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Genset Foton di Bekasi | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Jual genset cummins kapasitas 10 kva - 650kva Murah di Rembang

Jual genset cummins kapasitas 10 kva - 650kva Murah di Rembang Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Jual genset cummins kapasitas 10 kva - 650kva Murah di Rembang

Sebanyak 99,48% siswa sekolah menengah atas (SMA) sederajat atau 1.573.036 siswa  dinyatakan lulus Ujian Nasional (UN) untu

Sebanyak 99,48% siswa sekolah menengah atas (SMA) sederajat atau 1.573.036 siswa  dinyatakan lulus Ujian Nasional (UN) untuk tahun ajaran 2012/2013, sedangkan yang tidak lulus sebanyak 8.260 siswa atau 0,52 persen. Adapun total seluruh peserta UN SMA sederajat 1.581.286 siswa.

“Hasil kelulusan dan dan tidak lulusnya siswa ditentukan dari kombinasi hasil nilai UN sebanyak 60 persen dan 40 persen dari nilai sekolah,” kata Mendikbud M Nuh pada konferensi pers pengumuman hasil UN Tahun Ajaran 2012/2013 SMA/MA/SMK sederajat di Jakarta, Kamis (23/5).Turut hadir Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Aman Wirakartakusumah dan anggota Jemari Mardapi.

Menurut Nuh, dibandingkan tahun lalu prosentase kelulusan 99.50 persen, sehingga terjadi penurunan 0,02 persen pada tahun ini.”Terjadinya penurunan kelulusan dimungkinkan karena adanya variasi soal tahun ini menjadi 20 soal UN dan tingkat kerumitan soal,” ungkapnya.
Adapun peserta UN yang paling banyak tidak lulus adalah pertama,Nanggro Aceh Darussalam (NAD) dengan 3,11 persen atau 1.754 siswa dari 65 ribu peserta UN. “Kedua, Papua dan ketiga Sulawesi Tengah (Sulteng),” kata M Nuh.

Sedangkan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak lagi menjadi provinsi yang tingkat ketidaklulusannya tertinggi. “Hal ini karena Kemendikbud melakukan intervensi terhadap provinsi itu berupa penambahan guru serta perbaikan sarana dan prasarana,” ujar mantan Rektor ITS Surabaya itu.

Dijelaskan, untuk tahun ini masih ada sekolah dengan angka ketidaklulusan sebesar 100 persen. Tercatat, sebanyak 24 sekolah atau sebesar 0,16 persen dengan tingkat ketidaklulusan 100 persen dengan jumlah 899 siswa.Namun lebih banyak sekolah yang 100 persen lulus, yaitu 15.476 sekolah atau sebesar 87 persen dengan jumlah 1,3 juta siswa.

Sementara provinsi dengan tingkat kelulusan 100 persen adalah Jawa Barat. Secara nasional, tambah Nuh, nilai UN tingkat SMA sederajat tahun ini juga mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tahun lalu rata-rata nilai UN 7,7, tahun ini hanya mencapai 6,35.

“Untuk rata-rata nilai UN tertinggi tahun ini 9,87 dan yang terendah 0,33,” ungkap Nuh. Yang menarik,lanjut dia, dalam hasil evaluasi UN 2013 di sejumlah sekolah, rata-rata nilai UN lebih tinggi dibandingkan dengan rata rata nilai Ujian Sekolah.(Bangkit wibisono)

 BINGUNG MENGERJAKAN OLAH DATA SKRIPSI atau TESIS dengan SPSS ??? DARI PADA PUSING SERAHKAN SAJA PADA KAMI MURAH MERIAH

 BINGUNG MENGERJAKAN OLAH DATA SKRIPSI atau TESIS dengan SPSS ???
DARI PADA PUSING SERAHKAN SAJA PADA KAMI
MURAH MERIAH

OLAH DATA SPSS HANYA Rp.200.000,-*
(Biaya standar, tanpa manipulasi data, dan sudah dengan interpretasinya/cara baca output)
MURAH DAN BERGARANSI (Harga bisa bandingkan dengan lainnya)

