jual ECM perkins agen ECM perkins distributor ECM perkins toko ECM perkins seting ECM perkins

Genset Doosan Murah di Timor Tengah Selatan Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Genset Doosan Murah di Timor Tengah Selatan Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Genset Doosan Murah di Timor Tengah Selatan

Genset Doosan Murah di Timor Tengah Selatan

Tag :
Jual Genset Lovol | Genset Doosan Murah di Timor Tengah Selatan | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Jual Sparepart GENSET CUMMIS 1500KVA di Kampar

Jual Sparepart GENSET CUMMIS 1500KVA di Kampar Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Jual Sparepart GENSET CUMMIS 1500KVA di Kampar

Masjidil Haram saat ini sedang diperluas. Hal ini dilakukan karena jemaah haji yang selalu meningkat setiap tahunnya. Proyek r


Masjidil Haram saat ini sedang diperluas. Hal ini dilakukan karena jemaah haji yang selalu meningkat setiap tahunnya. Proyek renovasi meliputi perluasan area tawaf dan pengurangan tiang-tiang penyangga sebanyak 60 persen. Karena proyek perluasan, area tawaf yang awalnya mampu menampung 48 ribu jemaah dalam satu jam, kini hanya dapat menampung 22 ribu jemaah.

Lantai dua dan tiga yang biasa digunakan sebagai tempat tawaf akan diperlebar dari 20 meter menjadi 50 meter.

Namun untuk menambah kapasitas tempat tawaf, terutama saat musim haji, dibuat area tawaf sementara. Area ini dibangun dengan sistem knock down sebanyak dua lantai yang akan dimanfaatkan selama renovasi.

Dengan tambahan area tawaf ini kapasitasnya menjadi 35 ribu jemaah dalam satu jam. Setelah proyek rampung, kapasitas tempat tawaf menjadi 105 ribu jemaah dalam satu jam.

Selain itu, ada proyek ketiga Kerajaan Arab Saudi, yaitu pembangunan Masjid Abdullah yang nantinya akan terhubung dengan area tawaf. Renovasi ini termasuk proyek meratakan jalan, sehingga sudut pandang jemaah ke Kabah lebih fokus.

Akibat proyek ini tak sedikit bangunan yang harus tergusur. Pemondokan yang biasa digunakan untuk jemaah haji Indonesia akan rata dengan tanah.

Tak hanya itu, rumah kelahiran Rasulullah yang menjadi perpustakaan kini tinggal kenangan.

Proyek perluasan yang melibatkan 1.500 Tenaga Kerja Indonesia ini baru dimulai Desember tahun lalu dan  akan rampung tahun 2016 mendatang. Selama itulah kuota jemaah haji dari seluruh dunia dikurangi 20 persen (metronews.com/haji.kemenag.go.id)

Sumber : http://www.maghfirah.com

Baca Artikel Lainnya : PRIMA SAIDAH TRAVEL HAJI PLUS

Cabe Pandaisikek yang masih muda sekitar usia 3,5 bulan. CABE Adalah salah satu komoditi Andalan Di nagari Pandaisikek,80% lahan

