jual ECM perkins agen ECM perkins distributor ECM perkins toko ECM perkins seting ECM perkins

Jual Genset Cummins di Surakarta Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Genset Cummins di Surakarta Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Genset Cummins di Surakarta

Jual Genset Cummins di Surakarta

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Genset Cummins di Surakarta | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Genset Cummins 500 kva bergaransi dan berkualitas di Dogiyai

Genset Cummins 500 kva bergaransi dan berkualitas di Dogiyai Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Genset Cummins 500 kva bergaransi dan berkualitas di Dogiyai

saco-indonesia.com, Penanaman Grounding Road Lakukan penggalian tanah ukuran 30x30 kedalaman 50cm Pertama coba tancapkan

saco-indonesia.com,

Penanaman Grounding Road

Lakukan penggalian tanah ukuran 30x30 kedalaman 50cm
Pertama coba tancapkan grounding road tersebut apakah mudah atau susah ditancapkan.
Jika agak susah,buatkan  bentuk lubang dimana grounding rod tersebut akan ditanamkan.
Tuangkan air kedalam lubang tersebut hingga penuh
Tancapkan grounding rod tersebut kedalam lubang dan tekan secara pelan pelan hingga beberapa centimeter
Angkat sedikit grounding rod tersebut ,dan biarkan air turun kebawah
Tekan kembali grounding rod tersebut hingga beberapa centimeter dari kedalaman awal
Tuangkan kembali air kedalam lubang,lalu ulangi dengan menekan grounding rod.
Sepanjang anda tidak menemukan tanah yang keras atau tanah berbatu,
air juga akan membantu anda untuk dapat menggeser lumpur atau pasir di dalam tancapan hingga grounding roda tertancap sampai habis.
Lakukan hal tersebut secara berulang hingga grounding rod tersebut tertanam sampai habis

Jika anda telah mengalami kesulitan saat penancapan grounding road,
anda juga bisa menggunakan alat bantu berupa palu untuk dapat memukul ujung atas grounding road hingga tertancap semuanya,
atau bisa juga dengan menggunakan alat bantu stang pipa,
lakukan penjepitan stang pipa ke grounding road tersebut kemudian anda berdiri di stang pipa sambil menekan grounding road kebawah.
Untuk hal tertentu anda kemungkinan anda membutuhkan penanaman grounding road yang lebih dalam dari ukuran panjang grounding road misalnya sampai kedalamna 20m,
sehingga penancapan tidak bisa dilakukan lagi.
Anda juga dapat menggunakan cara dengan mengebor tanahnya lebih dahulu.
Anda juga bisa meminta tuakng bor untuk dapat melakukan pengeboran lobang dengan diameter +/-10 cm.
Setelah kedalaman yang telah dibutuhkan dapat tercapai,anda kemudian dapat menanamkan stick road ke dalamnya.
Sebelumnya lakukan pengikatan (soldering) antara grounding rod dengan kabel road.
Dengan menggunakan pipa besi (yang bisa disambung),lakukan pendorongan grounding road ke dalam lubang.
Anda juga bisa menandai jarak dari ujung grounding road dan kabel grounding untuk dapat memastikan penanaman kabel sudah sesuai dengan kedalaman yang diinginkan.
Cara Penyambungan Grounding Road dengan Kabel Grounding
Cara menghubungkan yang paling bagus antara grounding rod dengan kabel grounding adalah dengan sistim pengelasan dengan menggunakan alat Cadweld.
Setipa penyambungan harus dengan menggunakan bubuk mesiu standar,karena pemakaian bubuk mesiu akan dapat memepengaruhi kekuatan sambungannya.
Hal ini juga dilakuan untuk proses penyambungan antara kabel grounding dengan kabel grounding dan juga untuk penyambungan antara kabel grounding ke plate terminal grounding.
Sebelum welding dilakukan,seluruh permukaan yang akan diwelding harus dibersihkan dari kotoran.
Dicuci dengan bersih,kemudian digosok dengan sikat besi.
Permukaan tidak boleh dalam keadaan basah.
Proses welding juga harus dilakukan dengan benar,alat harus ditutup dengan rapat baru dilakukan pemantikan.
Ketika proses cadweld sudah selesai dilaksanakan,hasil welding juga harus diperiksa apakah sambungan sudah kuat atau belum.
Harus dipastikan hasil penyambungan tidak ada yang terlepas.
Bila ada ditemukan sambungan yang lepas  harus dilakukan welding kembali.
Cara lain yang bisa digunakan untuk proses penyambungan grounding rod dan kabel grounding dengan cara sederhana adalah dengan menggunakan clamp.
Dan ada juga yang menggunakan solder listrrik tapi,cara ini tidak terlalu menjamin pengikatan yang sempurna.
 

Editor : Dian Sukmawati

Orang-orang yang diundang Allah Ta’ala untuk berhaji dan berumrah diberikan kesempatan untuk melihat Rumah Allah, memegang

Orang-orang yang diundang Allah Ta’ala untuk berhaji dan berumrah diberikan kesempatan untuk melihat Rumah Allah, memegangnya atau bahkan menciumnya. Yang telah melihat dan memegang menjadi tahu persis bahwa ukuran rumah Allah Ta’ala tidak besar dan bukan terbuat dari emas. Padahal Dia kuasa untuk membuat rumah dari emas yang membuat manusia terpesona dan berduyun-duyun datang untuk melihatnya.