• TANGGUNG JAWAB SAMPE LULUS
• REVISI SAMPE LULUS (Tidak mengulang olah data dari awal)
• KONSULTASI GRATIS SAMPE BISA
• 100% UANG KEMBALI BILA TIDAK LULUS PENDADARAN DENGAN CATATAN KESALAHAN TERBESAR PADA PENGERJAAN OLAH DATANYA
CEPAT dan KILAT, PENGERJAAN HANYA SEKITAR 2 ATAU 3 HARI SAJA

Dikerjakan langsung oleh penulis buku SPSS best seller Duwi Priyatno:
- Mandiri Belajar SPSS (Terbitan Media Kom, Yogyakarta)
- 5 Jam Belajar Olah Data dengan SPSS 17 (Terbitan Andi, Yogyakarta)
- SPSS untuk Analisis Korelasi, Regresi dan Multivariate (Terbitan Gava Media, Yogyakarta)
- Paham Analisa Statistik Data dengan SPSS (Terbitan Media Kom, Yogyakarta)

Selain itu dapat konsultasi gratis dengan penulis langsung via telpon/SMS

Untuk jurusan Akuntansi, Manajemen, EP, Psikologi, dan lainnya yang menggunakan program SPSS

Selain itu kami juga bisa membantu dalam mengerjakan pembahasan skripsi atau tesis Anda (menyusun bab analisis data dan bab kesimpulan) dengan tambahan biaya Rp.200.000/Rp.300.000, dan konsultasi sampai bisa dan paham mengenai kesulitan skripsi Anda atau masalah olah data atau konsultasi tentang SPSS dsb.
Atau jika Anda menginginkan E-book panduan olah data dengan SPSS, kami bisa mengirimkan lewat lampiran e-mail dengan rincian biaya sbb: (Anda bisa memilih yang Anda perlukan saja)
1. Analisis Deskriptif : Rp. 20.000,-
2. Analisis Korelasi : Rp. 20.000,-
3. Analisis Regresi linier : Rp. 30.000,-
4. Analisis Independen Sample T Test : Rp. 20.000,-
5. Analisis Paired Sample T Test : Rp.20.000,-
6. Analisis One Way ANOVA : Rp.20.000,-
7. Analisis Two Way ANOVA : Rp.30.000,-
8. Analisis Multivariate : Rp.30.000,-
9. Analisis Chi Square : Rp.20.000,-
10. Uji Validitas dan Reliabilitas : Rp. 20.000,-
11. Uji Asumsi Normalitas : Rp.20.000,-
12. Uji Asumsi klasik Multikolinearitas : Rp.20.000,-
13. Uji Asumsi klasik Heteroskedastisitas : Rp.20.000,-
14. Uji Asumsi klasik Autokorelasi : Rp.20.000,-
15. Uji Asumsi Homogenitas : Rp.20.000,-
16. Uji Asumsi Linieritas : Rp.20.000,-
Jika pesan 3 E-book biaya akan dikurangi Rp.10.000,-
Atau e-book lengkap judul ‘5 Jam Belajar SPSS’ dengan 170 halaman’ atau Paham Analisa Data dengan SPSS dengan 138 halaman harga masing-masing Rp.50.000,00
(Semua analisis di atas dibahas di e-book ini)

Hubungi segera :
DUWI CONSULTANT
HP: 0857 4374 2420 / 0856 4363 9769
E-mail : duwiuwm@gmail.com

Prosedur jasa olah data:
Untuk jasa olah data maka untuk memulainya pertama-tama hubungi kami lewat Telepon atau SMS dengan menyebutkan nama dan jurusan. Setelah menerima balasan dari kami melalui Telepon atau SMS selanjutnya Anda kirim bab 3 Metodologi Penelitian dan data-data yang ingin di analisis (format Ms Excel) lewat lampiran e-mail dan kirimkan ke alamat e-mail kami. Selanjutnya kami akan mempelajari, jika Anda sudah sepakat dengan biayanya, maka Anda transfer DP 50% kirim via transfer ke rekening kami. Selanjutnya kami akan mengerjakannya dan setelah selesai kami akan beritahukan lewat SMS untuk selanjutnya Anda bisa transfer biaya kekurangan ke rekening kami yang nanti akan saya sms kan nomor rekening kami. Setelah biaya masuk ke rekening kami, maka secepatnya kami akan kirimkan hasil olah data ke alamat e-mail Anda (atau kami kirim dulu tetapi masih terproteksi dengan pasword). Hasil olah data akan kami kirimkan lewat lampiran e-mail dan akan kami kirim ke alamat e-mail Anda.
Jika ada revisi, kekeliruan atau ada yang belum paham, atau ingin konsultasi maka bisa hubungi lewat Telepon atau SMS.