Cabe Pandaisikek yang masih muda sekitar usia 3,5 bulan. CABE Adalah salah satu komoditi Andalan Di nagari Pandaisikek,80% lahan pertanian di Pandaisikek di tanami dengan cabe. Cabe Pandai Sikek Biasa juga disebut dengan Cabe keriting, Bentuknya kecil dan panjang berbeda dengan cabe jawa , Medan Atau daerah lain Di Indonesia.Tidak hanya bentuk, rasanya pun jauh lebih pedas daripada cabe di daerah lain. Pembudi dayaan cabe dipandaisikek dilakukan dengan 2 cara yaitu tradisional dan teknologi, Tapi kali ini kita akan membahas tehnik cocok tanam cabe secara modren/teknologi dan menggabungkan pengunanan Kimia beserta Organik. 1. Tata cara pengolahan Lahan Bentuk Petaka Cabe Keriting Lahan yang kita pergunakan Kali ini kira-kira berukuran 450 M persegi Atau sekitar 10 Kg Plastik Mulsa Dengan pH tanah Sekitar 5pH, Yang sudah terbebas dari gulma atau sudah bersih. Tentu kita juga bertanya Apa itu pH…….? pH (potential of hydrogen) yaitu tingkat Basa dan keasaman tanah yang menentukan tingkat kesuburan tanah. Bentuk dan ukuran petak Cabe Lahan terlebih dahulu kita buat petakanya dengan jarak 170 cm. petakan awal kita buat dengan kedalaman sekitar 10 cm dengan lebar 50 cm atau hanya untuk membentuk lahanya saja, setelah selesai kita sudah bisa menaburkan pupuk kandang ( pupuk kandang yang dipergunakan kali ini adalah yang berasal dari Tahi Ayam sebagai bahan Organiknya ) dengan ukuran 20 karung sisa pakan ayam. Penebaran dilakukan hingga merata diatas petakan tadi,Setelah selesai kita tunggu sekitar 7-10 hari untuk mendinginkan pupuk kandang tadi juga supaya merata dengan tanah, barulah nanti bisa di lakukan proses berikutnya. Petakan yang sudah didiamkan tadi Langsung saja ditabur dengan pupuk Kimia. Pupuk yang kita gunakan kali ini adalah NPK dengan kadar Hara 15% Nitrogen 9 % Fosfat 20% Kalium Oksida 2 % Magnesium Oksida 3,8 % Sulfur 0,015 % Baron 0,02 % Mangan 0,02 % Seng Dengan ukuran satu karung sekitar 50 Kg, Penaburan dilakukan hingga merata. Setelah itu barulah dilanjutkan dengan memperdalam petakan (hingga mencapai 40 cm) dan menimbun pupuk yang sudah di tabur tadi dengan tingkat kegemburan sekitar 20-30 cm (tanah benar-benar harus halus),Kegemburan dan kedalaman pupuk yang di timbun tadi sangatlah penting karena ini di maksudkan supaya akar cabe nantiknya gampang mencari makan, dan dalamnya pupuk di timbun supaya pada saat cabe berusia sekitar 2,5 bulan dia mendapatkan cadangan makanan yang banyak dan akan lebih mempercepat pertumbuhan hinga berkembang dengan baik hingga panen nanti. Setelah pengemburan selesai langkah selanjutnya membulatkan petakan tadi seperti setengah lingkaran dengan mengunakan rol atau kayu kira 1m, bentuk media tanam hinga bagus dan rapi sebelum dipasang plastik mulsa yang telah di sediakan. Setelah bulat di semprot dengan mengunakan pestisida pembunuh hama tanah, bisa juga menggunakan organik yang banyak beredar di pasaran. bentuk pemasangan plastik mulsa Untuk Pemasangan Mulsa kita membutuhkan bambu yang di belah kecil-kecil supaya mudah di bengkokan dengan ukuran panjang sekitar 20 cm lebar 1cm dan ketebalan 3 mm.Bambu ini digunakan utuk penyangga (samek) di tiap ujung dan pinggiran plastik mulsa. Pemasangan sebaiknya di lakukan pada saat cuaca panas, dengan tujuan supaya mulsa gampang ditarik hingga meregang dan pada cuaca dingin mulsa ini akan kelihatan lebih rapi dan kuat pasangannya. Setelah pemasangan selesai lahan sebaiknya didiamkan pula beberapa hari untuk membunuh hama yang masih berada di dalam petakan. Berikutnya penanaman, sebelum kita tanam tentu terlebih dahulu kita ketahui tentang pembibitan. 2. Pembibitan Cabe bibit cabe berusia 15 hari Bibit: Dipilih dari induk yang berkualitas tinggi berdasarkan ukuran bentuk dan daya tahan.Biji cabe dipisahkan dari kulit dan dikeringkan beberapa waktu, sebelum di semaikan sebaiknya bibit di beridulu pestisida yang berbentuk tepung Seperti Antracol,kocide dll supaya waktu penyemaian tidak dimakan oleh hama. Lahan Penyemaian : Lahan yang sudah bersih di bikin petakan kira-kira berukuran panjang 5 m dan lebar 1,2m untuk 4000 biji bibit, Kemudian digemburkan dan di beri pupuk kandang (4 kg keadaan kering) yang sudah dicampur dengan sedikit pupuk NPK (2 ons) dan ditebar hingga merata diatas petakan. Cara menyemaikan Bibit : bibit juga ditebar hingga merata diatas petakan yang sudah diberi campuran pupuk tadi kemudian di timbun tipis dengan tanah halus. Kemudian ditutup dengan daun pisang hingga rata sampai bibit ini tumbuh nantinya, kira-kira 7-10 hari. Bibit yang sudah tumbuh di beri atap dengan menggunakan plastik transparan yang banyak di jual di pasara. Ini supa bibit terlindung dari hujan dan panas matahari lang sung Jangan lupa bibit disiran / di semprot ( bila di perlukan) hinga usia 45 hari. Bibit dengan ketinggian sekitar 10-15 cm sangat baik untuk dipindahkan kemedia tanam. 