Sparpart genset murah genset perkins genset foton genset cummins murah genset lovol 100 kva harga

Genset Lovol Murah di Landak Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Genset Lovol Murah di Landak Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Genset Lovol Murah di Landak

Genset Lovol Murah di Landak

Tag :
Jual Genset Lovol | Genset Lovol Murah di Landak | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Jual genset perkins CHINA/LOVOL Kap 150 kva Prime power type 1106C-P6TAG3 bergaransi dan berkualitas di Maluku Tenggara

Jual genset perkins CHINA/LOVOL Kap 150 kva Prime power type 1106C-P6TAG3 bergaransi dan berkualitas di Maluku Tenggara Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Jual genset perkins CHINA/LOVOL Kap 150 kva Prime power type 1106C-P6TAG3 bergaransi dan berkualitas di Maluku Tenggara

Artis komedi yang jadi pemandu acara televisi terkenal Tukul Arwana (49) memilih berbisnis properti di luar profesinya tersebut.

DEPOK, Saco- Indonesia.COM -- Artis komedi yang jadi pemandu acara televisi terkenal Tukul Arwana (49) memilih berbisnis properti di luar profesinya tersebut. Ia membeli tanah dan rumah untuk kemudian dijadikannya tempat kos dan rumah kontrakan. Kini ratusan "pintu" telah dimiliki oleh lelaki bernama asli Tukul Riyanto ini. 

"Tanah itu enggak pernah habis, nambah terus nilainya, jangka panjang. Dulu saya beli satu setengah juta (rupiah) per meter, sekarang harganya enam juta," cerita Tukul di Depok, Jawa Barat, akhir minggu yang baru lalu.

Tukul mengaku menggunakan uang hasil "ngamen"-nya sebagai artis komedi dan pemandu acara ternama sebagai modal awal bisnis tersebut. "Memang, modal awalnya besar. Tapi, alhamdulillah, sekarang hasilnya sudah bisa buat cash flow," tutur Tukul berbumbu kata-kata dalam bahasa Inggris ala dia.

Namun, dalam berbisnis properti, pembawa acara bincang bincang di layar kaca, Bukan 4 Mata, ini pernah merasakan hal yang tidak enak. "Beli rumah, sudah beli, sayapnya (bagian sampingnya) kepotong (karena tak termasuk dalam luas tanah yang dibelinya)," kisahnya mencontohkan.

Tukul menganjurkan agar orang-orang berhati-hati dalam membeli tanah dan rumah. "Pokoknya, tempat itu jangan sampai banjir, repot. Surat-surat juga perlu diperhatikan," ujar Tukul, yang selalu meminta restu sang istri, Susi, dalam membeli rumah dan tanah.

Tukul mengincar tanah di pinggir Jakarta, termasuk di perumahan. Baginya, wilayah itu lama-lama akan menjadi ramai dan memiliki nilai investasi yang semakin mahal.

Editor :Liwon Maulana
Sumber:Kompas.com

saco-indonesia.com, Ini adalah kali pertama Apple untuk mencoba bermain-main dengan ide pengembangan iPad berlayar besar, yaitu

saco-indonesia.com, Ini adalah kali pertama Apple untuk mencoba bermain-main dengan ide pengembangan iPad berlayar besar, yaitu 12,9inci.

Perangkat tablet dengan nama iPad Pro ini rencananya juga akan dirilis dalam waktu yang dekat ini. Namun belum jelas kapan jadwal pastinya.

Sebuah perusahaan riset pasar IHS, telah mengungkapkan bahwa sementara beberapa produsen juga telah menerima jumlah yang sama dari sebuah panel besar dan diidentifikasi sebagai produksi iPad.

Dikatakan pula bahwa iPad Pro ini juga akan memiliki bodi yang sangat tipis. Mungkin juga lebih tipis dari iPad Air, tablet unggulan terkini milik Apple. Tipisnya bodi iPad Pro dipastikan bakal akan menjadi unggulan tersendiri, mengingat saat ini banyak orang yang menginginkan gadget yang mudah untuk dibawa ke mana-mana.


Editor : Dian Sukmawati

Mr. King sang for the Drifters and found success as a solo performer with hits like “Spanish Harlem.”

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Artikel lainnya »