Sparpart genset murah genset perkins genset foton genset cummins murah genset lovol 100 kva harga

Jual Genset Cummins Murah di Yalimo Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Genset Cummins Murah di Yalimo Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Genset Cummins Murah di Yalimo

Jual Genset Cummins Murah di Yalimo

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Genset Cummins Murah di Yalimo | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Jual Sparepart Genset Cummins 37 Kva Silent di Maluku Tenggara

Jual Sparepart Genset Cummins 37 Kva Silent di Maluku Tenggara Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Jual Sparepart Genset Cummins 37 Kva Silent di Maluku Tenggara

saco-indonesia.com, Di babak kedua Kejuaraan Catur Kontinental Asia Piala Manny Pacquiao 2013, Minggu (19/5/2013) di Pasay City, Manila, Filipina, tiga pecatur remaja putri Indonesia berjaya.

MANILA, Saco- Indonesia.com — Di babak kedua Kejuaraan Catur Kontinental Asia Piala Manny Pacquiao 2013, Minggu (19/5/2013) di Pasay City, Manila, Filipina, tiga pecatur remaja putri Indonesia berjaya. WFM Dewi Ardiani Anastasia Citra (19), Nadya Anggraeni Mukmin (17), dan WFM Dita Karenza (13) masing-masing mendapat satu poin setelah mengalahkan lawan-lawannya.

Citra yang memiliki rating 2155 itu mengalahkan Sharmin Shirin Sultana (2005) dari Banglades. Lawan Citra memang memiliki rating lebih rendah dan belum memiliki gelar. Citra memang lebih diunggulkan di babak kedua ini. Yang juga menggembirakan, Nadya (1854) berhasil mengalahkan WIM Bernadette Galas dari Filipina yang memiliki rating lebih tinggi, 2045.

Adapun Dita (1821) menaklukkan Jedara Docena (2019) dari Filipina. Citra, Nadya, dan Dita kalah di babak pertama, Sabtu lalu. Ada enam pecatur putri yang diberangkatkan ke kejuaraan ini. Tiga yang lain adalah WIM Medina Warda Aulia, WIM Chelsie Monica Sihite, dan Yemi Jelsen. Sayang, ketiganya kalah di babak kedua ini.

Medina dan Yemi juga kalah di babak pertama, tapi Chelsie menang. Itu berarti, empat dari enam pecatur putri mengantongi satu poin dalam dua babak ini. Adapun dua pecatur lain masih nol. Masih ada tujuh babak yang harus dimainkan. Kesempatan masih terbuka luas untuk menambah poin.

Di bagian putra, lima pecatur menuai hasil remis. Satu pecatur menang, yakni Hamdani Rudin. Adapun pecatur yang kalah adalah Yoseph Theolifus Taher. Berikut daftarnya: 1. Yoseph Theolifus Taher (0) kalah dari GM John Paul Gomez (2511) dari Filipina; 2. IM Farid Firman Syah (2369) remis versus GM Krishnan Sasikiran (2669) dari India; 3. GM Susanto Megaranto (2531) remis melawan Bai Jinshi (2369) dari China; 4. Masruri Rahman (2165) menahan imbang IM Kirill Kuderinov (2442) dari Kazakhstan; 5. Mohamad Ervan (2162) remis melawan FM Gombosuren Munkhgal (2427) dari Mongolia; 6. CM Muhammad Luthfi Ali (2246) remis melawan FM Tuan Minh Tran (2399) dari Vietnam; 7. FM Hamdani Rudin (2341)mengalahkan Adelardo Pagente (1906) dari Filipina.


Editor :Liwon Maulana(galipat)

Sumber:Kompas.com

BRUSSELS, Saco-Indoesia.com ó Tingkat korupsi di Eropa sangat mengejutkan dan membebani ekonomi Uni Eropa sekitar 185 miliar dollar (atau Rp 2,2 triliun) per tahun.

BRUSSELS, Saco-Indoesia.com — Tingkat korupsi di Eropa sangat mengejutkan dan membebani ekonomi Uni Eropa sekitar 185 miliar dollar (atau Rp 2,2 triliun) per tahun. Demikian kata Komisi Eropa.

