JUAL GENSET LOVOL MURAH DI JAKARTA

Genset Foton Murah di Fakfak Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Genset Foton Murah di Fakfak Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Genset Foton Murah di Fakfak

Genset Foton Murah di Fakfak

Tag :
Jual Genset Lovol | Genset Foton Murah di Fakfak | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Genset Cummins 175Kva Silent Open Built Up Murah di Bone

Genset Cummins 175Kva Silent Open Built Up Murah di Bone Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Genset Cummins 175Kva Silent Open Built Up Murah di Bone

saco-indonesia.com, Seorang juru parkir, Septian Papa alias Tomi, telah tewas dikeroyok preman di sekitar Jembatan Rel Kereta Gu

saco-indonesia.com, Seorang juru parkir, Septian Papa alias Tomi, telah tewas dikeroyok preman di sekitar Jembatan Rel Kereta Gunung Antang, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (7/2) dinihari. Pemuda yang berusia sekitar 26 tahun itu tewas akibat luka bacok di sekujur tubuhnya.

Utar, seorang saksi mata telah mengaku sempat melihat korban dilempar dari atas jembatan di atas Jalan Matraman Raya. Pemantauan Pos Kota jarak jembatan ke jalan raya tersebut kurang lebih telah mencapai 5 m.

“Kejadiannya sekitar jam 2:00. Sebelum korban dilempar, saya juga telah mendengar teriakan sejumlah orang yang telah mengeroyok korban. Katanya, ‘buang aja, buang’,” ujarnya, di sekitar lokasi kejadian, Jumat (7/2) dini hari.

Belum cukup sampai di sana saja , urainya, korban juga sempat dilempari batu ketika tersungkur di pojok jalan bawah jembatan. Warga sekitar lokasi kemudian baru berani untuk menghampiri korban setelah tak ada lagi serangan dari para pelaku.

“Pas kami hampiri, ternyata korban juga banyak mendapat luka bacokan, mulai dari kepala, mata sebelah kanan hilang, leher sebelah kanan dan tangan kiri juga sobek, serta semua jari kaki kanannya hilang seperti habis dipotongi. Oleh warga korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM),” paparnya.

Utar juga mengaku tak tahu persis kenapa pemuda tersebut telah dikeroyok sejumlah preman. Ia hanya mengetahui bahwa korban sehari-harinya bekerja sebagai juru parkir di sekitar warung di bawah jembatan itu.

Sementara, saksi lain yang tidak disebutkan namanya juga mengatakan, selain Tomi, ada satu korban lain yang juga menderita luka cukup serius. Korban itu, menurutnya adalah kakak Tomi, bernama Yupit Taimbonan alias Yores.

“Sekarang Yores lagi dirawat di Rumah Sakit Kramatjati (RS Polri),” ujarnya.

Ia telah menduga peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi akibat dendam antara Yores dengan beberapa pemuda yang biasa berkeliaran di sekitar Jembatan Rel Gunung Antang. “Karena belum lama ini Yores sempat berkelahi dengan beberapa orang di sana. Kemudian Tomi mungkin tadi mencoba bikin perhitungan atau gimana, tapi ia malah dikeroyok hingga tewas,” ungkapnya.

Kasus ini telah ditangani Polsek Jatinegara. Hingga berita ini diturunkan, polisi juga masih harus melakukan penyelidikan mulai dari mendatangi lokasi kejadian dan mencari saksi yang dapat memberikan keterangan.


Editor : Dian Sukmawati

Makan malam merupakan jam makan yang unik. Di satu sisi banyak orang yang menghindarinya dengan alasan takut gemuk. Namun banyak orang pula yang menganggap makan malam sebagai jam makan yang paling penting sebab mereka dapat memanjakan diri dengan menu makan malam setelah seharian beraktivitas.

Makan malam merupakan jam makan yang unik. Di satu sisi banyak orang yang menghindarinya dengan alasan takut gemuk. Namun banyak orang pula yang menganggap makan malam sebagai jam makan yang paling penting sebab mereka dapat memanjakan diri dengan menu makan malam setelah seharian beraktivitas.

Namun demi alasan kesehatan, pastikan Anda untuk selalu menu makan malam yang tepat yaitu sehat dan mudah dicernan oleh tubuh. Sebab makan malam adalah jam makan yang mendekati waktu tidur, dimana tubuh akan berhenti untuk mencerna makanan selama waktu tidur. Sehingga apabila makanan tidak dicerna dengan baik justru akan menimbulkan kegemukan.

Berikut adalah menu makan malam sehat yang tidak akan membuat tubuh Anda gemuk :

Selada
Mengonsumsi selada juga dapat membantu Anda untuk dapat meningkatkan nafsu makan. Selain itu Anda juga dapat mengonsumsi selada sebanyak apapun tanpa merasa takut gemuk sebab selada memiliki nol kalori.

Sup
Sup terutama sup sayur yang lezat dapat Anda jadikan sebagai menu makan malam. Kandungan sayur dan air di dalamnya dapat membuat tubuh Anda menjadi sehat karena terhidrasi dengan baik.

Daging tanpa lemak
Daging tanpa lemak baik untuk Anda konsumsi di malam hari terutama untuk dapat menurunkan berat badan. Kandungan protein di dalamnya juga baik untuk membangun otot.

Paprika
Paprika adalah jenis sayuran yang kaya akan zat antioksidan namun rendah kalori. Selain itu paprika juga mampu untuk memberi rasa masakan supaya lebih lezat.

Buncis
Buncis yang ditumis dengan bumbu sederhana mampu Anda jadikan sebagai menu makan malam yang lezat dan sehat. Buncis juga kaya akan serat yang baik untuk kesehatan pencernaan.

Tahu
Tahu juga merupakan makanan yang dengan mudah ditemui di olahan masakan Indonesia. Tahu akan mencukupi kebutuhan protein Anda namun tidak akan membuat Anda gemuk.

Keju rendah lemak
Keju mampu membuat rasa masakan menjadi lezat. Namun apabila Anda takut untuk menjadi gemuk, Anda dapat memilih keju rendah lemak namun kaya akan kalsium yang bermanfaat untuk dapat memperkuat tulang Anda.

Ikan bakar
Ikan telah lama dikenal sebagai makanan yang sehat karena kandungan asam lemak omega 3 di dalamnya. Anda juga dapat mengolahnya dengan cara yang sehat seperti dengan dibakar.

Jamur
Jamur adalah makanan yang dapat diolah menjadi menu makan malam yang sehat. Jamur juga kaya akan protein, vitamin D, serta dapat meningkatkan gairah seksual Anda.

Udang
Sama seperti ikan, udang juga merupakan makanan laut yang sehat. udang adalah sumber dari triptofan, suatu zat yang baik untuk meningkatkan kualitas tidur Anda.

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

With 12 tournament victories in his career, Mr. Peete was the most successful black professional golfer before Tiger Woods.

Artikel lainnya »