Jual Genset Foton Murah di Lampung Selatan Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Genset Foton Murah di Lampung Selatan Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Genset Foton Murah di Lampung Selatan

Jual Genset Foton Murah di Lampung Selatan

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Genset Foton Murah di Lampung Selatan | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Jual Sparepart genset perkins CHINA/LOVOL Kap 170 kva Prime power type 1106C-P6TAG4 bergaransi dan berkualitas di Yahukimo

Jual Sparepart genset perkins CHINA/LOVOL Kap 170 kva Prime power type 1106C-P6TAG4 bergaransi dan berkualitas di Yahukimo Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Jual Sparepart genset perkins CHINA/LOVOL Kap 170 kva Prime power type 1106C-P6TAG4 bergaransi dan berkualitas di Yahukimo

Mengecat dinding kadang di anggap merupakan sesuatu yang sangat remeh.Mungkin anda benar,tapi hati-hati pengaplikasian cat bangu

Mengecat dinding kadang di anggap merupakan sesuatu yang sangat remeh.Mungkin anda benar,tapi hati-hati pengaplikasian cat bangunan yang tanpa di sertai pengetahuan tehnik, akan bisa menimbulkan resiko di kemudian hari.Misalnya,Cat cepat pudar,dan mengelupas.

Untuk dapat menghindari resiko cat cepat pudar dan mengelupas,maka perlu di perhatikan beberapa hal sebagai persiapan pengecatan.

1.Dinding bangunan yang akan di cat harus di pastikan suda kering sempurna +/- 1 bulan setelah selesai di pelaster.

2.Tembok di plamir untuk menutup pori-pori bangunan,setelah itu di haluskan dg amplas.

3.Pemberian cat dasar.Cat dasar yang di pergunakan di sini biasanya wall sealler yang berpungsi untuk dapat menetralisir alkali tembok yang berlebihan.

4.pengecetan,setelah cat dasar kering di lanjutkan dengan pengecatan dengan mempergunakan roll atau kuas.

Yang perlu diperhatikan di sini adalah bagaimana kita bisa mengaplikasikan aturan-aturan yang tertera di kemasan cat.

Untuk dinding yang berhubungan dengan cuaca luar (dinding bagian luar) sangat di sarankan untuk tidak di plamir.

Demikianlah persiapan-persiapan sebelum pengecatan di lakukan

saco-indonesia.com, Munculnya Bitcoin telah menimbulkan kekhawatiran oleh sejumlah pihak akan besarnya potensi penyelewengan den

saco-indonesia.com, Munculnya Bitcoin telah menimbulkan kekhawatiran oleh sejumlah pihak akan besarnya potensi penyelewengan dengan menggunakan mata uang tersebut. Terlebih, sudah banyak kasus di mana mata uang vitrual terbukti disalahgunakan untuk hal tersebut.

Belum lepas dari ingatan kita bagaimana FBI begitu saja menutup layanan transaksi mata uang virtual melalui Liberty Reserve. Kepolisian Federal Amerika Serikat tersebut dengan menganggap bahwa LR, nama bekennya, selama ini telah digunakan untuk sarana pencucian uang hasil transaksi benda haram mulai dari narkoba hingga senjata api.

Namun, matinya LR juga tak langsung membunuh mata uang virtual. Kini muncul Bitcoin beserta koin virtual lainnya yang bisa didapatkan siapa saja dan bebas dari jangkauan tangan hukum.

Para pelaku kriminal pun juga memanfaatkan dengan baik Bitcoin sehingga kemudian mata uang virtual ini lebih dekat konotasinya ke arah negatif. Seakan yang telah memiliki Bitcoin adalah para pelaku kriminal atau mereka yang suka jual beli barang haram.

Lagi-lagi polisi Amerika Serikat juga telah menemukan bukti bahwa Bitcoin digunakan untuk kegiatan haram. Dua eksekutif Bitcoin telah ditangkap dengan tuduhan mencuci uang hasil kegiatan ilegal terutama jual beli narkoba di Silk Road.

Tertangkapnya dua orang ini telah menimbulkan anggapan bahwa sepertinya AS mulai waspada dengan persebaran mata uang virtual ini. Bahkan, mungkin saja di masa depan nasib Bitcoin tak jauh beda dengan LR.

Meski begitu, pihak berwenang sendiri sampai saat ini memang masih kesulitan dalam menangkap pelaku kejahatan yang menggunakan Bitcoin. Pasalnya, mata uang satu ini tesimpan dalam komputasi awan dan terenkripsi secara digital. Sehingga, sangat sulit bagi siapa saja untuk dapat melacaknya.

Namun begitu, tren bank sentral beberapa negara di dunia telah menyatakan bahwa Bitcoin tidak bisa dijamin keabsahannya oleh negara karena . Sehingga, bisa saja muncul gerakan global untuk dapat memberantas penggunaan Bitcoin.


Editor : Dian Sukmawati

Mr. Paczynski was one of the concentration camp’s longest surviving inmates and served as the personal barber to its Nazi commandant Rudolf Höss.

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Artikel lainnya »