Jika ada teman Anda yang kesulitan masalah skripsi atau tesis seperti masalah olah data, kesulitan dalam penyusunan skripsi atau tesis, kesulitan masalah SPSS dsb mungkin bisa ditawarkan jasa ini.

Tujuan transfer biaya olah data:
1. Bank Mandiri, cabang Sleman Yogyakarta
   No rek: 137-00-0989928-3
   an: Duwi Priyatno
   Kode bank: 008
2. Bank BRI Britama, cabang Katamso Yogyakarta
   No rek:0245-01-030378-50-8
   an: Duwi Priyatno
   Kode bank: 002

Lebih lengkapnya buka : http://duwiconsultant.blogspot.com


* : Biaya olah data Rp.200.000 adalah biaya standar (bisa lebih dan bisa kurang). Perincian biaya detail dan analisisnya sbb:


    Analisis deskriptif statistik dan Regresi linier (uji t, uji F, koefisien determinasi). Dengan 2 - 5 variabel dan 1x analisis : Rp.150.000,-. (Untuk tesis Rp.200.000,-), jika 5-10 variabel biaya: Rp.200.000,- (untuk tesis Rp.250.000). sudah termasuk Interpretasi hasil dan konsultasi. Biaya susun bab 4 Analisis Data dan 5 Kesimpulan: Rp.200.000, (untuk tesis Rp.250.000). Jadi total biaya olah data + susun bab 4,5: Rp.350.000 (untuk tesis Rp.450.000)
    Analisis deskriptif statistik, uji asumsi klasik (uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas,  autokorelasi), dan Regresi linier (uji t, uji F, koefisien determinasi). Dengan 2 - 5 variabel dan 1x analisis : Rp.200.000,-. (Untuk tesis Rp.300.000,-), jika 5-10 variabel biaya: Rp.250.000,- (untuk tesis Rp.350.000). sudah termasuk Interpretasi hasil dan konsultasi. Biaya susun bab 4 Analisis Data dan 5 Kesimpulan: Rp.250.000, (untuk tesis Rp.300.000). Jadi total biaya olah data + susun bab 4,5: Rp.450.000 (untuk tesis Rp.600.000)
    Uji validitas dan reliabilitas, analisis frekuensi (frekuensi karakteristik responden dan frekuensi jawaban tiap item kuisioner), analisis deskriptif statistik, uji asumsi klasik (uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas), dan Regresi linier (uji t, uji F, koefisien determinasi). Dengan 2 - 5 variabel dan 1x analisis : Rp.300.000,-. (Untuk tesis Rp.400.000,-). Jika 5-10 variabel biaya: Rp.400.000,- (untuk tesis Rp.500.000). sudah termasuk Interpretasi hasil dan konsultasi. Biaya susun bab 4 Analisis Data dan 5 Kesimpulan: Rp.300.000, (untuk tesis Rp.350.000).Jadi total biaya olah data + susun bab 4,5: Rp.600.000 (untuk tesis Rp.750.000)


Catatan:

