jual ECM perkins agen ECM perkins distributor ECM perkins toko ECM perkins seting ECM perkins

Jual Genset Doosan di Wajo Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Genset Doosan di Wajo Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Genset Doosan di Wajo

Jual Genset Doosan di Wajo

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Genset Doosan di Wajo | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Genset Cummins 80Kva Murah di Gunungsitoli

Genset Cummins 80Kva Murah di Gunungsitoli Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Genset Cummins 80Kva Murah di Gunungsitoli

Selain pahala berupa derajat yang ditingkatkan, ibadah-ibadah dalam syariat Islam juga mempunyai hikmah membersihkan diri seoran

Selain pahala berupa derajat yang ditingkatkan, ibadah-ibadah dalam syariat Islam juga mempunyai hikmah membersihkan diri seorang muslim dari kotoran dosa. Hal itu karena ibadah-ibadah itu berperan dalam menciptakan suasana jiwa yang penuh dengan iman. Dengan suasana ini seorang muslim akan terbebas dari syahwat yang selama ini membelenggunya, dan terarahkan untuk selalu menghambakan dirinya kepada Allah swt.

Mulai dari ibadah wudhu, Rasulullah saw. bersabda:

 إذا توضأ العبد المسلم أو المؤمن فغسل وجهه خرج من وجهه كل خطيئة نظر إليها بعينيه مع الماء أو مع آخر قطر الماء فإذا غسل يديه خرج من يديه كل خطيئة كان بطشتها يداه مع الماء أو مع آخر قطر الماء فإذا غسل رجليه خرجت كل خطيئة مشتها رجلاه مع الماء أو مع آخر قطر الماء حتى يخرج نقيا من الذنوب

“Jika seorang muslim berwudhu, saat dia membasuh wajahnya, keluarlah semua dosa yang diperbuat matanya, dan hilang bersama air atau bersama tetes air yang terakhir. Saat membasuh tangannya, keluarlah semua dosa yang telah diperbuat tangannya, dan hilang bersama air atau bersama tetes air yang terakhir. Saat membasuh kakinya, keluarlah dosa yang didatangi dengan kakinya, dan hilang bersama air atau tetes air yang terakhir. Hingga akhirnya, dia menjadi orang yang bersih dari dosa.” [HR. Muslim].

Hal yang sama juga berlaku untuk shalat. Rasulullah saw. bersabda:

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ قَالُوا لَا يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا قَالَ فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا

“Bagaimana kiranya kalau ada sebuah sungai mengalir di depan rumah salah seorang di antara kalian, orang itu mandi lima kali setiap harinya, apakah orang itu masih kotor?” para sahabat menjawab, “Tentu tidak ada kotoran yang tersisa.” Rasulullah saw. melanjutkan, “Demikian juga shalat lima waktu akan menghapus dosa-dosa.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Begitu pula puasa di bulan Ramadhan. Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Orang yang berpuasa bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Adapun tentang membayar zakat, Allah swt. berfirman:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” [At-Taubah: 103].

Demikianlah, semua ibadah akan menghapus dosa. Tapi kadang ada dosa besar yang masih tersisa. Di sinilah haji akan menghapus dosa-dosa itu hingga bersih sama sekali seperti bayi yang baru dilahirkan.

مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

“Orang yang melaksanakan haji ikhlas karena Allah swt., lalu tidak berkata kotor dan tidak berbuat kefasikan, maka dia akan pulang (bersih dari dosa) seperti saat dilahirkan oleh ibunya.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Ketika sekarat, ‘Amr bin Al-‘Ash ra. meriwayatkan bahwa dirinya dulu pernah menjadi orang yang paling benci kepada Rasulullah saw. Dia sangat berkeinginan untuk bisa membunuh Rasulullah saw. Syukurlah hal itu tidak terjadi, “Kalau dulu aku benar-benar bisa membunuhnya, tentu aku menjadi penduduk neraka.” Tapi ketika dirinya mendapatkan hidayah keimanan, beliau mensyaratkan semua dosanya dihapuskan. Rasulullah saw. bersabda:

 أما علمت أن الإسلام يهدم ما كان قبله وأن الهجرة تهدم ما كان قبلها وأن الحج يهدم ما كان قبله

“Tidakkah engkau mengetahui bahwa masuk Islam itu menghapus dosa-dosa sebelumnya? Bahwa hijrah itu menghapus dosa-dosa sebelumnya? Bahwa ibadah haji itu menghapus dosa-dosa sebelumnya?” [HR. Muslim].

Dihapuskannya dosa itu didapat tentu jika haji yang dilaksanakannya mabrur. Sedangkan haji akan mabrur jika biaya yang digunakan adalah halal dan thayyib, seluruh manasik dilaksanakan dengan baik, banyak diisi dengan perbuatan baik seperti berdzikir dan membantu orang lain, dan tidak dikotori dengan hal-hal yang bisa merusaknya seperti berkata kotor, berdebat, dan lain sebagainya.

Menurut Imam Hasan Al-Basri, di antara tanda dosa telah diampuni adalah seorang haji bersikap zuhud di dunia, dan lebih perhatian terhadap persiapan menuju akhirat. Hal ini terwujud karena selama melaksanakan haji, dia melihat banyak hal yang mengingatkan pada kehidupan akhirat. Mulai dari perjalanan, memakai kain ihram, wukuf di padang Arafah, dan sebagainya. Semakin kuat keimanan kepada Hari Akhir dan keharusan mempersiapkannya. (msa/dakwatuna)


Sumber : http://www.dakwatuna.com

Baca Artikel Lainnya : MUAMALAH SETELAH IBADAH HAJI

YOGYAKARTA, Saco-Indonesia.com - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan UGM Yogyakarta, Artina Prastiwi menemukan vaksin flu burung atau Avian Influenza H5N1 dengan memanfaatkan ekstrak buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa).

YOGYAKARTA, Saco-Indonesia.com - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan UGM Yogyakarta, Artina Prastiwi menemukan vaksin flu burung atau Avian Influenza H5N1 dengan memanfaatkan ekstrak buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa).

"Vaksin tersebut terbukti mampu menghambat perkembangan virus Avian Influenza (AI) hingga 87 persen. Selain telah teruji dalam skala laboratorium, vaksin itu juga lebih murah dibandingkan dengan vaksin kimia yang dijual di pasaran," kata Artina di Yogyakarta, Kamis (3/3/2011).

Menurut dia, vaksin AI di pasaran biasanya dibanderol Rp 200.000 per 100 dosis, sedangkan vaksin temuannya hanya Rp 75.000 per 100 dosis.

"Meskipun terbilang efektif dan murah, vaksin itu belum dipasarkan secara massal, karena masih perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti hasilnya," katanya.

Vaksin itu memanfaatkan buah mahkota dewa, potensi lokal Indonesia, yang secara ilmiah telah terbukti mampu meningkatkan daya tahan tubuh sebagai antivirus AI.

Kandungan saponin dalam buah mahkota dewa bermanfaat selain dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan vitalitas, juga bisa dimanfaatkan sebagai antibakteri dan antivirus.

Menurut dia, untuk mendapatkan senyawa saponin, buah mahkota dewa dibuat ekstrak melalui penyulingan.

 

Sumber :ANT/kompas.com
Editor : Maulana Lee

A lapsed seminarian, Mr. Chambers succeeded Saul Alinsky as leader of the social justice umbrella group Industrial Areas Foundation.

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Artikel lainnya »