Laporan yang baru pertama kali ada tentang korupsi di 28 negara Uni Eropa itu menempatkan Uni Eropa, yang sering digambarkan sebagai salah satu kawasan paling bersih dari korupsi di dunia, dalam sebuah sorotan yang tak menyenangkan.

Di kalangan pebisnis ada keyakinan yang tersebar luas bahwa satu-satunya cara untuk berhasil adalah melalui koneksi politik dan hampir separuh dari perusahaan yang melakukan bisnis di Eropa mengatakan bahwa korupsi merupakan masalah bagi mereka.

Semakin banyak jumlah warga warga Uni Eropa yang berpikir bahwa korupsi kian parah, meskipun pengalaman terkait korupsi berbeda-beda di blok itu. Hampir semua perusahaan di Yunani, Spanyol, dan Italia percaya korupsi meluas. Namun, hal itu dinilai langka di Denmark, Finlandia, dan Swedia.

Inggris termasuk di antara negara yang dikritik karena gagal membersihkan dan mengatur pembiayaan partai politik, sebuah masalah yang komisi itu tentukan sebagai faktor utama dalam korupsi.

Cecilia Malmstrom, komisioner urusan dalam negeri Uni Eropa, mengatakan, korupsi mengikis kepercayaan dalam demokrasi. "Korupsi merusak kepercayaan warga terhadap lembaga-lembaga demokrasi dan rule of law. Hal itu merugikan perekonomian Eropa dan mengurangi penerimaan pajak yang sangat dibutuhkan," katanya.

"Satu hal yang sangat jelas: tidak ada zona bebas korupsi di Eropa. Komitmen politik untuk benar-benar membasmi korupsi tampaknya hilang. Ongkos karena tidak bertindak menjadi terlalu tinggi."

Dia mengatakan angka korupsi yang sesungguhnya "mungkin jauh lebih tinggi" dari 185 miliar dollar itu.

Sebagaimana diperlihatkan oleh survei komisi itu, banyak warga Uni Eropa yakin korupsi telah menjadi lebih buruk sebagai akibat dari masalah-masalah ekonomi dan keuangan di zona euro akibat krisis utang. Warga juga menduga korupsi merupakan hal lumrah dalam bisnis. Delapan dari 10 orang yakin bahwa hubungan dekat antara bisnis dan politik menyebabkan korupsi.

"Secara keseluruhan masalah Eropa tidak banyak terkait dengan soal suap kecil-kecilan," kata Carl Dolan dari Transparency International di Brussels. "Hal itu terkait dengan kelas politik dan industri. Telah terjadi kegagalan untuk mengatur konflik kepentingan para politisi dalam menangani bisnis."

Karena itu, Komisi Eropa merekomendasikan kontrol yang lebih baik dan kerja keras dalam penegakan hukum. Dalam sejumlah rekomendasi yang tidak mengikat, Inggris diminta untuk "menghentikan sumbangan kepada partai politik, membatasi pengeluaran kampanye pemilu dan memastikan monitoring yang proaktif dan penuntutan terhadap pelanggaran potensial".

Kurang dari satu persen orang Inggris, atau lima orang dari 1.115 orang yang disurvei oleh komisi itu, melaporkan bahwa mereka telah diminta untuk memberi suap. Itu merupakan "hasil terbaik di Eropa". Sebaliknya, 6 hingga 29 persen orang di Kroasia, Ceko, Lituania, Bulgaria, Romania, dan Yunani mengatakan mereka telah diharapkan untuk membayar suap.

Para pejabat dikritik karena tidak memasukkan sebuah bagian dari laporan itu yang mencantumkan korupsi di lembaga-lembaga Uni Eropa. Paul Nuttall, wakil pemimpin Partai Kemerdekaan Inggris, mengatakan, Komisi Eropa sebaiknya juga menganalisis dan mengubah budaya korusi di lingkungannya sendiri. Komisi itu jangan malah menutupi atau bungkam tentang apa yang terjadi di dalam dinding temboknya sendiri.

Sumber :Kompas.com

Editor : Maulana Lee

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Mr. Napoleon was a self-taught musician whose career began in earnest with the orchestra led by Chico Marx of the Marx Brothers.

Artikel lainnya »