genset perkins genset foton genset cummins murah
JUAL GENSET LOVOL MURAH DI JAKARTA

Jual Genset Cummins Murah di Melawi Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Genset Cummins Murah di Melawi Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Genset Cummins Murah di Melawi

Jual Genset Cummins Murah di Melawi

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Genset Cummins Murah di Melawi | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Jual Sparepart genset perkins CHINA/LOVOL Kap 100 kva Prime power type 1006TG1A bergaransi dan berkualitas di Aceh Besar

Jual Sparepart genset perkins CHINA/LOVOL Kap 100 kva Prime power type 1006TG1A bergaransi dan berkualitas di Aceh Besar Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Jual Sparepart genset perkins CHINA/LOVOL Kap 100 kva Prime power type 1006TG1A bergaransi dan berkualitas di Aceh Besar

saco-indonesia.com, Entrenador utama tim nasional Spanyol, Vicente Del Bosque, akhirny mengakui bahwa ia telah memilik Franck Ri

saco-indonesia.com, Entrenador utama tim nasional Spanyol, Vicente Del Bosque, akhirny mengakui bahwa ia telah memilik Franck Ribery bersama Xavi Hernandez dan Andres Iniesta untuk nominasi penerima Ballon d"Or.

Bosque di beberapa kesempatan yang lalu juga sudah pernah menyebut bahwa ia telah memilih dua pemain Spanyol untuk penghargaan tersebut, namun telah memilih untuk merahasiakan satu nama terakhir.

"Saya memilih dengan menyadari apa yang saya percaya. Saya tidak ingin terlibat dalam satu perdebatan. Ini adalah isu yang kecil menurut saya. Saya telah memilih Xavi dan Iniesta karena mereka ada di daftar. Tentu saya tidak bisa memilih pemain lain," jelasnya pada radio Ondacero, sebagaimana dilaporkan oleh AS.

"Sedangkan saya telah memilih Ribery sebagai kandidat ketiga untuk alasan yang bagus, ia juga sudah memenangkan Liga Champions, liga, dan piala domestik. Selain itu ia juga membawa Prancis ke Piala Dunia. Ia adalah seorang perwakilan yang sempurna untuk Bayern Munich," tutup Bosque.

Pengumuman pemenang Ballon d"Or baru akan diadakan di sebuah gala FIFA pada bulan Januari mendatang.


Editor : Dian Sukmawati

Ucok Longge Bangun, toke sawit, kritis setelah ditembak kawanan perampok di Desa Mancang, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumut. Tidak hanya melukai korban, empat pelaku juga telah membawa kabur uang Rp 160 juta.

Ucok Longge Bangun, toke sawit, kritis setelah ditembak kawanan perampok di Desa Mancang, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumut. Tidak hanya melukai korban, empat pelaku juga telah membawa kabur uang Rp 160 juta.

Kejadian Senin (10/3) sekitar pukul 21.00 malam Wib. Malam itu korban sedang makan di warung, usai melakukan transaksi bisnis sawitnya. Tiba-tiba kawanan perampok telah mendatangi korban dan langsung merampas tas berisi uang hasil transaksi tersebut.

Korban yang mencoba mempertahankan tasnya ditembak pelaku dan akibatnya korban terkapar bersimbah darah.

Pengunjung warung tak bisa berbuat karena kawanan pelaku juga sempat menodongkan senjatanya. Setelah pelaku kabur dengan mengendarai dua unit sepeda motor, korban langsung dibawa ke RS Al Fuadi, Binjai.

Aparat Polres Langkat dan Polres Binjai masih mengejar pelaku dan memeriksa sejumlah saksi.

Mr. Mankiewicz, an Oscar-nominated screenwriter for “I Want to Live!,” also wrote episodes of television shows such as “Star Trek” and “Marcus Welby, M.D.”

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Artikel lainnya »