Jual Genset Cummins di Yahukimo Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Genset Cummins di Yahukimo Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Genset Cummins di Yahukimo

Jual Genset Cummins di Yahukimo

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Genset Cummins di Yahukimo | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Jual Sparepart genset perkins CHINA/LOVOL Kap 170 kva Prime power type 1106C-P6TAG4 bergaransi dan berkualitas di Langkat

Jual Sparepart genset perkins CHINA/LOVOL Kap 170 kva Prime power type 1106C-P6TAG4 bergaransi dan berkualitas di Langkat Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Jual Sparepart genset perkins CHINA/LOVOL Kap 170 kva Prime power type 1106C-P6TAG4 bergaransi dan berkualitas di Langkat

saco-indonesia.com, orng yang pandai belum tentu bisa sukses orng yang banyak duit belum tentu kaya orng yang gx punya apa-apa belum tentu miskin orng yang diam belum tentu gx bisa berbuat apa2 semua orang ada kelebian dan kekurangan tak usah bangga dengan kepandaian, kekayaan, kemiskinan mu. karna allah punya maksut tertentu dengan memberikan sesuatu kepada hamba nya?

saco-indonesia.com,

orng yang pandai belum tentu bisa suksesorng yang banyak duit belum tentu kaya
orng yang gx punya apa-apa belum tentu miskin
orng yang diam belum tentu gx bisa berbuat apa2
semua orang ada kelebian dan kekurangan
tak usah bangga dengan kepandaian, kekayaan, kemiskinan mu.
karna allah punya maksut tertentu dengan memberikan sesuatu kepada hamba nya?

by;devan

saco-indonesia.com, Aksi pencurian di rumah kosong (rumsong) telah kembali terjadi. Pada Minggu (22/12/2013) kemarin, kawanan pe

saco-indonesia.com, Aksi pencurian di rumah kosong (rumsong) telah kembali terjadi. Pada Minggu (22/12/2013) kemarin, kawanan pencuri telah berhasil menggondol uang dan perhiasan hingga Rp1 miliar, di rumah milik perwira menengah di Jalan Penyelesaian Tomang IV, Blok 69, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat.

Hal itu telah dikatakan oleh anak pemilik rumah, Aniq Tasya yang berusia 19 tahun, kepada petugas Polsek Metro Kembangan, Minggu (22/12/2013).

Kepada petugas, Aniq Tasya telah menjelaskan ketika ia baru pulang ke rumah, orang tuanya sedang tidak ada di rumah. Setelah ia masuk ke dalam kamar orang tuanya, Aniq telah mendapati lemari baju orang tuanya dalam keadaan berantakan, jendela dalam keadaan rusak dan isi brankas telah hilang.

Peristiwa tersebut kemudian telah dilaporkan ke Polsek Metro Kembangan. Korban juga mengatakan kehilangan uang sebesar Rp 500 juta dan perhiasan emas, seluruh kerugian mencapai Rp 1 miliar.

Kasus ini juga masih dalam penyelidikan petugas Polsek Metro Kembangan.


Editor : Dian Sukmawati

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

“It was really nice to play with other women and not have this underlying tone of being at each other’s throats.”

Artikel lainnya »