Jual Genset Cummins Murah di Ambon Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Jual Genset Cummins Murah di Ambon Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Jual Genset Cummins Murah di Ambon

Jual Genset Cummins Murah di Ambon

Tag :
Jual Genset Lovol | Jual Genset Cummins Murah di Ambon | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Jual Sparepart genset cummins kapasitas 10 kva - 650kva bergaransi dan berkualitas di Brebes

Jual Sparepart genset cummins kapasitas 10 kva - 650kva bergaransi dan berkualitas di Brebes Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Jual Sparepart genset cummins kapasitas 10 kva - 650kva bergaransi dan berkualitas di Brebes

Jasa rental mobil menjelang Lebaran kebanjiran order. Pemilik jasa rental mobil, Gunawan (40) juga mengaku semua mobil yang ada

Jasa rental mobil menjelang Lebaran kebanjiran order. Pemilik jasa rental mobil, Gunawan (40) juga mengaku semua mobil yang ada telah dipesan.

"Semua mobil sudah dipesan tinggal diambil para penyewanya saja. Biasanya seminggu sebelum Lebaran sudah dibawa," ujarnya.  

Menurut Gunawan, kendati tarif sewa mobil naik hingga 300% dibanding hari biasanya, namun permintaan tetap tinggi.  

Dikatakan, larisnya usaha jasa rental karena masyarakat kini lebih mengutamakan kenyamanan. Mudik menggunakan motor sangat tidak aman apalagi dengan keluarga yang membawa anak kecil.  

Selain itu, masyarakat enggan menggunakan angkutan umum yang berdesak-desakan. Maka dari itulah pilihan favorit adalah mudik dengan menggunakan mobil.  

Lebaran tahun ini, dia juga menyiapkan sebanyak 30 unit mobil yang siap disewakan. Sedangkan harga yang diberikan, menurutnya memiliki kriteria tertentu dan sistem paket.  

Pihaknya menerapkan sistem paket. Kalau biasanya Kijang Innova sewanya Rp 350 ribu sehari. Untuk Lebaran dinaikkan menjadi Rp 6,5 juta rupiah untuk paket satu minggu.  

Sementara untuk Daihatsu Xenia dari Rp 200 ribu menjadi Rp 300 ribu per hari, Avanza dari Rp 250 ribu menjadi Rp 750 ribu per hari, Mitsubishi L300 dari Rp 500 ribu menjadi Rp 1,5 juta per hari, Pregio dari Rp 600 ribu menjadi Rp 1,2 juta per hari.  

Gunawan juga menyediakan hampir semua jenis mobil seperti Innova, Xenia, Avanza, Panther, Kijang LGX, Suzuki APV, Pregio hingga Mitsubishi L300.  

Pengelola rental mobil lainnya, Lukman Hadi (30) di kawasan Tlogosari mengatakan, harga sewa yang biasanya harian berubah menjadi paket. "Jadi sudah tidak ada lagi sewa harian tapi paket dalam seminggu," ujarnya.  

Menjelang Lebaran tahun ini, kendaraan yang tersedia sudah habis dipesan hingga H+7 Lebaran. Pemesanan sudah dilakukan sejak awal bulan puasa.  

Bahkan, ada konsumen yang melakukan order sebulan sebelum puasa. Dibanding hari biasa lonjakan pengguna mobil sewaan sangat tinggi, "Kalau bulan biasa paling sehari cuma tiga unit mobil terpakai, sekarang semua unit habis dirental orang," ujarnya.

 

PT The Master Steel diduga memberikan uang kepada dua pegawai Direktorat Jenderal Pajak Mohamad Dian Irwan Nuqishira dengan dan Eko Darmayanto secara bertahap.

JAKARTA, Saco- Indonesia.com - PT The Master Steel diduga memberikan uang kepada dua pegawai Direktorat Jenderal Pajak Mohamad Dian Irwan Nuqishira dengan dan Eko Darmayanto secara bertahap. Sebelum tertangkap tangan pada Rabu (15/5/2013), Dian dan Eko diduga telah menerima uang dengan nilai yang sama, yakni 300.000 dollar Singapura pada 7 Mei 2013.

