jual ECM perkins agen ECM perkins distributor ECM perkins toko ECM perkins seting ECM perkins

Jual Genset Doosan di Kepulauan Bangka Belitung Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Genset Doosan di Kepulauan Bangka Belitung Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Genset Doosan di Kepulauan Bangka Belitung

Jual Genset Doosan di Kepulauan Bangka Belitung

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Genset Doosan di Kepulauan Bangka Belitung | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

genset Isuzu Foton 40 kVA silent bergaransi dan berkualitas di Prabumulih

genset Isuzu Foton 40 kVA silent bergaransi dan berkualitas di Prabumulih Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). genset Isuzu Foton 40 kVA silent bergaransi dan berkualitas di Prabumulih

Jakarta saco-indonesia.com, Barcelona kembali menelan kekalahan telak saat berhadapan dengan Bayern Munich di Camp Nou. Skor 0-3 membuat The Catal

Jakarta  saco-indonesia.com,  Barcelona kembali menelan kekalahan telak saat berhadapan dengan Bayern Munich di Camp Nou. Skor 0-3 membuat The Catalans mencatatkan rekor buruk karena itu membuat mereka menelan agregat kekalahan terburuk di Eropa.

Los Cules kembali kalah dengan skor mencolok di leg kedua semifinal Liga Champions. Setelah di pertemuan pertama tunduk 0-4, kini mereka takluk 0-3 lewat gol Arjen Robben, bunuh diri Gerard Pique, dan Thomas Mueller.

Dengan ini Barca harus kalah telak 0-7 secara agregat. Ini merupakan kekalahan agregat terbesar Barcelona di seluruh kompetisi Eropa. Sebelumnya, kekalahan agregat terbesar mereka adalah dengan selisih empat gol; yakni saat ditahun 1962 saat ditundukkan Valencia dengan 6-2 (away) dan 1-1 (home)

Selain itu, takluk dengan margin tiga gol di kandang merupakan yang pertama kalinya untuk Blaugrana di Eropa sejak 1997. Saat itu mereka kalah 0-4 dari wakil Ukraina, Dinamo Kiev, di bulan November.

Dengan ini maka tercipta final antara sesama wakil Jerman. Bayern akan menghadapi Borussia Dortmund di Stadion Wembley, Sabtu (25/5/2013) mendatang. Bayern mengincar gelar Liga Champions kelima, sedangkan Dortmund menginginkannya untuk kedua kalinya. Sumber : Detik.com

Bekasi, Saco-Indonesia.com — Bos Kernel Oil Singapura, Widodo Ratanachaitong, menggunakan kode "apel Amerika" dan "barang Singapura" ketika membicarakan rencana penyerahan uang kepada terdakwa kasus dugaan suap di lingkungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Deviardi.

Bekasi, Saco-Indonesia.com — Bos Kernel Oil Singapura, Widodo Ratanachaitong, menggunakan kode "apel Amerika" dan "barang Singapura" ketika membicarakan rencana penyerahan uang kepada terdakwa kasus dugaan suap di lingkungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Deviardi.

Deviardi alias Ardi merupakan pelatih golf mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini. Ia juga berperan sekaligus sebagai perantara penyerahan uang dari Widodo untuk Rudi. Kode itu sebagai kata ganti mata uang yang akan diserahkan Widodo.

Kode-kode itu terungkap dari rekaman telepon antara Widodo dan Deviardi pada 23 Juli pukul 16.27. Jaksa Riyono menjelaskan, Widodo menghubungi Deviardi untuk membicarakan jenis mata uang dan cara penyerahan uang untuk Rudi.

"Dalam kesempatan itu, terdakwa (Deviardi) mengatakan antara lain, 'berarti 7 kilo nanti saja, ya'," ujar jaksa saat membacakan dakwaan Deviardi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (7/1/2014).

Widodo pun menjawab, "Satu orang ada limitnya besok suruh orang usahain bawa 1, sisanya pengen dalam bentuk sama atau barang Indonesia atau barang Singapore, kita lebihin kalau memang dia oke, atau memang harus apel Amerika."

Deviardi lalu menanggapi, "Barang Singapore enggak apa-apalah, boleh lebihin," kata Deviardi kepada Widodo seperti dalam dakwaan.

Setelah percakapan itu, akhirnya Widodo menyerahkan uang kepada Deviardi secara bertahap senilai 700.000 dollar AS dan 200.000 dollar Singapura. Uang 700.000 dollar AS diserahkan Widodo melalui Komisaris PT Kernel Oil Private Limited (KOPL) Simon Gunawan Tanjaya.

Uang itu di antaranya agar Rudi menyetujui Fossus Energy Ltd sebagai pemenang lelang terbatas kondensat Senipah bagian negara pada 7 Juni 2013 untuk periode bulan berikutnya. Rudi juga diharapkan menyetujui kargo pengganti minyak mentah Grissik Mix bagian negara untuk Fossus Energy Ltd periode Februari-Juli 2013.

Selain itu, mereka meminta Rudi menggabungkan lelang terbatas minyak mentah Minas/SLC bagian negara dan kondensat Senipah periode Agustus 2013, serta menyetujui Fossus Energy Ltd sebagai pemenang lelang terbatas minyak mentah Minas dengan kondensat Senipah.

Sumber : kompas.com

Editor : Maulana Lee

Ms. Crough played the youngest daughter on the hit ’70s sitcom starring David Cassidy and Shirley Jones.

Mr. Bartoszewski was given honorary Israeli citizenship for his work to save Jews during World War II and later surprised even himself by being instrumental in reconciling Poland and Germany.

Artikel lainnya »