3. Penyiapan Media Tanam Dari lahan / petakan yang sudah di siapkan sebelumnya kita sudah bisa memulai penanaman, tetapi sebelumnya plastik mulsa yang sudah di pasang di lubang dengan mengunakan sebuah alat yang bisa di bikin sendiri bahkan ada juga di jual dipasaran. Alat ini bisa di buat dengan sebuah kaleng susu dengan ukuran diameter 6 cm yang di beri tangkai dengan kayu sebagai pegangan sementara di sekeliling kaleng tersebut di beri lubang dengan paku. Jarak tanam Cara menggunakan alat ini juga sederhana, Kaleng yang sudah berlubang tadi dimasukan bara tempurung kelapa sehingga kaleng akan panas dan siap di pergunakan. Mulsa di beri lubang dengan jarak 60-70 cm sementara untuk jarak disampingnya dibuat zikzak dengan jarak yang sama.Lahan barulah siap untuk d tanami.( usahakan penanaman dilakukan pada cuaca dingin karena plastik mulsa yang kena matahari bisa membuat bibit cabe tidak jadi hidup) 4. Cara Tanam Bibit cabe yang baru di tanam Penanaman Cabe tidak lah sulit, caranya sama dengan penanaman tumbuhan yang lain. Tapi untuk cabe, karena lahan telah disiapkan dengan pupuk dan cadangan makanan yang cukup kita hanya tinggal mencabutnya di persemaian dan langsung di tanam pada mulsa yang telah di lubang. Untuk menanam Cabe ini cukup satu batang untuk tiap lubang, setelah beberapa waktu dan juga dirawat dengan baik akan menjadi sebatang cabe yang berkualitas tinggi. Pada Contoh-contoh gambar yang telah kita tampilkan terlihat ada tanaman yang di tumpang sari,kebetulan kami menampilkan tanaman sayuran jenis sawi. Untuk tumpang sari bisa ditanam jenis sayuran yang lain, asal usia tanaman yang di tumpang itu berusia cepat (sekitar 1,5 bulan. Tapi kali ini kita tidak membahas pokok permasalahan tumpang sari jadi kita bahas saja lain waktu.kita masuk ketahap Berikutnya yaitu: 5. Perawatan Apapun yang kita usahakan di dalam pertanian,perawatan adalah hal yang sangat penting, kita masuk terlebih dahulu pada: A. Penyemprotan Penyemprota bisa menggunakan pestisida kimia ataupun organik, Penyemprotan dilakukan rutin minimal i kali seminggu. Jenis racun yang kita gunakan tergantung pada keadaan tanaman cabe itu sendiri dan cuaca di daerah masing-masing. kenapa demikian , Keadaan iklim juga mempengaruhi jenis pestisida kenapa demikian, ada sebagian pesrisida yang di tentukan dengan cuaca untuk penggunaanya. Jenis Pestisida yang sering di pergunakan adalah sebagai berikut – – Penyemprotan dilakukan sampai cabe habis di panen. B. Membuang tunas batang ( Merempel ) Pembuangan tunas batang ( Merempel ) Untuk kwalitas cabe yang bagus tunas batang haruslah dibuang , karena nantinya cabe ini juga akan bercabang dan cabangnya inilah yang akan di biarkan besar. Kira- kira usia tanaman cabe berusia 20 hari, pembuang tunas yang pertama kitalakukan,20 hari berikutnya pembuangan yang ke dua dan untuk terakhir menjelang pengikatan batang cabe ke tiang penyangga. sebaiknya dalam melakukan pembuangan tunas kita mengunakan gunting yang bersih. C. Tiang Penyangga Tiang Penyangga dibuat dari bambu dengan ukuran panjang 1 m lebar 3 cm dan ketebalan 2 cm.Pada ujung tiang tadi di runcing supaya gampang menancapkanya ketanah. Pemasangan tiang penyangga ini pada usia cabe 1 bulan dengan jarak sekitar jarak 5 cm dari rumpun cabe, jangan terlalu dekat karena kalau dekat bisa merusak akar yang sudah mulai menjalar. Fungsi dari tiang ini adalah agar saat cabe sudah besar rumpunya tidak digoyang oleh angin karena sudah kita ikat longgar antara batang cabe dengan tiang itu sendiri. Pengikatanya bisa kitalakukan pada usia cabe 2 bulan. 6. Panen Cabe masak siap untuk di panen Kita sudah bisa panen cabe ini di usia 4,5 bulan Tergantung apa buah cabenya sudah masak / belum. Dalam Melakukan pemanenan Jangan lupa mengambil buah yang rusak walaupun masih muda karena akan menentukan kwalitas dan daya tahan usia panen cabe