    Jika menggunakan analisis lain atau tambahan analisis lain, atau menggunakan metode yang tidak biasanya, atau menemukan kerumitan lain dalam masalah analisis data, maka biaya akan saya perhitungkan setelah saya mempelajari Bab 3 metodologi penelitian dan data-data Anda.
    Jika data yang Anda kirimkan masih belum bentuk variabel jadi (data yang belum siap untuk di olah di SPSS), dan pembuatan data dari kami, maka ada biaya tambahan.
    Revisi sudah gratis, dengan catatan tidak mengulang olah data dari awal, artinya jika hanya revisi penggunaan metode lain, misal uji normalitas metode grafik di revisi menggunakan metode Kolmogorov-smirnov, atau analisis korelasi metode 2 tailed direvisi menggunakan metode 1 tailed. Ada biaya tambahan (yang akan saya perhitungkan lagi) jika revisi ada perubahan data, penambahan atau pengurangan data, atau penambahan analisis, atau perubahan metode secara keseluruhan maka ada biaya tambahan yang akan kami perhitungkan.
    Biaya standar susun bab 4 Analisis Data dan bab 5 Kesimpulan adalah Rp.250.000 (jadi total dengan olah data adalah Rp.450.000 untuk tingkat skripsi). Biaya tersebut dapat berubah atau menyesuaikan tergantung jumlah analisis dan jumlah variabel yang Anda gunakan). Itu menggunakan format susunan dari kami, dan menyusun bab 4 dan 5 hanya sebatas analisis data dan pembahasan berdasar hasil olah data yang telah dilakukan. Tidak membahas lebih lanjut secara teoritis tentang masing-masing analisis yang dihasilkan (tidak mendeskripsikan secara teoritis). Jika menggunakan format susunan dari Anda (contoh bab 4 dan 5 dari Anda) maka biaya akan saya perhitungkan lagi.

 

Photo
 
United’s first-class and business fliers get Rhapsody, its high-minded in-flight magazine, seen here at its office in Brooklyn. Credit Sam Hodgson for The New York Times

Last summer at a writers’ workshop in Oregon, the novelists Anthony Doerr, Karen Russell and Elissa Schappell were chatting over cocktails when they realized they had all published work in the same magazine. It wasn’t one of the usual literary outlets, like Tin House, The Paris Review or The New Yorker. It was Rhapsody, an in-flight magazine for United Airlines.

It seemed like a weird coincidence. Then again, considering Rhapsody’s growing roster of A-list fiction writers, maybe not. Since its first issue hit plane cabins a year and a half ago, Rhapsody has published original works by literary stars like Joyce Carol Oates, Rick Moody, Amy Bloom, Emma Straub and Mr. Doerr, who won the Pulitzer Prize for fiction two weeks ago.

As airlines try to distinguish their high-end service with luxuries like private sleeping chambers, showers, butler service and meals from five-star chefs, United Airlines is offering a loftier, more cerebral amenity to its first-class and business-class passengers: elegant prose by prominent novelists. There are no airport maps or disheartening lists of in-flight meal and entertainment options in Rhapsody. Instead, the magazine has published ruminative first-person travel accounts, cultural dispatches and probing essays about flight by more than 30 literary fiction writers.

 

Photo
 
Sean Manning, executive editor of Rhapsody, which publishes works by the likes of Joyce Carol Oates, Amy Bloom and Anthony Doerr, who won a Pulitzer Prize. Credit Sam Hodgson for The New York Times

 

An airline might seem like an odd literary patron. But as publishers and writers look for new ways to reach readers in a shaky retail climate, many have formed corporate alliances with transit companies, including American Airlines, JetBlue and Amtrak, that provide a captive audience.

Mark Krolick, United Airlines’ managing director of marketing and product development, said the quality of the writing in Rhapsody brings a patina of sophistication to its first-class service, along with other opulent touches like mood lighting, soft music and a branded scent.

“The high-end leisure or business-class traveler has higher expectations, even in the entertainment we provide,” he said.

Advertisement

Some of Rhapsody’s contributing writers say they were lured by the promise of free airfare and luxury accommodations provided by United, as well as exposure to an elite audience of some two million first-class and business-class travelers.

“It’s not your normal Park Slope Community Bookstore types who read Rhapsody,” Mr. Moody, author of the 1994 novel “The Ice Storm,” who wrote an introspective, philosophical piece about traveling to the Aran Islands of Ireland for Rhapsody, said in an email. “I’m not sure I myself am in that Rhapsody demographic, but I would like them to buy my books one day.”

In addition to offering travel perks, the magazine pays well and gives writers freedom, within reason, to choose their subject matter and write with style. Certain genres of flight stories are off limits, naturally: no plane crashes or woeful tales of lost luggage or rude flight attendants, and nothing too risqué.

“We’re not going to have someone write about joining the mile-high club,” said Jordan Heller, the editor in chief of Rhapsody. “Despite those restrictions, we’ve managed to come up with a lot of high-minded literary content.”