Rumah itu tidak besar dan bukan terbuat dari emas, namun di hari ini satu-satunya tempat yang tidak pernah sepi dari kunjungan manusia adalah Rumah Allah itu. Secara lahiriah rumah itu sederhana, tetapi secara batiniah rumah itu sangat mewah. Tidak ada yang lebih indah  di sisi Allah melebihi orang bertakwa. Pusaran manusia takwa yang tawaf, shalat atau menatap Ka’bah adalah hiasan termewah bagi Ka’bah. Dan di dasar Ka’bah itu tertanam batu-batu yang disusun oleh tangan orang yang lebih mengutamakan Allah di atas segala sesuatu, Nabi Ibrahim as. Fondasi penyanggah itulah permata terindah bagi Ka’bah.

Sebelum Allah Ta’ala memilih Nabi Ibrahim as menjadi Imam bagi segenap manusia dan memerintahkannya untuk menegakkan kembali fondasi Baitullah, Allah menguji beliau dengan beberapa perintah dan larangan. Dari ujian itu terlihat Ibrahim as lebih mengutamakan Allah swt dibandingkan apa pun juga.

Paling tidak ada tiga ujian besar yang membuktikan hal ini, yaitu: ujian dibakar hidup-hidup, ujian menempatkan keluarga di tempat yang tidak ada air dan kehidupan sama sekali; dan ujian menyembelih puteranya dengan tangannya sendiri.

Ujian pertama, dibakar hidup-hidup.

Imam Ibnu Katsir dalam Kitab Qishash al-Anbiyâ menceritakan bahwa Nabi Ibrahim as dilahirkan dan dibesarkan  di Babilonia. Di hari itu hanya ada tiga orang saja yang menyembah Allah swt yaitu: Ibrahim as, istrinya Sarah dan keponakannya Luth.

Orang-orang Babilonia pada waktu itu menyembah patung, bintang, bulan dan matahari. Nabi Ibrahim as mengajak kaumnya untuk meninggalkan sesembahan mereka dan hanya menyembah Allah saja. Kaumnya menolak.

Suatu hari ketika kaumya mengadakan perayaan hari besar agama mereka Ibrahim as menghancurkan berhala-berhala kecil yang ada di dalam kuil mereka dan menyisakan berhala yang terbesar. Ketika mereka kembali ke kuil, mereka mendapati tuhan-tuhan mereka sudah hancur berantakan. Maka tuduhan pun jatuh kepada Ibrahim as karena ia pernah mengancam akan melakukan makar terhadap tuhan-tuhan orang Babilonia itu. Al-Quran menceritakan dialog tersebut:

Mereka bertanya: “Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, Hai Ibrahim?”

Ibrahim menjawab: “Justru patung yang besar itulah yang melakukannya. Karena itu tanyakan kepada berhala-berhala(yang sudah hancur) itu, jika mereka dapat berbicara”.(QS. Al-Anbiya:62-63)

Terhenyaklah para penyembah berhala itu karena berhala-berhala yang selama ini mereka agungkan bukan saja tidak bisa membela diri bahkan tidak bisa berkata-kata sama sekali.

Bukannya insyaf  bahkan mereka bertambah marah.

Mereka berkata: “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak.”(QS.Al-Anbiya: 68)

Maka mereka pun bergegas hendak membakar Nabi Ibrahim as. Di sinilah datang ujian bagi beliau. Hanya ada dua pilihan, yaitu tetap berpegang teguh pada agama tauhid dengan konsekuensi dibakar hidup-hidup. Atau, bebas dari pembakaran asalkan melepaskan agama tauhid. Nabi Ibrahim memilih lebih baik dibakar.

Perlu diketahui bahwa tidak ada jaminan sebelumnya dari Allah bahwa Nabi Ibrahim as tidak mempan di bakar. Banyak Nabi lain yang terbunuh di jalan Allah, seperti Nabi Zakariya as dan Yahya as. Ucapan terakhir dari lisannya adalah ‘Cukup Allah bagiku. Dialah sebaik-baik pelindung’.

Dari Ibnu ‘Abbas ra, ia berkata,” Ucapan terakhir yang dikatakan oleh Ibrahim ketika dilemparkan ke dalam api adalah:

‘Cukuplah Allah bagiku dan Dia lah sebaik-baik pelindung’ .” (HR. Bukhari)

Datanglah pertolongan Allah swt.

Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.” (QS.Al-Anbiya: 69)

Allah Ta’ala menyelamatkannya dari api.

Ujian kedua, menempatkan keluarga di tempat yang tidak ada air dan kehidupan sama sekali.

