Jual Genset Doosan Murah di Bulukumba Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Genset Doosan Murah di Bulukumba Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Genset Doosan Murah di Bulukumba

Jual Genset Doosan Murah di Bulukumba

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Genset Doosan Murah di Bulukumba | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Jual genset perkins CHINA/LOVOL Kap 150 kva Prime power type 1106C-P6TAG3 di Palembang

Jual genset perkins CHINA/LOVOL Kap 150 kva Prime power type 1106C-P6TAG3 di Palembang Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Jual genset perkins CHINA/LOVOL Kap 150 kva Prime power type 1106C-P6TAG3 di Palembang

saco-indonesia.com, Membuat video untuk disajikan di YouTube sebenarnya tidaklah sulit. Yang dibutuhkan hanyalah latihan dan beberapa petunjuk (tip)

Membuat video untuk disajikan di YouTube sebenarnya tidaklah sulit. Yang dibutuhkan hanyalah latihan dan beberapa petunjuk (tip) singkat dari ahlinya.

Salah satu ahli yang gemar membagikan petunjuk pembuatan video adalah Dennis Adhiswara. Ia adalah aktor, pembuat film, dan CEO Layaria, sebuah organisasi di mana para insan kreatif Indonesia berkumpul, berkolaborasi, dan berkreasi lewat medium web series.

Layaria merupakan salah satu YouTube partner di Indonesia.

Berikut 5 petunjuk untuk membuat video online.

1. Buatlah topik yang disukai. Bila sedang mencari ide, tanyalah pada diri sendiri: "Jika saya ada uang, apa yang akan dilakukan?". Pertanyaan ini merupakan latihan untuk mengetahui passion atau kegemaran sebenarnya. Jika membuat video yang tidak disuka, untuk apa harus repot-repot membuatnya?

2. Sharing is caring. Jika memiliki beberapa keterampilan, seperti memasak, merajut, dan menggambar, dan ingin di- sharing dengan penonton nasional atau global, jangan ragu, bagikanlah. Buatlah video yang sederhana dan secara terus menerus, - jangan berhenti!

3. Jangan takut dengan komentar negatif. Benar, tidak ada ide asli yang tersisa di dunia ini. Benar, kita harus memiliki sesuatu yang berbeda di video kita. Benar, sudah ada jutaan tutorial  memasak.  Namun, itu bukan alasan untuk tidak membuat video sendiri yang berkualitas dengan pendapat dan pandangan unik Anda. Ada yang akan benci tapi di internet itu sudah biasa.

4. Lebih hemat. Tidak diperlukan kamera kelas studio mahal untuk membuat saluran di YouTube sendiri. Bahkan webcam HD sederhana murah meriah sudah cukup. Pastinya, peralatan tersebut dapat di-upgrade di kemudian hari.

5. Berkolaborasi. Ini adalah keindahan Youtube: pengguna dapat berkolaborasi dengan penonton dan bahkan para ahli. Dapatkan lebih banyak pengalaman dan pengetahuan dengan mengundang penonton setia.  Kalau mau, terimalah permintaan atau ide-ide mereka. Lebih baik lagi, buatlah video bersama mereka.

TIPS RAHASIA: Menghasilkan uang dari Youtube. Sekarang semua pembuat konten di Indonesia bisa menghasilkan uang berdasarkan berapa banyak tampilan videonya ditonton. Sebenarnya cukup sederhana, tapi tidak banyak orang menyadarinya. Jika ingin mempelajari lebih lanjut, klik tombol 'partners' di bagian bawah situs utama Youtube.

Adv : jasa pembuatan website di jakarta

Hasil otopsi menyatakan racun tikus adalah penyebab kematian sepasang gajah, jantan dan betina, di Taman Nasional Tesso Nillo (TNTN), Kecamatan Baserah, Kabupaten Pelalawan, Riau, beberapa waktu lalu.

PEKANBARU, Saco-Indonesia.com - Hasil otopsi menyatakan racun tikus adalah penyebab kematian sepasang gajah, jantan dan betina, di Taman Nasional Tesso Nillo (TNTN), Kecamatan Baserah, Kabupaten Pelalawan, Riau, beberapa waktu lalu.

"Sangat patut diduga penyebab kematian dua gajah ini adalah karena diracun menggunakan racun tikus karena di bangkai gajah-gajah ini ditemukan zat tersebut," kata Kepala Balai TNTN Kupin Simbolon melalui telepon, Selasa (4/6/2013).     

Dia mengatakan, zat racun tikus itu ditemukan berada pada lambung bangkai sepasang gajah itu, sehingga juga patut diduga ada kesengajaan untuk membunuh dua binatang berbelalai ini. "Belum diketahui siapa pelakunya," kata dia.

Dua gajah Sumatera malang itu ditemukan pada Jumat lalu (31/5/2013) saat personel Balai Taman Nasional bersama WWF melakukan monitoring pergerakan gajah liar.
"Kondisi ini sudah meresahkan, banyak sekali gajah yang mati dan saya berjanji tidak akan membiarkan ini terus terjadi," kata Kupin.      

Humas WWF Program Riau, Syamsidar mengatakan, dua gajah tersebut kemungkinan mati akibat diracun. Sebab, lokasi penemuannya tidak jauh dari ditemukannya gajah yang sebelumnya juga mati akibat racun pada awal Mei lalu.

Syamsidar mengatakan, kemungkinan besar dua gajah ini masih satu kelompok, karena jarak ditemukannya berdekatan.

Menurut dia, satu bangkai gajah yang baru ditemukan masih sangat muda karena diperkirakan berusia lima tahun. Gajah jantan itu masih memiliki gading lengkap ketika ditemukan.

"Gadingnya langsung diamankan di Balai Taman Nasional Tesso Nilo," ujarnya.     

Berjarak sekitar satu kilometer dari bangkai anak gajah, katanya, tim patroli kembali menemukan satu bangkai yang merupakan induk betina. Kondisi dua bangkai belum membusuk sehingga diperkirakan baru 2-3 hari mati.     

Menurut dia, kondisi konflik gajah dan manusia di Tesso Nilo makin memprihatinkan sejak 2012. Padahal, kawasan konservasi itu dibuat untuk membantu melestarikan keberadaan gajah sumatera (epelhas maximus sumatranus) yang populasinya diperkirakan tinggal 150-200 ekor di Tesso Nilo.

Pada tahun 2012, sebanyak 15 gajah Sumatera ditemukan mati di Riau, dimana sebagian besar terjadi di Tesso Nilo. Sayangnya, hingga kini pelakunya belum bisa diungkap.

 

Sumber : Antara/Kompas.com
Editor :Liwon Maulana(galipat)

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Artikel lainnya »