Over the last five years or so, it seemed there was little that Dean G. Skelos, the majority leader of the New York Senate, would not do for his son.

He pressed a powerful real estate executive to provide commissions to his son, a 32-year-old title insurance salesman, according to a federal criminal complaint. He helped get him a job at an environmental company and employed his influence to help the company get government work. He used his office to push natural gas drilling regulations that would have increased his son’s commissions.

He even tried to direct part of a $5.4 billion state budget windfall to fund government contracts that the company was seeking. And when the company was close to securing a storm-water contract from Nassau County, the senator, through an intermediary, pressured the company to pay his son more — or risk having the senator subvert the bid.

The criminal complaint, unsealed on Monday, lays out corruption charges against Senator Skelos and his son, Adam B. Skelos, the latest scandal to seize Albany, and potentially alter its power structure.

Photo
 
Preet Bharara, the United States attorney in Manhattan, discussed the case involving Dean G. Skelos and his son, Adam. Credit Eduardo Munoz/Reuters

The repeated and diverse efforts by Senator Skelos, a Long Island Republican, to use what prosecutors said was his political influence to find work, or at least income, for his son could send both men to federal prison. If they are convicted of all six charges against them, they face up to 20 years in prison for each of four of the six counts and up to 10 years for the remaining two.

Senator Kenneth P. LaValle, of Long Island, who serves as chairman of the Republican conference, emerged from a closed-door meeting Monday night to say that conference members agreed that Mr. Skelos should be benefited the “presumption of innocence,” and would stay in his leadership role.

“The leader has indicated he would like to remain as leader,” said Mr. LaValle, “and he has the support of the conference.” The case against Mr. Skelos and his son grew out of a broader inquiry into political corruption by the United States attorney for the Southern District of New York, Preet Bharara, that has already changed the face of the state capital. It is based in part, according to the six-count complaint, on conversations secretly recorded by one of two cooperating witnesses, and wiretaps on the cellphones of the senator and his son. Those recordings revealed that both men were concerned about electronic surveillance, and illustrated the son’s unsuccessful efforts to thwart it.

Advertisement

Adam Skelos took to using a “burner” phone, the complaint says, and told his father he wanted them to speak through a FaceTime video call in an apparent effort to avoid detection. They also used coded language at times.

At one point, Adam Skelos was recorded telling a Senate staff member of his frustration in not being able to speak openly to his father on the phone, noting that he could not “just send smoke signals or a little pigeon” carrying a message.