Adapun, Dian dan Eko tertangkap tangan sesaat seusai diduga menerima uang 300.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 2,3 miliar dari karyawan PT The Master Steel bernama Effendi melalui Teddy yang diduga sebagai kurir.

"KPK juga memeroleh informasi bahwa ED (Eko Darmayanto) dan MDI (Mohamad Dian Irwan) juga menerima 300 ribu dollar Singapura sebelum proses yang tadi dari sumber yang tadi. Bisa dikatakan pemberian lebih dari sekali, yang dapat diinformasikan KPK dua kali, kita kan belum tau kalau ada lagi," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Rabu (15/5/2013) malam.

Johan juga belum dapat memastikan berapa total nilai komitmen fee yang dijanjikan PT The Master Steel kepada dua pegawai pajak itu. Kedua pegawai pajak itu masih diperiksa KPK bersamaan dengan Effendi dan Teddy. Menurut Johan, pemberian uang ini diduga bertujuan menyelesaikan persoalan pajak PT The Master Steel. Perusahaan baja itu diduga memiliki tunggakan pajak.

"PT The MS (Master Steel) ini punya persoalan pajak kemudian dikoordinasikan dengan ED (Eko) dan MDI (Mohamad Dian) biar tidak jadi persoalan. Jadi ada semacam tunggakan," ungkapnya.

Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany mengakui bahwa PT The Master Steel memang bermasalah dalam pembayaran pajak. Ada semacam upaya untuk menghindar dari kewajiban membayar pajak.

"Penghindaran pajak lah intinya," kata Fuad.

Dia juga mengatakan, masalah pembayaran pajak The Master Steel ini sudah masuk tahap penyidikan di Direktorat Jenderal Pajak. Proses penyidikan masalah perusahaan ini, menurut Fuad, dilakukan tim penyidik yang beranggotakan Mohammad Dian, Eko, serta pemeriksa pajak lainnya.

"Si antara tim penyidik tersebut ada beberapa orang dan yang dua ini kongkalikong dengan wajib pajaknya," ungkap Fuad.

Dia juga mengaku tidak tahu apa yang dijanjikan The Master Steel kepada dua pegawai pajak itu sehingga terjadi kongkalingkong di antara kedua belah pihak. Seperi diberitakan sebelumnya, KPK menangkap Mohamad Dian dan Eko sesaat setelah diduga menerima uang dari Effendi melalui Teddy.

Dian dan Eko tertangkap di halaman parkir Bandara Soekarno-Hatta bersama dengan Teddy, sementara Effendi diringkus dalam perjalanan di Kelapa Gading, Jakarta. Johan menuturkan, modus serah terima uang yang dilakoni para pegawai pajak dan pihak swasta ini tergolong unik. Pada Selasa (14/5/2013) malam, menurut Johan, Mohamad Dian membawa Avanza hitam ke halaman terminal III Bandara Soekarno-Hatta. Dian kemudian memarkir mobil tersebut di halaman bandara, lalu menyerahkan kunci mobil itu kepada Teddy yang diduga sebagai kurir.

"Mereka kemudian pergi," tambah Johan.

KPK menduga, Teddy kemudian meletakkan uang 300.000 dollar AS di dalam mobil Avanza Hitam tersebut setelah Dian pergi. Pagi harinya, setelah uang dimasukkan ke dalam mobil, kata Johan, Dian dan Eko kembali ke parkiran bandara. "Di sana juga sudah ada T (Teddy) dan ada uangnya," tambah Johan.

Setelah uang dipastikan berpindah tangan, tim penyidik KPK langsung meringkus ketiga orang itu, kemudian menangkap Effendi.

 
Editor :Liwon Maulana(galipat)
Sumber:Kompas.com

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

As governor, Mr. Walker alienated Republicans and his fellow Democrats, particularly the Democratic powerhouse Richard J. Daley, the mayor of Chicago.

Artikel lainnya »