Sparpart genset murah genset perkins genset foton genset cummins murah genset lovol 100 kva harga

Jual Genset Doosan Murah di Gianyar Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Genset Doosan Murah di Gianyar Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Genset Doosan Murah di Gianyar

Jual Genset Doosan Murah di Gianyar

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Genset Doosan Murah di Gianyar | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Genset Cummins 80Kva bergaransi dan berkualitas di Surabaya

Genset Cummins 80Kva bergaransi dan berkualitas di Surabaya Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Genset Cummins 80Kva bergaransi dan berkualitas di Surabaya

Bekasi, Saco-Indonesia.com - Lagi KPK kembali memeriksa Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan terkait penyidikan kasus dugaan penerimaan hadiah terkait kegiatan hulu minyak dan gas, Senin (27/1/2014).

Bekasi, Saco-Indonesia.com - Lagi KPK kembali memeriksa Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan terkait penyidikan kasus dugaan penerimaan hadiah terkait kegiatan hulu minyak dan gas, Senin (27/1/2014). Kali ini, Karen akan diperiksa sebagai saksi bagi tersangka baru kasus itu, mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Waryono Karno.

"Bersaksi untuk Pak Waryono," kata pengacara Karen, Rudi Alfonso di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta.

Rudi mendampingi Karen diperiksa KPK pagi ini. Sementara Karen, enggan berkomentar kepada wartawan mengenai pemeriksaannya. "Ya enggak tahu, kan belum diperiksa, tunggu saja nanti selesainya, baru ini kita kasih tahu," sambung Rudi.

Lebih jauh mengenai kasus dugaan gratifikasi kegiatan hulu migas ini, Rudi mengatakan bahwa kliennya tidak tahu mengenai dugaan aliran dana ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang diberikan mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. Dia membantah dugaan PT Pertamina menyumbang dana untuk tunjangan hari raya (THR) anggota DPR.

"Kalau itu saya pastikan enggak ada. Ibu ini kan sudah sering diancam untuk dipecat tapi dia tidak pernah melayani permintaan itu," kata Rudi.

Sebelumnya, KPK memeriksa Karen sebagai saksi bagi tersangka Rudi Rubiandini. Dalam persidangan terdakwa kasus ini, Simon G Tanjaya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta terungkap bahwa Simon menyuap Rudi terkait pelaksanaan lelang terbatas minyak mentah dan kondesat bagian negara di SKK Migas, antara lain dengan menyetujui Fossus Energy Ltd sebagai pemenang lelang terbatas kondensat Senipah bagian nehara pada 7 Juni 2013 periode Juli 2013.

Rudi juga menyetujui Fossus Energy sebagai pemenang lelang terbatas minyak mentah Minas/SLG bagian negara pada 4 Juli 2013 untuk periode Agustus 2013.

Saat dikonfirmasi soal lelang terbatas bagian negara tersebut seusai diperiksa sebagai saksi bagi Rudi beberapa waktu lalu, Karen tidak menjawab.

Sumber : Kompas.com

Editor : Maulana Lee

Sebuah truk kontainer yang bernomor polisi B 9147 Q yang telah membawa alat berat jenis pontonpile tergelincir di Jalan Mitra Sunter Boulevard, Sunteragung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (14/3).

Sebuah truk kontainer yang bernomor polisi B 9147 Q yang telah membawa alat berat jenis pontonpile tergelincir di Jalan Mitra Sunter Boulevard, Sunteragung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (14/3).

Akibatnya, sejak pukul 06.00 pagi WIB, akses keluar tol sunter dan Jalan Boulevar Barat Kelapa Gading menuju Sunter dialihkan.

Peristiwa tersebut telah terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Namun untuk dapat menghindari stagnasi lalu lintas, Kepolisian telah melakukan pengalihan sejak pukul 06.00 WIB.

Sopir truk, Badri yang berusia (33) tahun , telah mengatakan awalnya tengah mengemudikan truk dari arah Ciputat menuju proyek di Bilangan Kelapa Gading. Namun saat baru turun dari pintu keluar Tol Layang Wiyoto Wiyono, Sunter dan berbelok ke arah Jalan Mitra Sunter Boulevard, alat berat yang dibawa goyang lalu terjatuh ke jalanan.

"Saya sempat stabilkan dan truk sudah lurus jalannya. Tapi karena ada tanah di bak jadi licin dan pontonpile tergelincir," ujarnya, Jumat (14/3).

Dia kesulitan mengevakuasi sendiri. Pengangkatan menggunakan dongkrak hidrolik pun gagal. Bahkan karena tidak mampu menahan beban, dongkrak patah. Hingga pukul 10.00 WIB, pemindahan alat berat masih terus diupayakan.

Kanit Patroli Jalan Raya (PJR) Jaya Dua, Satlantas Polda Metro Jaya, AKP Sigit P, telah mengatakan pengalihan terpaksa dilakukan. Hal itu agar tidak menyebabkan stagnasi lalu lintas yang mengarah ke lokasi.

"Dari pada macet total dan tidak bergerak. Akhirnya sejak pukul 06.00 WIB pagi tadi kita lakukan pengalihan," ujarnya.

Pronovost, who played for the Red Wings, was not a prolific scorer, but he was a consummate team player with bruising checks and fearless bursts up the ice that could puncture a defense.

The career criminals in genre novels don’t have money problems. If they need some, they just go out and steal it. But such financial transactions can backfire, which is what happened back in 2004 when the Texas gang in Michael

Artikel lainnya »