JUAL GENSET LOVOL MURAH DI JAKARTA

Selama ini minyak ikan sudah diketahui baik untuk kesehatan otak. Namun penelitian terbaru yang dipublikasikan Januari 2014 kemarin telah mengungkap bahwa minyak ikan tak hanya menyehatkan otak saja tetapi juga mencegah terjadinya penciutan volume otak.

Selama ini minyak ikan sudah diketahui baik untuk kesehatan otak. Namun penelitian terbaru yang dipublikasikan Januari 2014 kemarin telah mengungkap bahwa minyak ikan tak hanya menyehatkan otak saja tetapi juga mencegah terjadinya penciutan volume otak.

Ketika usia bertambah, volume otak biasanya akan menciut. Namun penciutan otak juga bisa menandakan penyakit yang berkaitan dengan kesehatan mental, atau penyakit otak seperti Alzheimer dan lainnya. Dengan begitu hasil penelitian ini telah menunjukkan harapan bahwa minyak ikan bisa mencegah penciutan otak terkait penyakit tersebut.

Hasil ini didapatkan peneliti setelah melakukan penelitian selama delapan tahun. Mereka juga melakukan scan MRI pada 1.111 wanita yang sudah lanjut usia. Selain itu peneliti juga mengukur jumlah asam lemak omega-3 pada sel darah merah mereka. Setelah delapan tahun, peneliti kemudian mengukur volume otak partisipan yang sudah berusia 78 tahun.

Mereka menemukan bahwa wanita yang telah memiliki tingkat omega-3 tinggi juga memiliki volume otak yang lebih besar setelah delapan tahun. Tingkat asam lemak omega-3 yang tinggi bisa didapatkan melalui diet atau suplemen. Efeknya dalam beberapa waktu bisa mencegah kematian beberapa sel otak yang disebabkan usia, ungkap ketua peneliti James V Pottala.

Selain itu, penelitian lain juga menunjukkan bahwa mengonsumsi banyak asam lemak omega tiga berkaitan dengan volume hippocampus otak yang lebih besar hingga 2,7 persen. Bagian otak tersebut berkaitan dengan kemampuan seseorang mengingat.

Asam lemak omega-3 banyak didapatkan dari minyak ikan. Jadi jangan ragu untuk dapat mengonsumsi suplemen atau minyak ikan untuk memenuhi asupan omega-3 dan mencegah penciutan pada otak Anda.

Seorang paranormal Malaysia menyebut bahwa pesawat Malaysia Airlines MH370 yang dilaporkan hilang, tidak jatuh atau dibajak teroris seperti asumsi orang selama ini.

Saco-Indonesia.com - Seorang paranormal Malaysia menyebut bahwa pesawat Malaysia Airlines MH370 yang dilaporkan hilang, tidak jatuh atau dibajak teroris seperti asumsi orang selama ini. Menurutnya, pesawat tersebut masih tergantung di atas perairan Laut China Selatan dekat dengan wilayah Vietnam.

Paranormal yang dikenal dengan sebutan Mahaguru Ibrahim Mat Zin itu menyebut pesawat tersebut berada di alam misteri karana disembunyikan oleh makhluk halus. Ibrahim Mat Zin yang sudah berpengalaman lebih 50 tahun sebagai dukun berkata, karena berada di alam jin itulah pesawat yang membawa 230 penumpang itu tidak bisa ditemukan hingga saat ini.

"Oleh itu, semua rakyat di negara ini harus berdoa agar pesawat yang hilang muncul kembali," ujar Mahaguru Ibrahim Mat Zin seperti dikutip dari media Malaysia, Utusan.com, Selasa (11/3).

"Kita berharap dengan usaha ini, pesawat itu akan muncul dalam masa terdekat selewat-lewatnya minggu ini," kata Mat Zin yang datang ke Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (KLIA) bersama lima muridnya itu.

 

Editor : Maulana Lee

Sumber : Kompas.com

Mr. Pfaff was an international affairs columnist and author who found Washington’s intervention in world affairs often misguided.

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Artikel lainnya »