Sparpart genset murah genset perkins genset foton genset cummins murah genset lovol 100 kva harga
JUAL GENSET LOVOL MURAH DI JAKARTA

Genset Cummins Murah di Jepara Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR).

Genset Cummins Murah di Jepara Kami juga menerima pembuatan box silent dan perakitan diesel generator set. Produk kami meliputi berbagai diesel generator set model open, silent lokal yang ukuranya menyesuaikan lokasi pondasi genset, mobile/ trailer . Sebagian besar mesin kami menggunakan Merk : Perkins, Cummins, Deutz, Lovol, Isuzu Foton dengan generator Leroy Somer, Stamford, kualitas terbaik brushless alternator. Genset Cummins Murah di Jepara

Genset Cummins Murah di Jepara

Tag :
Jual Genset Lovol | Genset Cummins Murah di Jepara | Jual Genset Lovol kav 45 kva | jual genset lovol Kap 70 Kva Prime Power type 1004TG | Genset Lovol | Genset Lovol kav 45 kva | Jual Genset cummins |

Jual Genset Cummins 80Kva di Sumenep

Jual Genset Cummins 80Kva di Sumenep Hubungi : 0821 - 1310 - 3112/(021) 9224 - 2423 PT. Tribuana Diesel Adalah penjualan Generating-Set (genset) berkualitas import (builtup) bagi anda yang membutuhkan product berkualitas serta pengadaan yang cepat urgent tanpa berbelit-belit, Genset kami di lengkapi dengan dokumen Certificate Of Original , Manual book engine dan manual book generator, Kami sediakan Genset kapasitas 10 Kva - 650Kva (ANDA PESAN KAMI ANTAR). Jual Genset Cummins 80Kva di Sumenep

Pandaisikek sudah mulai kehilangan salah satu sayuran yang merupakan cirikhas daerah ini yaitu lobak rimbo, dahulunya tanaman sa

Pandaisikek sudah mulai kehilangan salah satu sayuran yang merupakan cirikhas daerah ini yaitu lobak rimbo, dahulunya tanaman sayuran ini adalah salah satu tonggak ekonomi bagi masayarakat petani. Sekitar tahun 1930-1990 tanaman ini hanya di budidayakan di lereng gunung singgalang, walau banyak daerah lain di kaki gunung singgalang tapi sayuran ini hanya ada di pandaisikek , Sehingga terkenalah daerah pandaisikek penghasil sayuran ini. Kemudian pada tahun-tahun berikutnya sampai sekarang sayuran ini dikembanghan di daerah tetangga masih wilayah kaki gunung singgalang, tetapi bibit yang ditanam saat sekarang jauh berbeda dengan yang ditananm di pandaisikek. Mungkin karena usia tanaman ini cukup lama,petani beralih ketanaman sayuran yang lebihcepat produksinya seperti sawi bola,sawi pahit dan sawi manih, Sehingga lobak rimbo ini semakin punah . Petani yang membudi dayakan sayuran ini hanya tingal sekitar 1-2 keluarga saja dan dilahan deadanya saja. Pembudidayaan Lobak rimbo tidaklah memakan biaya yang terlalu besar karena tanaman ini tahan akan berbagai macam penyakit dan hama lain (kurang disukai oleh ulat), sehingga tidak perlu menggunakan banyak pestisida dalam melakukan penyemproyan atau perawatan . Begitu pula dengan pemupukan ,rata-rata pupuk yang paling dibutuh kan oleh sayuran ini adalah pupuk organic atau pupuk kandang. Mungkin kalau keadaan ini terus berlangsung, lobak rimbo akan punah dan tinggal kenangan , Biasanya masayarakat perantau pandai sikek bila pulang kekampung halaman begitu pengen dengan suguhan tanaman kobak rimbo ini yang terlebih dahulu disayur atau cukup di rebus saja. Rasa dari lobak rimbo ini pun begitu khas menbuat selera makan meningkat. Juga biasanya untuk kembali keperantauan tidak lupa untuk membawa lobak rimbo ini sebagai oleh-oleh. Lobak rimbo ini di pasaran juga sangat laris , yang biasa digunakan untuk campuran sayuran yang disuguhkan di rumah-rumah makan di Sumatra barat khusunya bahkan sampai ke provinsi lain di Indonesia, seperti pekanbaru, jambi dan lainya. Akankah Lobak rimbo hanya akan tingal kenangan…………………………………..?

Saco-Indonesia.com - Kesennuma, Miyagi, Jepang, menjadi lokasi kesembilan dalam rangkaian proyek "Home For All" yang diinisiasi oleh arsitek Toyo Ito.

Saco-Indonesia.com - Kesennuma, Miyagi, Jepang, menjadi lokasi kesembilan dalam rangkaian proyek "Home For All" yang diinisiasi oleh arsitek Toyo Ito.

Hanya berjarak beberapa hari setelah musibah gempa dan tsunami di Jepang pada 2011, Ito memprakarsai pembangunan berbagai fasilitas umum di lokasi-lokasi dengan kerusakan terparah di Jepang. Kini, Yang Zhao berhasil merampungkan satu lagi fasilitas umum bagi penduduk Jepang.

Yang Zhao bekerja di bawah bimbingan Kazuyo Sejima dari SANAA. Zhao membangun di garis pantai Kesennuma. Daerah tersebut merupakan salah satu permukiman nelayan di barat laut Jepang. Zhao membuat sebuah struktur dari kayu dan beton yang bisa digunakan sebagai pasar, tempat berkumpul penduduk, bahkan area pertunjukan.

"Ini adalah tempat berlindung di mana para nelayan bisa beristirahat. Para istri bisa menunggu suami mereka kembali dengan hasil tanggapan dan terkadang menjadi pasar," ujar Zhao.

Strukturnya dibangun dalam bentuk heksagonal. Dinding beton di sekelilingnya berfungsi menyangga atap serta membuat tempat perlindungan ini memiliki beberapa ruang berukuran kecil.

Atapnya terbuat dari kayu berwarna cerah dan memiliki lubang berbentuk segitiga di tengah-tengahnya. Dinding beton di sekeliling tempat berteduh ini tidak menutup sekeliling bangunan. Bangunan tetap terbuka, dan mudah digunakan untuk berbagai keperluan.  
Tempat perlindungan ini juga memiliki ruang-ruang berukuran kecil. Salah satu ruang bisa digunakan sebagai dapur dan bisa ditutup dengan menggunakan pintu kaca. Sementara itu, ruang kedua dibentuk berdasarkan engawa, beranda tradisional Jepang. Ruang ketiga jendela atap.   "Pada waktu malam, bangunan berpendar dengan hangat dari dalam, seperti mercusuar, menunggu para nelayan kembali dari laut," ujar Zhao.
Sumber :www.dezeen.com/kompas.com
Editor : Maulana Lee

Ms. Pryor, who served more than two decades in the State Department, was the author of well-regarded biographies of the founder of the American Red Cross and the Confederate commander.

Mr. Fox, known for his well-honed countrified voice, wrote about things dear to South Carolina and won over Yankee critics.

Artikel lainnya »