Guiding writers toward the right idea occasionally requires some gentle prodding. When Rhapsody’s executive editor asked Ms. Russell to contribute an essay about a memorable flight experience, she first pitched a story about the time she was chaperoning a group of teenagers on a trip to Europe, and their delayed plane sat at the airport in New York for several hours while other passengers got progressively drunker.

“He pointed out that disaster flights are not what people want to read about when they’re in transit, and very diplomatically suggested that maybe people want to read something that casts air travel in a more positive light,” said Ms. Russell, whose novel “Swamplandia!” was a finalist for the 2012 Pulitzer Prize.

She turned in a nostalgia-tinged essay about her first flight on a trip to Disney World when she was 6. “The Magic Kingdom was an anticlimax,” she wrote. “What ride could compare to that first flight?”

Ms. Oates also wrote about her first flight, in a tiny yellow propeller plane piloted by her father. The novelist Joyce Maynard told of the constant disappointment of never seeing her books in airport bookstores and the thrill of finally spotting a fellow plane passenger reading her novel “Labor Day.” Emily St. John Mandel, who was a finalist for the National Book Award in fiction last year, wrote about agonizing over which books to bring on a long flight.

“There’s nobody that’s looked down their noses at us as an in-flight magazine,” said Sean Manning, the magazine’s executive editor. “As big as these people are in the literary world, there’s still this untapped audience for them of luxury travelers.”

United is one of a handful of companies showcasing work by literary writers as a way to elevate their brands and engage customers. Chipotle has printed original work from writers like Toni Morrison, Jeffrey Eugenides and Barbara Kingsolver on its disposable cups and paper bags. The eyeglass company Warby Parker hosts parties for authors and sells books from 14 independent publishers in its stores.

JetBlue offers around 40 e-books from HarperCollins and Penguin Random House on its free wireless network, allowing passengers to read free samples and buy and download books. JetBlue will start offering 11 digital titles from Simon & Schuster soon. Amtrak recently forged an alliance with Penguin Random House to provide free digital samples from 28 popular titles, which passengers can buy and download over Amtrak’s admittedly spotty wireless service.

Amtrak is becoming an incubator for literary talent in its own right. Last year, it started a residency program, offering writers a free long-distance train trip and complimentary food. More than 16,000 writers applied and 24 made the cut.

Like Amtrak, Rhapsody has found that writers are eager to get onboard. On a rainy spring afternoon, Rhapsody’s editorial staff sat around a conference table discussing the June issue, which will feature an essay by the novelist Hannah Pittard and an unpublished short story by the late Elmore Leonard.

“Do you have that photo of Elmore Leonard? Can I see it?” Mr. Heller, the editor in chief, asked Rhapsody’s design director, Christos Hannides. Mr. Hannides slid it across the table and noted that they also had a photograph of cowboy spurs. “It’s very simple; it won’t take away from the literature,” he said.

Rhapsody’s office, an open space with exposed pipes and a vaulted brick ceiling, sits in Dumbo at the epicenter of literary Brooklyn, in the same converted tea warehouse as the literary journal N+1 and the digital publisher Atavist. Two of the magazine’s seven staff members hold graduate degrees in creative writing. Mr. Manning, the executive editor, has published a memoir and edited five literary anthologies.

Mr. Manning said Rhapsody was conceived from the start as a place for literary novelists to write with voice and style, and nobody had been put off that their work would live in plane cabins and airport lounges.

Still, some contributors say they wish the magazine were more widely circulated.

“I would love it if I could read it,” said Ms. Schappell, a Brooklyn-based novelist who wrote a feature story for Rhapsody’s inaugural issue. “But I never fly first class.”

The 2015 Met Gala has only officially begun, but there's a clear leader in the race for best couple, no small feat at an event that threatens to sap Hollywood of every celebrity it has for the duration of an East Coast evening.

That would be Marc Jacobs and his surprise guest (who, by some miracle, remained under wraps until their red carpet debut), Cher.

“This has been a dream of mine for a very, very long time,” Mr. Jacobs said.

It is Cher's first appearance at the Met Gala since 1997, when she arrived on the arm of Donatella Versace.

– MATTHEW SCHNEIER

Artikel lainnya »