The 43-page complaint, sworn out by Paul M. Takla, a special agent for the Federal Bureau of Investigation, outlines a five-year scheme to “monetize” the senator’s official position; it also lays bare the extent to which a father sought to use his position to help his son.

The charges accuse the two men of extorting payments through a real estate developer, Glenwood Management, based on Long Island, and the environmental company, AbTech Industries, in Scottsdale, Ariz., with the expectation that the money paid to Adam Skelos — nearly $220,000 in total — would influence his father’s actions.

Glenwood, one of the state’s most prolific campaign donors, had ties to AbTech through investments in the environmental firm’s parent company by Glenwood’s founding family and a senior executive.

The accusations in the complaint portray Senator Skelos as a man who, when it came to his son, was not shy about twisting arms, even in situations that might give other arm-twisters pause.

Seeking to help his son, Senator Skelos turned to the executive at Glenwood, which develops rental apartments in New York City and has much at stake when it comes to real estate legislation in Albany. The senator urged him to direct business to his son, who sold title insurance.

After much prodding, the executive, Charles C. Dorego, engineered a $20,000 payment to Adam Skelos from a title insurance company even though he did no work for the money. But far more lucrative was a consultant position that Mr. Dorego arranged for Adam Skelos at AbTech, which seeks government contracts to treat storm water. (Mr. Dorego is not identified by name in the complaint, but referred to only as CW-1, for Cooperating Witness 1.)

Senator Skelos appeared to take an active interest in his son’s new line of work. Adam Skelos sent him several drafts of his consulting agreement with AbTech, the complaint says, as well as the final deal that was struck.

“Mazel tov,” his father replied.

Senator Skelos sent relevant news articles to his son, including one about a sewage leak near Albany. When AbTech wanted to seek government contracts after Hurricane Sandy, the senator got on a conference call with his son and an AbTech executive, Bjornulf White, and offered advice. (Like Mr. Dorego, Mr. White is not named in the complaint, but referred to as CW-2.)

The assistance paid off: With the senator’s help, AbTech secured a contract worth up to $12 million from Nassau County, a big break for a struggling small business.

But the money was slow to materialize. The senator expressed impatience with county officials.

Adam Skelos, in a phone call with Mr. White in late December, suggested that his father would seek to punish the county. “I tell you this, the state is not going to do a [expletive] thing for the county,” he said.

Three days later, Senator Skelos pressed his case with the Nassau County executive, Edward P. Mangano, a fellow Republican. “Somebody feels like they’re just getting jerked around the last two years,” the senator said, referring to his son in what the complaint described as “coded language.”

The next day, the senator pursued the matter, as he and Mr. Mangano attended a wake for a slain New York City police officer. Senator Skelos then reassured his son, who called him while he was still at the wake. “All claims that are in will be taken care of,” the senator said.

AbTech’s fortunes appeared to weigh on his son. At one point in January, Adam Skelos told his father that if the company did not succeed, he would “lose the ability to pay for things.”

Making matters worse, in recent months, Senator Skelos and his son appeared to grow wary about who was watching them. In addition to making calls on the burner phone, Adam Skelos said he used the FaceTime video calling “because that doesn’t show up on the phone bill,” as he told Mr. White.

In late February, Adam Skelos arranged a pair of meetings between Mr. White and state senators; AbTech needed to win state legislation that would allow its contract to move beyond its initial stages. But Senator Skelos deemed the plan too risky and caused one of the meetings to be canceled.

In another recorded call, Adam Skelos, promising to be “very, very vague” on the phone, urged his father to allow the meeting. The senator offered a warning. “Right now we are in dangerous times, Adam,” he told him.

A month later, in another phone call that was recorded by the authorities, Adam Skelos complained that his father could not give him “real advice” about AbTech while the two men were speaking over the telephone.

“You can’t talk normally,” he told his father, “because it’s like [expletive] Preet Bharara is listening to every [expletive] phone call. It’s just [expletive] frustrating.”

“It is,” his father agreed.

At the National Institutes of Health, Dr. Suzman’s signature accomplishment was the central role he played in creating a global network of surveys on aging.

Artikel lainnya »