Nabi Ibrahim as diperintahkan Allah swt untuk menempatkan istrinya Hajar dan puteranya Ismail di lembah Makkah yang pada waktu itu tidak ada air dan tumbuhan sama sekali. Resiko pelaksanaan perintah ini adalah kematian istri dan puteranya yang masih bayi itu oleh keganasan alam. Setelah sampai di lembah Makkah, Ibrahim pun bermaksud kembali ke Baitul Maqdis. Ketika akan ditinggalkan Hajar bertanya mengapa Ibrahim as meninggalkan mereka, namun Ibrahim as terus berjalan tanpa menoleh dan tidak dijawab. Akhirnya Hajar bertanya,” Apakah Allah memerintahkannya padamu?” Ibrahim as menjawab,” Ya.” Mendengar jawaban tersebut Hajar berkata,” Kalau begitu pastilah Dia tidak menyia-nyiakan kami.” Lalu Hajar pun menggendong puteranya Isama’il berjalan menuruni lereng menuju perut lembah.

Nabi Ibrahim as terus berjalan, ketika sampai di al-Tsaniyyah, di tempat yang tidak terlihat oleh istrinya Nabi Ibrahim as menghadap ke arah perut lembah Mekkah dan berdoa dengan munajat yang sangat terkenal yang Allah abadikan dalam Surat Ibrahim:

” Wahai Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tumbuhan sama sekali di dekat rumah-Mu yang dimuliakan, Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berikanlah rezeki kepada mereka berupa buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS. 14:37)

Setelah berdoa dan menyerahkan keluarganya kepada Allah Ta’ala Ibrahim as pun meninggalkan lembah Makkah dan kembali ke Baitul Maqdis, Palestina.

Allah pun menyelamatkan istri dan anaknya.

Ujian ketiga, perintah menyembelih puteranya Ismail dengan tangannya sendiri.

Bila disuruh memilih, lebih baik bagi seorang ayah untuk memotong lehernya sendiri dibandingkan memotong leher anaknya. Kalau pun harus membunuh anak, lebih ringan dengan meminjam tangan orang lain bukan dengan tangan sendiri. Tetapi Allah Ta’ala memerintahkan menyembelih puteranya dengan tangan sendiri.

Ketika isyarat mimpi itu datang, maka Nabi Ibrahim as bertanya kepada puteranya Isma’il yang berumur kira-kira 12 tahun. Al-Quran menceritakan:

Maka tatkala anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”(QS. Ash-Shaffat: 102)

Ketika keduanya telah berserah diri kepada Allah, Ismail telah dibaringkan di atas pelipisnya, pisau pun menempel dilehernya, kalau tidak ada pembatalan dari Allah maka anak itu pasti disembelih oleh Ibrahim as. Ketika itulah Allah al-Rahîm membatalkan penyembelihan tersebut.dan menggantikan Ismail dengan seekor kibasy yang besar.

Tiga ujian yang luar biasa! Setelah terlihat betapa Nabi Ibrahim lebih mengutamakan Allah Ta’ala dibandingkan apa pun juga maka Allah memilihnya menjadi pemimpin bagi umat manusia dan memerintahkannya untuk mendirikan kembali Rumah Allah Ta’ala.

Dengan tangan ketakwaannya ia bersama puternya Isma’il as meletakkan fondasi Ka’bah dan menegakkan bangunan Rumah Allah. Sampai hari kiamat nanti batu-batu yang ditanam Ibrahim as di fondasi Ka’bah akan tetap tertancap di sana.

Di sana, Bumi Makkah dan Baitullahnya merekam getaran cinta dan pengorbanan Nabi Ibrahim as yang telah memberikan yang terbaik bagi Allah Ta’ala sebagai bukti ketakwaannya.

Di sini, di hari ini, keadaannya jauh berbeda, kebanyakan kita hanya memberikan ‘sisa-sisa’ untuk Allah, sisa harta, sisa tenaga, sisa waktu, sisa hati dan sisa pikiran padahal Allah swt telah memberikan segala yang terbaik untuk kita. kita bergantung kepada Allah untuk setiap butir nasi yang kita makan, untuk setiap tetes air yang kita minum, untuk setiap desah nafas, untuk setiap detak jantung dan untuk setiap denyut kehidupan.

Setiap kita sedang membangun ketakwaan kepada Allah di dalam hati kita. Rumah yang dibangun dengan puing-puing sisa cepat atau lambat hanya akan menjadi tumpukan puing-puing. Demikian pula ketakwaan yang dibangun dengan puing-puing sisa harta, sisa tenaga, sisa waktu, sisa hati dan sisa fikiran cepat atau lambat hanya kaan menjadi puing-puing ketakwaan. Ketakwaan sejati hanya dapat ditegakkan  dengan ‘mengutamakan Allah di atas segala sesuatu’.

Sumber : http://www.mqtravel.co.id

Baca Artikel Lainnya : MENCIUM HAJAR ASWAD

A 214-pound Queens housewife struggled with a lifelong addiction to food until she shed 72 pounds and became the public face of the worldwide weight-control empire Weight Watchers.

A 2-minute-42-second demo recording captured in one take turned out to be a one-hit wonder for Mr. Ely, who was 19 when he sang the garage-band classic.

Artikel lainnya »